<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belasan Murid SD di Cianjur Terpapar Aids, Orangtuanya Sudah Meninggal Dunia</title><description>Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur menyebut ada 12 murid sekolah dasar (SD) positif HIV/Aids.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/525/2659742/belasan-murid-sd-di-cianjur-terpapar-aids-orangtuanya-sudah-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/02/525/2659742/belasan-murid-sd-di-cianjur-terpapar-aids-orangtuanya-sudah-meninggal-dunia"/><item><title>Belasan Murid SD di Cianjur Terpapar Aids, Orangtuanya Sudah Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/525/2659742/belasan-murid-sd-di-cianjur-terpapar-aids-orangtuanya-sudah-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/02/525/2659742/belasan-murid-sd-di-cianjur-terpapar-aids-orangtuanya-sudah-meninggal-dunia</guid><pubDate>Jum'at 02 September 2022 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ricky Susan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/02/525/2659742/belasan-murid-sd-di-cianjur-terpapar-aids-orangtuanya-sudah-meninggal-dunia-K0W8Ct5r63.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi HIV/Aids (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/02/525/2659742/belasan-murid-sd-di-cianjur-terpapar-aids-orangtuanya-sudah-meninggal-dunia-K0W8Ct5r63.jpg</image><title>Ilustrasi HIV/Aids (Foto: Freepik)</title></images><description>CIANJUR - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur menyebut ada 12 murid sekolah dasar (SD) positif HIV/Aids. Rata-rata mereka terpapar dari orangtuanya.
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur, Hilman mengatakan, belasan siswa yang positif HIV/Aids rata-rata duduk di bangku kelas 5 dan 6 atau berusia 10 dan 12 tahun.
&quot;Terdata sebanyak 12 siswa yang tersebar di sejumlah SD di Kabupaten Cianjur. Mereka terpapar dari orangtuanya masing-masing,&quot; kata Hilman, Jumat (2/10/2022).
BACA JUGA:Duh! 12 Siswa SD dan SMP di Cianjur Tertular HIV/AIDS dari Orangtuanya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNS8wNC8yMi85NTE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Hilman mengatakan, murid tersebut diketahui terpapar setelah dilakukan pemeriksaan VCT atau tes sukarela orangtua dari belasan siswa itu.
&quot;Sebagian besar dari siswa yang terpapar ini merupakan anak yatim piatu. Karena orangtuanya sudah pada meninggal, karena Aids,&quot; katanya.
Dia mengatakan, anak-anak tersebut berasal dari keluarga tidak mampu, dan saat ini tinggal bersama nenek dan kerabat orangtua mereka.
&quot;Mereka terpapar sejak lahir yang ditularkan dari orangtuanya. Kasus IRT (ibu rumah tangga) yang positif HIV di Cianjur sendiri memang terbliang tinggi. Rata-rata mereka tertular dari suaminya,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Poligami Bukan Solusi Hindari HIV/AIDS, Ini Penjelasan WamenkesSelain menjamin pasokan obat yang harus rutin dikonsumsi oleh mereka, kata dia, KPA Cianjur juga menggalang donasi untuk membantu pemenuhan biaya sekolah dan kebutuhan hidup sehari-hari.
&quot;Alhamdulilah ada warga yang bersedia membantu secara rutin, baik bantuan uang juga kebutuhan sehari-hari, seperti paket sembako,&quot; ungkapnya.
Sejauh ini, ditambahkan Hilman, rata-rata kondisinya sehat, namun mereka tidak mengetahui sebagai ODHA.
Pengelola Program KPA Kabupaten Cianjur, Silmi Kaffah menyebutkan, tren HIV/Aids di Cianjur meningkat. Sepanjang 2022 hingga Juni jumlah penderita HIV/AIDS di Cianjur mencapai 119 orang.&amp;nbsp;
Jumlah tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya, sehingga tren kasus HIV/Aids menunjukkan peningkatan yang mencolok.
&quot;Sepanjang 2021 ada 109 orang. Sekarang baru setengah jalan angkanya sudah mencapai 119 orang, dan diprediksi terus naik sampai akhir tahun,&quot; kata Silmi.
Silmi menyebutkan, dari besaran angka kasus ini, mayoritas penderita berasal dari kalangan lelaki seks lelaki (LSL). Ricky Susan</description><content:encoded>CIANJUR - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur menyebut ada 12 murid sekolah dasar (SD) positif HIV/Aids. Rata-rata mereka terpapar dari orangtuanya.
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur, Hilman mengatakan, belasan siswa yang positif HIV/Aids rata-rata duduk di bangku kelas 5 dan 6 atau berusia 10 dan 12 tahun.
&quot;Terdata sebanyak 12 siswa yang tersebar di sejumlah SD di Kabupaten Cianjur. Mereka terpapar dari orangtuanya masing-masing,&quot; kata Hilman, Jumat (2/10/2022).
BACA JUGA:Duh! 12 Siswa SD dan SMP di Cianjur Tertular HIV/AIDS dari Orangtuanya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNS8wNC8yMi85NTE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Hilman mengatakan, murid tersebut diketahui terpapar setelah dilakukan pemeriksaan VCT atau tes sukarela orangtua dari belasan siswa itu.
&quot;Sebagian besar dari siswa yang terpapar ini merupakan anak yatim piatu. Karena orangtuanya sudah pada meninggal, karena Aids,&quot; katanya.
Dia mengatakan, anak-anak tersebut berasal dari keluarga tidak mampu, dan saat ini tinggal bersama nenek dan kerabat orangtua mereka.
&quot;Mereka terpapar sejak lahir yang ditularkan dari orangtuanya. Kasus IRT (ibu rumah tangga) yang positif HIV di Cianjur sendiri memang terbliang tinggi. Rata-rata mereka tertular dari suaminya,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Poligami Bukan Solusi Hindari HIV/AIDS, Ini Penjelasan WamenkesSelain menjamin pasokan obat yang harus rutin dikonsumsi oleh mereka, kata dia, KPA Cianjur juga menggalang donasi untuk membantu pemenuhan biaya sekolah dan kebutuhan hidup sehari-hari.
&quot;Alhamdulilah ada warga yang bersedia membantu secara rutin, baik bantuan uang juga kebutuhan sehari-hari, seperti paket sembako,&quot; ungkapnya.
Sejauh ini, ditambahkan Hilman, rata-rata kondisinya sehat, namun mereka tidak mengetahui sebagai ODHA.
Pengelola Program KPA Kabupaten Cianjur, Silmi Kaffah menyebutkan, tren HIV/Aids di Cianjur meningkat. Sepanjang 2022 hingga Juni jumlah penderita HIV/AIDS di Cianjur mencapai 119 orang.&amp;nbsp;
Jumlah tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya, sehingga tren kasus HIV/Aids menunjukkan peningkatan yang mencolok.
&quot;Sepanjang 2021 ada 109 orang. Sekarang baru setengah jalan angkanya sudah mencapai 119 orang, dan diprediksi terus naik sampai akhir tahun,&quot; kata Silmi.
Silmi menyebutkan, dari besaran angka kasus ini, mayoritas penderita berasal dari kalangan lelaki seks lelaki (LSL). Ricky Susan</content:encoded></item></channel></rss>
