<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perindo Minta soal Kepemilikan Kendaraan Pribadi Berkaca pada Singapura</title><description>Ia juga menilai pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi pun harus diatur melalui kebijakan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660730/perindo-minta-soal-kepemilikan-kendaraan-pribadi-berkaca-pada-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660730/perindo-minta-soal-kepemilikan-kendaraan-pribadi-berkaca-pada-singapura"/><item><title>Perindo Minta soal Kepemilikan Kendaraan Pribadi Berkaca pada Singapura</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660730/perindo-minta-soal-kepemilikan-kendaraan-pribadi-berkaca-pada-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/04/337/2660730/perindo-minta-soal-kepemilikan-kendaraan-pribadi-berkaca-pada-singapura</guid><pubDate>Minggu 04 September 2022 23:12 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/04/337/2660730/perindo-minta-soal-kepemilikan-kendaraan-pribadi-berkaca-pada-singapura-QlrKIHpjBR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Macet Jakarta (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/04/337/2660730/perindo-minta-soal-kepemilikan-kendaraan-pribadi-berkaca-pada-singapura-QlrKIHpjBR.jpeg</image><title>Macet Jakarta (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Perindo menyoroti permasalahan kemacetan di DKI Jakarta. Kuantitas kepemilikan kendaraan pribadi dinilai perlu diatur dengan kebijakan yang tegas.

Menurut Wakil Ketua Bidang Kader dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo DKI Jakarta, Rimhot Turnip, pertumbuhan kendaraan pribadi mencapai tiga persen tiap tahunnya dibandingkan pertumbuhan pemanfaatan lahan yang semakin mahal. Hal ini menjadi masalah utama kemacetan di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi8xLzE1MTk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Ia juga menilai pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi pun harus diatur melalui kebijakan.&amp;nbsp;BACA JUGA:Partai Perindo Nilai Wacana Perubahan Jam Kerja ASN akan Mempengaruhi Sektor Swasta

&quot;Bagaimana mengaturnya? Pemilik kendaraan pribadi harus dibatasi lifetime kendarannya. Ini mungkin bisa kita contoh seperti di Singapura,&quot; terang Rimhot saat berdialog dengan Herjuno Syahputra dalam tayangan Podcast Aksi Nyata Perindo, Minggu (4/9/2022).
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata Perindo: Kebijakan Perubahan Jam Kerja ASN Sebaiknya Dibuat Dua Shift&amp;nbsp;
Rimhot menjelaskan, banyaknya warga yang memakai kendaraan yang lifetime-nya lebih dari 30 tahun. Sedangkan kondisi banyaknya kendaraan pribadi ini, selain menambah kemacetan, menurutnya juga berpengaruh pada buangan emisi karbon yang menciptakan polusi udara.

&quot;Jadi memang ini semua harus diputuskan oleh pemimpin yang berani. Karena jika dibiarkan, kebijakan pemerintah ini nantinya dipertanyakan. Perlu ketegasan dari para pemangku kebijakan,&quot; ujarnya.

Untuk diketahui, Podcast Aksi Nyata kali ini membahas wacana kebijakan perubahan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) yang direncanakan diubah untuk mulai bekerja mulai siang hari hingga waktu malam. Rimhot menilai jika memang akan diterapkan, perubahan jam kerja ASN yang notabene ditujukan pada pelayanan publik, jangan difokuskan pada jam kerjanya saja.

&quot;Ada baiknya kebijakan ini tidak hanya jamnya saja yang diubah, tetapi pegawai ASN-nya yang dibagi. Apakah, katakanlah dalam suatu departemen atau dinas yang bekerja itu 1.000 orang, mengapa tidak dibagi menjadi dua shift waktu bekerjanya. Jadi, dua shift masing-masing 500 orang ASN untuk jam pagi hingga sore dan 500 lainnya di waktu siang hingga malam,&quot; usul Rimhot.

Sebagai informasi, Podcast Aksi Nyata Perindo yang menghadirkan Rimhot tersebut bertemakan Wacana Perubahan Jam Kerja ASN Untuk Mengurangi Kemacetan di Jakarta. Podcast yang diampu oleh Herjuno Syahputra tersebut ditayangkan secara daring via media sosial dan portal berita online yakni Instagram Partai Perindo, RCTI+, Okezone, Sindonews.com, iNews.id, YouTube, Facebook, Twitter dan Website Partai Perindo.
</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Perindo menyoroti permasalahan kemacetan di DKI Jakarta. Kuantitas kepemilikan kendaraan pribadi dinilai perlu diatur dengan kebijakan yang tegas.

Menurut Wakil Ketua Bidang Kader dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo DKI Jakarta, Rimhot Turnip, pertumbuhan kendaraan pribadi mencapai tiga persen tiap tahunnya dibandingkan pertumbuhan pemanfaatan lahan yang semakin mahal. Hal ini menjadi masalah utama kemacetan di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi8xLzE1MTk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Ia juga menilai pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi pun harus diatur melalui kebijakan.&amp;nbsp;BACA JUGA:Partai Perindo Nilai Wacana Perubahan Jam Kerja ASN akan Mempengaruhi Sektor Swasta

&quot;Bagaimana mengaturnya? Pemilik kendaraan pribadi harus dibatasi lifetime kendarannya. Ini mungkin bisa kita contoh seperti di Singapura,&quot; terang Rimhot saat berdialog dengan Herjuno Syahputra dalam tayangan Podcast Aksi Nyata Perindo, Minggu (4/9/2022).
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata Perindo: Kebijakan Perubahan Jam Kerja ASN Sebaiknya Dibuat Dua Shift&amp;nbsp;
Rimhot menjelaskan, banyaknya warga yang memakai kendaraan yang lifetime-nya lebih dari 30 tahun. Sedangkan kondisi banyaknya kendaraan pribadi ini, selain menambah kemacetan, menurutnya juga berpengaruh pada buangan emisi karbon yang menciptakan polusi udara.

&quot;Jadi memang ini semua harus diputuskan oleh pemimpin yang berani. Karena jika dibiarkan, kebijakan pemerintah ini nantinya dipertanyakan. Perlu ketegasan dari para pemangku kebijakan,&quot; ujarnya.

Untuk diketahui, Podcast Aksi Nyata kali ini membahas wacana kebijakan perubahan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) yang direncanakan diubah untuk mulai bekerja mulai siang hari hingga waktu malam. Rimhot menilai jika memang akan diterapkan, perubahan jam kerja ASN yang notabene ditujukan pada pelayanan publik, jangan difokuskan pada jam kerjanya saja.

&quot;Ada baiknya kebijakan ini tidak hanya jamnya saja yang diubah, tetapi pegawai ASN-nya yang dibagi. Apakah, katakanlah dalam suatu departemen atau dinas yang bekerja itu 1.000 orang, mengapa tidak dibagi menjadi dua shift waktu bekerjanya. Jadi, dua shift masing-masing 500 orang ASN untuk jam pagi hingga sore dan 500 lainnya di waktu siang hingga malam,&quot; usul Rimhot.

Sebagai informasi, Podcast Aksi Nyata Perindo yang menghadirkan Rimhot tersebut bertemakan Wacana Perubahan Jam Kerja ASN Untuk Mengurangi Kemacetan di Jakarta. Podcast yang diampu oleh Herjuno Syahputra tersebut ditayangkan secara daring via media sosial dan portal berita online yakni Instagram Partai Perindo, RCTI+, Okezone, Sindonews.com, iNews.id, YouTube, Facebook, Twitter dan Website Partai Perindo.
</content:encoded></item></channel></rss>
