<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Kepala Negara Ini Kabur saat Negaranya Mengalami Prahara dan Krisis</title><description>Akibatnya, warga Sri Lanka harus mengalami krisis bahan pangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660199/6-kepala-negara-ini-kabur-saat-negaranya-mengalami-prahara-dan-krisis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660199/6-kepala-negara-ini-kabur-saat-negaranya-mengalami-prahara-dan-krisis"/><item><title>6 Kepala Negara Ini Kabur saat Negaranya Mengalami Prahara dan Krisis</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660199/6-kepala-negara-ini-kabur-saat-negaranya-mengalami-prahara-dan-krisis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660199/6-kepala-negara-ini-kabur-saat-negaranya-mengalami-prahara-dan-krisis</guid><pubDate>Minggu 04 September 2022 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/03/337/2660199/6-kepala-negara-ini-kabur-saat-negaranya-mengalami-prahara-dan-krisis-NLWgPpDOde.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gotabaya Rajapaksa/ Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/03/337/2660199/6-kepala-negara-ini-kabur-saat-negaranya-mengalami-prahara-dan-krisis-NLWgPpDOde.jpg</image><title>Gotabaya Rajapaksa/ Reuters</title></images><description>BEBERAPA pemimpin negara melarikan diri saat negaranya mengalami prahara. Hal itu dilakukan antara lain untuk menyelamatkan dirinya dari bahaya. Berikut deretan kepala negara yang kabur saat negaranya mengalami prahara.
(Baca juga: Gotabaya Rajapaksa Akhirnya Mundur sebagai Presiden Sri Lanka)
1.	Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Singapura setelah diprotes rakyatnya sendiri atas pemerintahannya pada Juli 2022. Di mata rakyat, pemerintahan Presiden Rajapaksa dan keluarganya melanggengkan krisis ekonomi Sri Lanka lebih dari 1 dekade hingga tidak membayar utang luar negeri sebesar Rp729 triliun.
Akibatnya, warga Sri Lanka harus mengalami krisis bahan pangan, krisis bahan bakar, dan pemadaman listrik harian yang berkepanjangan. Hal itu juga diperparah dengan habisnya obat-obatan di rumah sakit karena tidak boleh impor serta laju inflasi yang memicu krisis biaya hidup. Gotabaya Rajapaksa, yang memiliki kekebalan hukum sebagai presiden, kabur ke luar negeri sambil mengajukan mundur dari kursi jabatannya diduga agar tidak ditangkap pemerintahan baru Sri Lanka.
2.	Presiden Afghanistan Ashraf Ghani
Ashraf Ghani dikabarkan kabur pada 15 Agustus 2021 saat dirinya menjabat sebagai Presiden Afghanistan periode 2014-2021. Ghani melarikan diri dan mencari suaka ke Uni Emirat Arab setelah Taliban menguasai ibu kota di Kabul. Ghani mengatakan bahwa dirinya dipaksa tim keamanan untuk meninggalkan negara karena ada kemungkinan Taliban akan membunuhnya. Sebelumnya, Taliban melakukan tindakan kekerasan di Kabul pada warga. Rakyat Afghanistan pun berusaha mengungsi hingga memenuhi bandara setempat.
3.	Presiden Filipina Ferdinand Marcos
Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang menjabat sebagai presiden dari tahun 1965 hingga 1986 dikenal sebagai pemimpin yang suka korupsi, sering melakukan pemborosan, dan menggunakan kekerasan secara brutal. Marcos dan keluarga melarikan diri ke Hawaii pada tahun 1986 setelah disarankan Presiden AS Ronald Reagan lewat Senator Paul Laxalt. Tujuan Ferdinand Marcos melarikan diri adalah untuk menghindari bentrokan pasukan pendukung dan anti-Marcos di Manila lebih jauh, setelah Revolusi People Power pada 1986 yang menggulingkan Marcos dari kursi kepresidenan. Ia berada di Hawaii hingga mengembuskan napas terakhir pada 1989.
