<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenag Berduka Atas Meninggalnya Santri di Ponpes Gontor</title><description>AM (17), salah satu santri Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, wafat pada 22 Agustus 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/06/337/2661808/kemenag-berduka-atas-meninggalnya-santri-di-ponpes-gontor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/06/337/2661808/kemenag-berduka-atas-meninggalnya-santri-di-ponpes-gontor"/><item><title>Kemenag Berduka Atas Meninggalnya Santri di Ponpes Gontor</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/06/337/2661808/kemenag-berduka-atas-meninggalnya-santri-di-ponpes-gontor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/06/337/2661808/kemenag-berduka-atas-meninggalnya-santri-di-ponpes-gontor</guid><pubDate>Selasa 06 September 2022 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/06/337/2661808/kemenag-berduka-atas-meninggalnya-santri-di-ponpes-gontor-LWHjuWKcjw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/06/337/2661808/kemenag-berduka-atas-meninggalnya-santri-di-ponpes-gontor-LWHjuWKcjw.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono Abdul Ghofur mengucapkan belasungkawa kepada AM (17), salah satu santri Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur yang wafat pada 22 Agustus 2022. AM diduga mengalami tindak kekerasan yang dilakukan kakak kelasnya.

&amp;ldquo;Mewakili Kementerian Agama, kami sampaikan duka cita. Semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarganya diberi kekuatan dan kesabaran. Kami juga berharap peristiwa memilukan seperti itu tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; kata Waryono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa,(6/9/2022).

Waryono berharap kasus kekerasan di lembaga pendidikan agama dan keagamaan tidak terulang. Kemenag juga akan segera menerbitkan regulasi sebagai langkah mitigasi dan antisipasi.

&amp;ldquo;Kekerasan dalam bentuk apa pun dan di manapun tidak dibenarkan. Norma agama dan peraturan perundang-undangan jelas melarangnya,&amp;rdquo; ujar dia

Menurutnya Kemenag terus memproses penyusunan regulasi pencegahan tindak kekerasan pada pendidikan agama dan keagamaan. Saat ini, sambungnya, regulasi tersebut sudah dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

&amp;ldquo;Rancangan Peraturan Menteri Agama tentang Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan mudah-mudahan tidak dalam waktu lama dapat segera disahkan,&amp;rdquo;kata Waryono.

BACA JUGA:Kemenag Ingin Kasus Kekerasan di Lembaga Pendidikan Agama Tidak Terulang

Sejak peristiwa ini mencuat, Direktorat PD Pontren segera berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Pihak Kanwil selanjutnya menerjunkan tim dari Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo untuk menemui para pihak dan mengumpulkan berbagai informasi di lokasi kejadian.&quot;Kami mengapresiasi langkah Pesantren Gontor yang telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, memberikan sanksi kepada para pelaku, dan berkomitmen terhadap upaya penegakan hukum,&quot; tutur Waryono.

Waryono berharap semua lembaga pendidikan agama dan keagamaan, dapat melakukan langkah-langkah penyadaran dan pencegahan tindak kekerasan sejak dini.

&amp;ldquo;Edukasi kepada semua pihak diperlukan, pengasuh dan pengola meningkatkan pengawasan dan pembinaan, agar tindak kekerasan tidak terulang lagi,&amp;rdquo; ujar Waryono.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono Abdul Ghofur mengucapkan belasungkawa kepada AM (17), salah satu santri Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur yang wafat pada 22 Agustus 2022. AM diduga mengalami tindak kekerasan yang dilakukan kakak kelasnya.

&amp;ldquo;Mewakili Kementerian Agama, kami sampaikan duka cita. Semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarganya diberi kekuatan dan kesabaran. Kami juga berharap peristiwa memilukan seperti itu tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; kata Waryono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa,(6/9/2022).

Waryono berharap kasus kekerasan di lembaga pendidikan agama dan keagamaan tidak terulang. Kemenag juga akan segera menerbitkan regulasi sebagai langkah mitigasi dan antisipasi.

&amp;ldquo;Kekerasan dalam bentuk apa pun dan di manapun tidak dibenarkan. Norma agama dan peraturan perundang-undangan jelas melarangnya,&amp;rdquo; ujar dia

Menurutnya Kemenag terus memproses penyusunan regulasi pencegahan tindak kekerasan pada pendidikan agama dan keagamaan. Saat ini, sambungnya, regulasi tersebut sudah dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

&amp;ldquo;Rancangan Peraturan Menteri Agama tentang Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan mudah-mudahan tidak dalam waktu lama dapat segera disahkan,&amp;rdquo;kata Waryono.

BACA JUGA:Kemenag Ingin Kasus Kekerasan di Lembaga Pendidikan Agama Tidak Terulang

Sejak peristiwa ini mencuat, Direktorat PD Pontren segera berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Pihak Kanwil selanjutnya menerjunkan tim dari Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo untuk menemui para pihak dan mengumpulkan berbagai informasi di lokasi kejadian.&quot;Kami mengapresiasi langkah Pesantren Gontor yang telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, memberikan sanksi kepada para pelaku, dan berkomitmen terhadap upaya penegakan hukum,&quot; tutur Waryono.

Waryono berharap semua lembaga pendidikan agama dan keagamaan, dapat melakukan langkah-langkah penyadaran dan pencegahan tindak kekerasan sejak dini.

&amp;ldquo;Edukasi kepada semua pihak diperlukan, pengasuh dan pengola meningkatkan pengawasan dan pembinaan, agar tindak kekerasan tidak terulang lagi,&amp;rdquo; ujar Waryono.</content:encoded></item></channel></rss>
