<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musim Hujan datang Lebih Awal, BNPB: Waspada, Banjir Mulai Terjadi</title><description>Apalagi, dari catatan BNPB selama sepekan telah terjadi 25 kali kejadian banjir di wilayah Indonesia.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2661343/musim-hujan-datang-lebih-awal-bnpb-waspada-banjir-mulai-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2661343/musim-hujan-datang-lebih-awal-bnpb-waspada-banjir-mulai-terjadi"/><item><title>Musim Hujan datang Lebih Awal, BNPB: Waspada, Banjir Mulai Terjadi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2661343/musim-hujan-datang-lebih-awal-bnpb-waspada-banjir-mulai-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/05/337/2661343/musim-hujan-datang-lebih-awal-bnpb-waspada-banjir-mulai-terjadi</guid><pubDate>Senin 05 September 2022 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/05/337/2661343/musim-hujan-datang-lebih-awal-bnpb-waspada-banjir-mulai-terjadi-xYAbU8ZXNr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/05/337/2661343/musim-hujan-datang-lebih-awal-bnpb-waspada-banjir-mulai-terjadi-xYAbU8ZXNr.jpg</image><title>Ilustrasi/ Foto: Ist</title></images><description>
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan musim hujan yang datang lebih awal. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi banjir yang sudah mulai terjadi dimana-mana. Apalagi, dari catatan BNPB selama sepekan telah terjadi 25 kali kejadian banjir di wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Selesai Berorasi dan Sempat Ricuh, Pendemo Tolak Kenaikan Harga BBM Bubar Perlahan

&amp;ldquo;Jadi ini kita lihat kalau dari distribusi seperti ini memang awal musim hujan itu tidak terjadi seragam. Jadi kalau misalkan kita bilang Indonesia awal musim musim hujan nya agak maju itu, nggak semua tempatnya sama. Ada zona-zona musim yang sudah mulai dengan intensitas hujan cukup tinggi tetapi tentu saja di tempat lain masih dalam fase peralihan,&amp;rdquo; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (5/9/2022).

&amp;ldquo;Hampir seluruh wilayah Indonesia kecuali Papua ya, tapi Minggu lalu di Papua Barat kita masih punya banjir Sorong, tetapi untuk saat ini kita lihat dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi itu hampir merata terdampak banjir,&amp;rdquo; ungkap Aam sapaan akrabnya.

BACA JUGA:Tragis! Kakek 75 Tahun Tercebur Sumur Sedalam 10 Meter, Evakuasinya Berlangsung Dramatis

Aam mengatakan dilihat secara spasial wilayah Sulawesi bahkan seperti dikepung banjir. &amp;ldquo;Di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, banyak sekali dan terdistribusi merata di semua tempat. Di Sumatera kita lihat Aceh sampai ke Lampung, Kalimantan juga hampir merata.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Nah ini mungkin yang kita lihat ada beberapa kondisi yang memang kewaspadaan kita terhadap musim hujan yang datang lebih awal ini sudah harus kita gaungkan ke teman-teman pemerintah daerah karena dari laporan dan kejadian riil rencananya kita mau melihat banjir sudah mulai terjadi dimana-mana,&amp;rdquo; papar Aam.

Aam pun mengungkapkan salah satu penyebab tingginya curah hujan di Indonesia. &amp;ldquo;Jadi tingginya presipitasi di Indonesia itu tidak bisa dipisahkan dari kondisi global dan regional. Jadi kita selalu Indonesia itu di iklim Indonesia sangat dipengaruhi oleh 2 Samudra, samudra Hindia di wilayah barat dan Samudra Pasifik di wilayah timur.&amp;rdquo;

Kemudian, kata Aaam pengaruh akibat dari wilayah timur Samudra Pasifik yang masih membawa pengaruh kelembaban dan peningkatan curah hujan ke Indonesia. &amp;ldquo;Kemudian kalau dari kita lihat di sebelah barat itu ada Indian Ocean Dipole, artinya fenomena regional yang ada di Samudra Hindia juga ada pada indeks negatif artinya kembali lagi ini masih membawa kelembaban di Indonesia.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Artinya yang secara umum di samping faktor-faktor lainnya seperti gelombang Kelvin dan lain-lain, tapi secara umum kita lihat dua samudra ini masih membawa peringatan presipitasi di wilayah Indonesia khususnya tentu saja di sebagian barat tengah barat Indonesia dan antara tengah dan timur Indonesia,&amp;rdquo; paparnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan musim hujan yang datang lebih awal. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi banjir yang sudah mulai terjadi dimana-mana. Apalagi, dari catatan BNPB selama sepekan telah terjadi 25 kali kejadian banjir di wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Selesai Berorasi dan Sempat Ricuh, Pendemo Tolak Kenaikan Harga BBM Bubar Perlahan

&amp;ldquo;Jadi ini kita lihat kalau dari distribusi seperti ini memang awal musim hujan itu tidak terjadi seragam. Jadi kalau misalkan kita bilang Indonesia awal musim musim hujan nya agak maju itu, nggak semua tempatnya sama. Ada zona-zona musim yang sudah mulai dengan intensitas hujan cukup tinggi tetapi tentu saja di tempat lain masih dalam fase peralihan,&amp;rdquo; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (5/9/2022).

&amp;ldquo;Hampir seluruh wilayah Indonesia kecuali Papua ya, tapi Minggu lalu di Papua Barat kita masih punya banjir Sorong, tetapi untuk saat ini kita lihat dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi itu hampir merata terdampak banjir,&amp;rdquo; ungkap Aam sapaan akrabnya.

BACA JUGA:Tragis! Kakek 75 Tahun Tercebur Sumur Sedalam 10 Meter, Evakuasinya Berlangsung Dramatis

Aam mengatakan dilihat secara spasial wilayah Sulawesi bahkan seperti dikepung banjir. &amp;ldquo;Di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, banyak sekali dan terdistribusi merata di semua tempat. Di Sumatera kita lihat Aceh sampai ke Lampung, Kalimantan juga hampir merata.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Nah ini mungkin yang kita lihat ada beberapa kondisi yang memang kewaspadaan kita terhadap musim hujan yang datang lebih awal ini sudah harus kita gaungkan ke teman-teman pemerintah daerah karena dari laporan dan kejadian riil rencananya kita mau melihat banjir sudah mulai terjadi dimana-mana,&amp;rdquo; papar Aam.

Aam pun mengungkapkan salah satu penyebab tingginya curah hujan di Indonesia. &amp;ldquo;Jadi tingginya presipitasi di Indonesia itu tidak bisa dipisahkan dari kondisi global dan regional. Jadi kita selalu Indonesia itu di iklim Indonesia sangat dipengaruhi oleh 2 Samudra, samudra Hindia di wilayah barat dan Samudra Pasifik di wilayah timur.&amp;rdquo;

Kemudian, kata Aaam pengaruh akibat dari wilayah timur Samudra Pasifik yang masih membawa pengaruh kelembaban dan peningkatan curah hujan ke Indonesia. &amp;ldquo;Kemudian kalau dari kita lihat di sebelah barat itu ada Indian Ocean Dipole, artinya fenomena regional yang ada di Samudra Hindia juga ada pada indeks negatif artinya kembali lagi ini masih membawa kelembaban di Indonesia.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Artinya yang secara umum di samping faktor-faktor lainnya seperti gelombang Kelvin dan lain-lain, tapi secara umum kita lihat dua samudra ini masih membawa peringatan presipitasi di wilayah Indonesia khususnya tentu saja di sebagian barat tengah barat Indonesia dan antara tengah dan timur Indonesia,&amp;rdquo; paparnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