&amp;nbsp;
4.	Presiden Ukraina Viktor Yanukovych
Pada 21 Februari 2014, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, yang memerintah sejak 2010 hingga 2014, kabur ke selatan Rusia. Hal itu dipicu karena adanya korban luka dan korban jiwa saat terjadi bentrok kekerasaan antara demonstran dan pasukan polisi khusus di Lapangan Kemerdekaan di Kyiv. Saat itu rakyat Ukraina berunjuk rasa menentang keputusan Yanukovych untuk menolak perjanjian asosiasi Uni Eropa. Yanukovych lebih memilih untuk mengejar bailout pinjaman Rusia serta hubungan yang lebih dekat lagi dengan Rusia. Ia juga segera mengeklaim sudah mencapai kesepakatan dengan pihak oposisi. Ia keluar dari Kyiv untuk menuju Kharkhiv. Di hari yang sama, Viktor Yanukovych mengatakan mobilnya ditembak saat meninggalkan Kyiv. Diketahui, Viktor Yanukovych kini menetap di Rusia.5. Presiden Uganda Idi Amin
Masa pemerintahan Idi Amin sewaktu menjadi Presiden Uganda dikenal melanggengkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Termasuk pula represi politik, penganiayaan etnis, dan pembunuhan di luar proses hukum. Pemerintahannya juga dikenal korupsi, nepotisme, tidak mau mengurus ekonomi untuk rakyat, dan mendukung pembajak teroris di Operasi Entebbe.
Saat pemerintahan Idi Amin berusaha merebut wilayah Kagera di Tanzania pada 1978, Presiden Tanzania merespons dengan memerintahkan pasukan negaranya untuk menyerang Uganda. Selain berhasil merebut Kampala pada 11 April 1979, tentara Tanzania bersama pasukan pemberontak di Uganda juga menggulingkan Idi Amin dari posisinya sebagai kepala negara. Idi Amin memilih melarikan diri ke Libya, lalu Irak. Ia kemudian menetap di Arab Saudi hingga akhir hayatnya di tahun 2003.6. Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi
Mohammad Reza Pahlavi adalah Shah (Raja) terakhir Kekaisaran Iran yang memerintah dari tahun 1942 sampai digulingkan pada 1979 lewat Revolusi Iran. Semasa memerintah, ia melakukan beberapa langkah pembangunan yang didukung rakyat. Hal yang ia terapkan antara lain menasionalisasi industri minyak milik Inggris, bergabung dengan OPEC, hingga menaikkan harga minyak.
Selain itu, Pahlavi juga dikenal sebagai seorang negarawan yang cakap setelah merancang investasi lewat infrastruktur, subsidi, dan hibah tanah untuk petani, pembangunan fasilitas nuklir, hingga program literasi yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Namun pada 1978, terjadi kerusuhan politik yang mengarah pada penggulingan monarki. Pada Revolusi Iran tersebut, ribuan warga tewas oleh pasukan militer. Di tahun berikutnya, Pahlavi kabur ke Mesir. Di negara tersebut, Pahlavi diberi suaka oleh Anwar Sadatt. Pahlavi meninggal di pengasingannya pada 27 Juli 1980. (fmi)</description><content:encoded>BEBERAPA pemimpin negara melarikan diri saat negaranya mengalami prahara. Hal itu dilakukan antara lain untuk menyelamatkan dirinya dari bahaya. Berikut deretan kepala negara yang kabur saat negaranya mengalami prahara.
(Baca juga: Gotabaya Rajapaksa Akhirnya Mundur sebagai Presiden Sri Lanka)
1.	Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Singapura setelah diprotes rakyatnya sendiri atas pemerintahannya pada Juli 2022. Di mata rakyat, pemerintahan Presiden Rajapaksa dan keluarganya melanggengkan krisis ekonomi Sri Lanka lebih dari 1 dekade hingga tidak membayar utang luar negeri sebesar Rp729 triliun.
Akibatnya, warga Sri Lanka harus mengalami krisis bahan pangan, krisis bahan bakar, dan pemadaman listrik harian yang berkepanjangan. Hal itu juga diperparah dengan habisnya obat-obatan di rumah sakit karena tidak boleh impor serta laju inflasi yang memicu krisis biaya hidup. Gotabaya Rajapaksa, yang memiliki kekebalan hukum sebagai presiden, kabur ke luar negeri sambil mengajukan mundur dari kursi jabatannya diduga agar tidak ditangkap pemerintahan baru Sri Lanka.
