<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demonstran Tolak BBM Naik Coba Terobos Kawat Berduri, Ini Reaksi Kapolres Jakpus   </title><description>Namun, upaya tersebut berhasil dibendung oleh pihak kepolisian dan barier raksasa berwarna hitam putih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/05/338/2661385/demonstran-tolak-bbm-naik-coba-terobos-kawat-berduri-ini-reaksi-kapolres-jakpus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/05/338/2661385/demonstran-tolak-bbm-naik-coba-terobos-kawat-berduri-ini-reaksi-kapolres-jakpus"/><item><title>Demonstran Tolak BBM Naik Coba Terobos Kawat Berduri, Ini Reaksi Kapolres Jakpus   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/05/338/2661385/demonstran-tolak-bbm-naik-coba-terobos-kawat-berduri-ini-reaksi-kapolres-jakpus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/05/338/2661385/demonstran-tolak-bbm-naik-coba-terobos-kawat-berduri-ini-reaksi-kapolres-jakpus</guid><pubDate>Senin 05 September 2022 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/05/338/2661385/demonstran-tolak-bbm-naik-coba-terobos-kawat-berduri-ini-reaksi-kapolres-jakpus-7aUe4XigK0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo tolak kenaikan harga BBM (Foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/05/338/2661385/demonstran-tolak-bbm-naik-coba-terobos-kawat-berduri-ini-reaksi-kapolres-jakpus-7aUe4XigK0.jpg</image><title>Demo tolak kenaikan harga BBM (Foto: MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat diwarnai upaya demonstran menerobos barikade kawat berduri. Namun, upaya tersebut berhasil dibendung oleh pihak kepolisian dan barier raksasa berwarna hitam putih.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menginagtkan agar koordinator lapangan memperhatikan dan menjaga agar tidak ada penyusup yang dapat menciderai aksi unjuk rasa.
&quot;Itu hal yang sangat dinamis dalam setiap pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum. Tentu ada upaya provokasi oleh siapa pun. Oleh karenanya kami berpesan kepada seluruh korlap agar betul-betul memperhatikan dan menjaga agar tidak ada penyusup yang mencederai jalannya penyampaian pendapat di muka umum,&quot; kata Komarudin kepada wartawan di lokasi, Senin (5/9/2022).
Komarudin berharap aspirasi dapat tersampaikan dengan baik, namun aktivitas masyarakat yang lain juga bisa berjalan dengan normal. Ia pun mengingatkan agar demonstran menghindari adanya gesekan dengan petugas.
Baca juga:&amp;nbsp;Selesai Berorasi dan Sempat Ricuh, Pendemo Tolak Kenaikan Harga BBM Bubar Perlahan
&quot;Petugas yang hadir tentunya dengan tujuan untuk mengawal sekaligus mengamankan agar seluruh rangkaian, baik kegiatan penyampaian aksi maupun kegiatan masyarakat dapat berjalan dan tidak ada yang terganggu,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Demo Tolak Kenaikan BBM di Palopo Ricuh, Massa Aksi Blokade Jalan Trans Sulawesi
Sebelumnya, Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi aksi massa membakar sejumlah spanduk hingga menimbulkan asap hitam pekat membumbung tinggi. Selanjutnya sejumlah massa aksi membongkar barikade kawat berduri yang sudah dua lapis.Terdengar mahasiswa PMII meneriakan kata &quot;Revolusi, Revolusi, Revolusi&quot; sambil merangsek menembus barikade kawat berduri.
Namun, polisi berhasil menghalau agar tidak merangsek lebih jauh mendekati kawasan Istana Merdeka. Selain itu, masih berdiri kokoh berrier raksasa berwarna hitam putih menjadi bendungan penghalau terakhir massa demo. Terlihat pula mobil water canon dan barracuda juga telah bersiaga.
Baca juga:&amp;nbsp;Besok 5.000 Buruh Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM
</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat diwarnai upaya demonstran menerobos barikade kawat berduri. Namun, upaya tersebut berhasil dibendung oleh pihak kepolisian dan barier raksasa berwarna hitam putih.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menginagtkan agar koordinator lapangan memperhatikan dan menjaga agar tidak ada penyusup yang dapat menciderai aksi unjuk rasa.
&quot;Itu hal yang sangat dinamis dalam setiap pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum. Tentu ada upaya provokasi oleh siapa pun. Oleh karenanya kami berpesan kepada seluruh korlap agar betul-betul memperhatikan dan menjaga agar tidak ada penyusup yang mencederai jalannya penyampaian pendapat di muka umum,&quot; kata Komarudin kepada wartawan di lokasi, Senin (5/9/2022).
Komarudin berharap aspirasi dapat tersampaikan dengan baik, namun aktivitas masyarakat yang lain juga bisa berjalan dengan normal. Ia pun mengingatkan agar demonstran menghindari adanya gesekan dengan petugas.
Baca juga:&amp;nbsp;Selesai Berorasi dan Sempat Ricuh, Pendemo Tolak Kenaikan Harga BBM Bubar Perlahan
&quot;Petugas yang hadir tentunya dengan tujuan untuk mengawal sekaligus mengamankan agar seluruh rangkaian, baik kegiatan penyampaian aksi maupun kegiatan masyarakat dapat berjalan dan tidak ada yang terganggu,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Demo Tolak Kenaikan BBM di Palopo Ricuh, Massa Aksi Blokade Jalan Trans Sulawesi
Sebelumnya, Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi aksi massa membakar sejumlah spanduk hingga menimbulkan asap hitam pekat membumbung tinggi. Selanjutnya sejumlah massa aksi membongkar barikade kawat berduri yang sudah dua lapis.Terdengar mahasiswa PMII meneriakan kata &quot;Revolusi, Revolusi, Revolusi&quot; sambil merangsek menembus barikade kawat berduri.
Namun, polisi berhasil menghalau agar tidak merangsek lebih jauh mendekati kawasan Istana Merdeka. Selain itu, masih berdiri kokoh berrier raksasa berwarna hitam putih menjadi bendungan penghalau terakhir massa demo. Terlihat pula mobil water canon dan barracuda juga telah bersiaga.
Baca juga:&amp;nbsp;Besok 5.000 Buruh Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM
</content:encoded></item></channel></rss>
