<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei: 75,7% Masyarakat Yakin Sektor Maritim Bisa Percepat Pemulihan Pasca-Pandemi</title><description>Sektor maritim dinilai oleh publik bisa jadi alternatif mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2663044/survei-75-7-masyarakat-yakin-sektor-maritim-bisa-percepat-pemulihan-pasca-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2663044/survei-75-7-masyarakat-yakin-sektor-maritim-bisa-percepat-pemulihan-pasca-pandemi"/><item><title>Survei: 75,7% Masyarakat Yakin Sektor Maritim Bisa Percepat Pemulihan Pasca-Pandemi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2663044/survei-75-7-masyarakat-yakin-sektor-maritim-bisa-percepat-pemulihan-pasca-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/07/337/2663044/survei-75-7-masyarakat-yakin-sektor-maritim-bisa-percepat-pemulihan-pasca-pandemi</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 22:19 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/337/2663044/survei-75-7-masyarakat-yakin-sektor-maritim-bisa-percepat-pemulihan-pasca-pandemi-CG7EKfNQGo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/337/2663044/survei-75-7-masyarakat-yakin-sektor-maritim-bisa-percepat-pemulihan-pasca-pandemi-CG7EKfNQGo.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Arus Survei Indonesia menyebutkan, sektor maritim dinilai oleh publik bisa jadi alternatif mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi.

&amp;ldquo;Sebanyak 75,7% publik yakin (gabungan antara sangat yakin 21,2% dan cukup yakin 54,5%) bahwa sektor maritim yakni kelautan dan perikanan bisa jadi altarnetif membantu mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi,&amp;rdquo; tutur Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif&amp;rsquo;an dalam paparan survei bertajuk &amp;ldquo;Prospek Ekonomi Maritim Pasca-Pandemi dan Suara Nelayan Indonesia&amp;rdquo;, Rabu, (7/9/2022).

Ali Rif&amp;rsquo;an menjelaskan bahwa meskipun sektor maritim sangat prospek mempercepat pemulihan ekonomi, namun dalam implementasinya masih terdapat banyak kendala.

BACA JUGA:RI Komitmen Jaga Pelayaran dan Lingkungan Maritim di Selat Malaka dan Singapura&amp;nbsp;

Masalah regulasi, hukum, dan kebijakan pemerintah merupakan persoalan yang paling menghambat Indonesia dalam pengembangkan sektor maritim.

&amp;ldquo;Masalah regulasi, hukum, dan kebijakan pemerintah (31,8%) merupakan persoalan yang paling menghambat Indonesia dalam pengembangkan sektor maritim, disusul masalah infrastruktur dan teknologi (18,7%), masalah struktur dan kelembagaan (16,4%), dan masalah mindset dan kultur Indonesia (11,3%),&amp;rdquo; terang Ali Rif&amp;rsquo;an.

Selain itu, Arus Survei Indonesia juga mepaparkan jejak pendapat masyarakat pesisir soal organisasi nelayan yang palingg dikenal.
&amp;ldquo;Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) merupakan organisasi nelayan yang paling dikenal warga pesisir (31,0%), disusul Serikat Nelayan Indonesia (24,1%), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (14,0%), dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (6,6%). Adapun sisanya 24,4% mengaku tidak tahu/tidak jawab,&amp;rdquo; demikian paparannya.

Survei lembaga Arus Survei Indonesia ini dilaksanakan pada tanggal 14 &amp;ndash; 20 Agustus 2022 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1200 responden dengan margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
</description><content:encoded>JAKARTA - Arus Survei Indonesia menyebutkan, sektor maritim dinilai oleh publik bisa jadi alternatif mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi.

&amp;ldquo;Sebanyak 75,7% publik yakin (gabungan antara sangat yakin 21,2% dan cukup yakin 54,5%) bahwa sektor maritim yakni kelautan dan perikanan bisa jadi altarnetif membantu mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi,&amp;rdquo; tutur Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif&amp;rsquo;an dalam paparan survei bertajuk &amp;ldquo;Prospek Ekonomi Maritim Pasca-Pandemi dan Suara Nelayan Indonesia&amp;rdquo;, Rabu, (7/9/2022).

Ali Rif&amp;rsquo;an menjelaskan bahwa meskipun sektor maritim sangat prospek mempercepat pemulihan ekonomi, namun dalam implementasinya masih terdapat banyak kendala.

BACA JUGA:RI Komitmen Jaga Pelayaran dan Lingkungan Maritim di Selat Malaka dan Singapura&amp;nbsp;

Masalah regulasi, hukum, dan kebijakan pemerintah merupakan persoalan yang paling menghambat Indonesia dalam pengembangkan sektor maritim.

&amp;ldquo;Masalah regulasi, hukum, dan kebijakan pemerintah (31,8%) merupakan persoalan yang paling menghambat Indonesia dalam pengembangkan sektor maritim, disusul masalah infrastruktur dan teknologi (18,7%), masalah struktur dan kelembagaan (16,4%), dan masalah mindset dan kultur Indonesia (11,3%),&amp;rdquo; terang Ali Rif&amp;rsquo;an.

Selain itu, Arus Survei Indonesia juga mepaparkan jejak pendapat masyarakat pesisir soal organisasi nelayan yang palingg dikenal.
&amp;ldquo;Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) merupakan organisasi nelayan yang paling dikenal warga pesisir (31,0%), disusul Serikat Nelayan Indonesia (24,1%), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (14,0%), dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (6,6%). Adapun sisanya 24,4% mengaku tidak tahu/tidak jawab,&amp;rdquo; demikian paparannya.

Survei lembaga Arus Survei Indonesia ini dilaksanakan pada tanggal 14 &amp;ndash; 20 Agustus 2022 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1200 responden dengan margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
</content:encoded></item></channel></rss>
