<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Kaget Pernyataan Ferdy Sambo Bos Mafia Direkam dan Diposting</title><description>Menurut Taufan, hal itu tercermin besarnya kendali Ferdy Sambo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2660915/komnas-ham-kaget-pernyataan-ferdy-sambo-bos-mafia-direkam-dan-diposting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2660915/komnas-ham-kaget-pernyataan-ferdy-sambo-bos-mafia-direkam-dan-diposting"/><item><title>Komnas HAM Kaget Pernyataan Ferdy Sambo Bos Mafia Direkam dan Diposting</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2660915/komnas-ham-kaget-pernyataan-ferdy-sambo-bos-mafia-direkam-dan-diposting</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2660915/komnas-ham-kaget-pernyataan-ferdy-sambo-bos-mafia-direkam-dan-diposting</guid><pubDate>Senin 05 September 2022 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Ronaldo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/05/337/2660915/komnas-ham-kaget-pernyataan-sambo-bos-mafia-direkam-dan-diposting-axWbUzolXa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ferdy Sambo dan ajudan/ Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/05/337/2660915/komnas-ham-kaget-pernyataan-sambo-bos-mafia-direkam-dan-diposting-axWbUzolXa.jpg</image><title>Ferdy Sambo dan ajudan/ Tangkapan layar media sosial</title></images><description>JAKARTA  - Viral di media sosial video Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik yang sedang menjelaskan sosok eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo layaknya bos Mafia di tubuh Polri.
Sontak, video yang diunggah dalam akun instagram majeliskopi08 mengundang berbagai tanggapan dari netizen. Termasuk dari Ahmad Taufan Damanik sendiri. Menurut Taufan, hal itu tercermin besarnya kendali Ferdy Sambo.
(Baca juga: Sebut Ferdy Sambo Bos Mafia, Komnas HAM Beri Penjelasan)
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bahwa dirinya menggambarkan mantan Kadiv Propam Polri tersebut, lantaran pengalaman Ferdy Sambo yang lama di bagian Reserse.
Selain itu, ia juga mengakui, bahwa yang bersangkutam cukup piawai dalam menyembunyikan sesuatu dan merancang segala perbuatan yang dapat menguntungkan dirinya.
&quot;Kata Mafia sebenarnya kurang tepat kalau di Publik. Itu kan hanya sebatas istilah obrolan informal sesama teman. Sayangnya itu direkam dan diposting,&quot; katanya kepada MPI saat dihubungi, Senin (5/9/2022).


Kendati demikian dirinya tidak memiliki maksud lain dalam penyebutan tersebut. Ia hanya menggambarkan keadaan kelompok tertentu yang dapat merusak institusi Polri kedepannya.
&quot;Diwawancara lain, saya menggambarkan kelompok ini seperti tumor yang menggerogoti institusi Polri dan penegakan hukum. Makanya Kapolri harus berani ambil tindakan tegas membuang semua elemen tumornya,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA  - Viral di media sosial video Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik yang sedang menjelaskan sosok eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo layaknya bos Mafia di tubuh Polri.
Sontak, video yang diunggah dalam akun instagram majeliskopi08 mengundang berbagai tanggapan dari netizen. Termasuk dari Ahmad Taufan Damanik sendiri. Menurut Taufan, hal itu tercermin besarnya kendali Ferdy Sambo.
(Baca juga: Sebut Ferdy Sambo Bos Mafia, Komnas HAM Beri Penjelasan)
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bahwa dirinya menggambarkan mantan Kadiv Propam Polri tersebut, lantaran pengalaman Ferdy Sambo yang lama di bagian Reserse.
Selain itu, ia juga mengakui, bahwa yang bersangkutam cukup piawai dalam menyembunyikan sesuatu dan merancang segala perbuatan yang dapat menguntungkan dirinya.
&quot;Kata Mafia sebenarnya kurang tepat kalau di Publik. Itu kan hanya sebatas istilah obrolan informal sesama teman. Sayangnya itu direkam dan diposting,&quot; katanya kepada MPI saat dihubungi, Senin (5/9/2022).


Kendati demikian dirinya tidak memiliki maksud lain dalam penyebutan tersebut. Ia hanya menggambarkan keadaan kelompok tertentu yang dapat merusak institusi Polri kedepannya.
&quot;Diwawancara lain, saya menggambarkan kelompok ini seperti tumor yang menggerogoti institusi Polri dan penegakan hukum. Makanya Kapolri harus berani ambil tindakan tegas membuang semua elemen tumornya,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
