<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momentum Pacaran Habibie-Ainun: Malam Hari di Dalam Becak dengan Jok Tertutup</title><description>Becak adalah kendaraan yang paling murah dan cepat digunakan Habibie untuk menghampiri Ainun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2662615/momentum-pacaran-habibie-ainun-malam-hari-di-dalam-becak-dengan-jok-tertutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2662615/momentum-pacaran-habibie-ainun-malam-hari-di-dalam-becak-dengan-jok-tertutup"/><item><title>Momentum Pacaran Habibie-Ainun: Malam Hari di Dalam Becak dengan Jok Tertutup</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2662615/momentum-pacaran-habibie-ainun-malam-hari-di-dalam-becak-dengan-jok-tertutup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2662615/momentum-pacaran-habibie-ainun-malam-hari-di-dalam-becak-dengan-jok-tertutup</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 18:14 WIB</pubDate><dc:creator> Dhea Alvionita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/337/2662615/momentum-pacaran-habibie-ainun-malam-hari-di-dalam-becak-dengan-jok-tertutup-s53169jsnj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/337/2662615/momentum-pacaran-habibie-ainun-malam-hari-di-dalam-becak-dengan-jok-tertutup-s53169jsnj.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Ant)</title></images><description>JAKARTA - Setelah libur Idul Fitri telah usai, Ainun harus kembali ke Jakarta untuk menempuh pendidikan dokter ahli penyakit anak, sekaligus bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Dr. Soetedjo.

Ainun menghabiskan masa pendidikannya di Asrama Wanita Universitas Indonesia, tepatnya di Jalan Kimia. Letaknya tidak jauh dari rumah kakak kandung tertua Habibie yaitu Titi Soebono binti Habibie di Jalan Mendut.

&amp;ldquo;Di Jakarta saya tinggal di Jalan Mendut. Rumah Sakit tempat Ainun bekerja, letaknya tidak jauh pula dari Jalan Mendut,&amp;rdquo; ujar Habibie yang dikutip dalam buku Habibie &amp;amp; Ainun.

BACA JUGA:Ketika Habibie Digertak untuk Tinggalkan Ainun: Sainganmu dari Keluarga Terkemuka Indonesia



BACA JUGA:Kisah Romantis Habibie-Ainun: Malam Takbiran Tahun 1962 Jadi Kenangan Manis Sepanjang Masa


Baginya, becak adalah kendaraan yang paling murah dan cepat digunakan untuk menghubungi Asrama Wanita, RSCM dan rumah Habibie tinggal. Namun, jika cuaca dan waktu mengizinkan, Habibie memilih untuk berjalan kaki untuk mendatangi di antara tiga alamat tersebut.

Dilansir dalam buku A.Makmur Makka SABJH halaman 383 (1),  Habibie dan Ainun menjalin kisah asmara, di tengah malam hari, di dalam becak dengan jok tertutup walaupun tidak hujan.

&amp;ldquo;Kami pacaran di Bandung dan Jakarta. Cuti saya tidak berlangsung lama. Ia rajin datang hingga setiap hari saya pulang kantor, ia selalu menunggu di rumah,&amp;rdquo; kata Habibie.

Semua momen berjalan dengan cepat. Habibie yakin jika Ainun memang sudah ditakdirkan untuk menghabiskan hidup bersamanya. Sekitar bulan Januari atau Februari Habibie datang. Lalu mengajaknya menikah pada bulan Mei.


Pada bulan Juni keduanya mengurus cuti, menemui Dekan Fakultas Kedokteran, Rektor Universitas Indonesia yang saat itu dijabat Pak Sjarif Thayeb, Menteri Riset Nasional dan Menteri PTIP. Dengan bekal masing-masing satu koper, akhirnya Ainun harus mengikut suaminya ke Jerman, Aachen.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah libur Idul Fitri telah usai, Ainun harus kembali ke Jakarta untuk menempuh pendidikan dokter ahli penyakit anak, sekaligus bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Dr. Soetedjo.

Ainun menghabiskan masa pendidikannya di Asrama Wanita Universitas Indonesia, tepatnya di Jalan Kimia. Letaknya tidak jauh dari rumah kakak kandung tertua Habibie yaitu Titi Soebono binti Habibie di Jalan Mendut.

&amp;ldquo;Di Jakarta saya tinggal di Jalan Mendut. Rumah Sakit tempat Ainun bekerja, letaknya tidak jauh pula dari Jalan Mendut,&amp;rdquo; ujar Habibie yang dikutip dalam buku Habibie &amp;amp; Ainun.

BACA JUGA:Ketika Habibie Digertak untuk Tinggalkan Ainun: Sainganmu dari Keluarga Terkemuka Indonesia



BACA JUGA:Kisah Romantis Habibie-Ainun: Malam Takbiran Tahun 1962 Jadi Kenangan Manis Sepanjang Masa


Baginya, becak adalah kendaraan yang paling murah dan cepat digunakan untuk menghubungi Asrama Wanita, RSCM dan rumah Habibie tinggal. Namun, jika cuaca dan waktu mengizinkan, Habibie memilih untuk berjalan kaki untuk mendatangi di antara tiga alamat tersebut.

Dilansir dalam buku A.Makmur Makka SABJH halaman 383 (1),  Habibie dan Ainun menjalin kisah asmara, di tengah malam hari, di dalam becak dengan jok tertutup walaupun tidak hujan.

&amp;ldquo;Kami pacaran di Bandung dan Jakarta. Cuti saya tidak berlangsung lama. Ia rajin datang hingga setiap hari saya pulang kantor, ia selalu menunggu di rumah,&amp;rdquo; kata Habibie.

Semua momen berjalan dengan cepat. Habibie yakin jika Ainun memang sudah ditakdirkan untuk menghabiskan hidup bersamanya. Sekitar bulan Januari atau Februari Habibie datang. Lalu mengajaknya menikah pada bulan Mei.


Pada bulan Juni keduanya mengurus cuti, menemui Dekan Fakultas Kedokteran, Rektor Universitas Indonesia yang saat itu dijabat Pak Sjarif Thayeb, Menteri Riset Nasional dan Menteri PTIP. Dengan bekal masing-masing satu koper, akhirnya Ainun harus mengikut suaminya ke Jerman, Aachen.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