2.	Presiden Afghanistan Ashraf Ghani
Ashraf Ghani dikabarkan kabur pada 15 Agustus 2021 saat dirinya menjabat sebagai Presiden Afghanistan periode 2014-2021. Ghani melarikan diri dan mencari suaka ke Uni Emirat Arab setelah Taliban menguasai ibu kota di Kabul. Ghani mengatakan bahwa dirinya dipaksa tim keamanan untuk meninggalkan negara karena ada kemungkinan Taliban akan membunuhnya. Sebelumnya, Taliban melakukan tindakan kekerasan di Kabul pada warga. Rakyat Afghanistan pun berusaha mengungsi hingga memenuhi bandara setempat.
3.	Presiden Filipina Ferdinand Marcos
Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang menjabat sebagai presiden dari tahun 1965 hingga 1986 dikenal sebagai pemimpin yang suka korupsi, sering melakukan pemborosan, dan menggunakan kekerasan secara brutal. Marcos dan keluarga melarikan diri ke Hawaii pada tahun 1986 setelah disarankan Presiden AS Ronald Reagan lewat Senator Paul Laxalt. Tujuan Ferdinand Marcos melarikan diri adalah untuk menghindari bentrokan pasukan pendukung dan anti-Marcos di Manila lebih jauh, setelah Revolusi People Power pada 1986 yang menggulingkan Marcos dari kursi kepresidenan. Ia berada di Hawaii hingga mengembuskan napas terakhir pada 1989.
&amp;nbsp;
4.	Presiden Ukraina Viktor Yanukovych
Pada 21 Februari 2014, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, yang memerintah sejak 2010 hingga 2014, kabur ke selatan Rusia. Hal itu dipicu karena adanya korban luka dan korban jiwa saat terjadi bentrok kekerasaan antara demonstran dan pasukan polisi khusus di Lapangan Kemerdekaan di Kyiv. Saat itu rakyat Ukraina berunjuk rasa menentang keputusan Yanukovych untuk menolak perjanjian asosiasi Uni Eropa. Yanukovych lebih memilih untuk mengejar bailout pinjaman Rusia serta hubungan yang lebih dekat lagi dengan Rusia. Ia juga segera mengeklaim sudah mencapai kesepakatan dengan pihak oposisi. Ia keluar dari Kyiv untuk menuju Kharkhiv. Di hari yang sama, Viktor Yanukovych mengatakan mobilnya ditembak saat meninggalkan Kyiv. Diketahui, Viktor Yanukovych kini menetap di Rusia.5. Presiden Uganda Idi Amin
Masa pemerintahan Idi Amin sewaktu menjadi Presiden Uganda dikenal melanggengkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Termasuk pula represi politik, penganiayaan etnis, dan pembunuhan di luar proses hukum. Pemerintahannya juga dikenal korupsi, nepotisme, tidak mau mengurus ekonomi untuk rakyat, dan mendukung pembajak teroris di Operasi Entebbe.
Saat pemerintahan Idi Amin berusaha merebut wilayah Kagera di Tanzania pada 1978, Presiden Tanzania merespons dengan memerintahkan pasukan negaranya untuk menyerang Uganda. Selain berhasil merebut Kampala pada 11 April 1979, tentara Tanzania bersama pasukan pemberontak di Uganda juga menggulingkan Idi Amin dari posisinya sebagai kepala negara. Idi Amin memilih melarikan diri ke Libya, lalu Irak. Ia kemudian menetap di Arab Saudi hingga akhir hayatnya di tahun 2003.6. Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi
Mohammad Reza Pahlavi adalah Shah (Raja) terakhir Kekaisaran Iran yang memerintah dari tahun 1942 sampai digulingkan pada 1979 lewat Revolusi Iran. Semasa memerintah, ia melakukan beberapa langkah pembangunan yang didukung rakyat. Hal yang ia terapkan antara lain menasionalisasi industri minyak milik Inggris, bergabung dengan OPEC, hingga menaikkan harga minyak.
Selain itu, Pahlavi juga dikenal sebagai seorang negarawan yang cakap setelah merancang investasi lewat infrastruktur, subsidi, dan hibah tanah untuk petani, pembangunan fasilitas nuklir, hingga program literasi yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Namun pada 1978, terjadi kerusuhan politik yang mengarah pada penggulingan monarki. Pada Revolusi Iran tersebut, ribuan warga tewas oleh pasukan militer. Di tahun berikutnya, Pahlavi kabur ke Mesir. Di negara tersebut, Pahlavi diberi suaka oleh Anwar Sadatt. Pahlavi meninggal di pengasingannya pada 27 Juli 1980. (fmi)</content:encoded></item></channel></rss>
