<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiprah Pramodhawardani: Menyempurnakan Pembangunan Borobudur hingga Menumpas Pemberontakan di Mataram</title><description>Pramodhawardani naik menjadi raja tunggal di Medang sebelum menikah dengan Mpu Manuku atau Rakai Pikatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/08/337/2663158/kiprah-pramodhawardani-menyempurnakan-pembangunan-borobudur-hingga-menumpas-pemberontakan-di-mataram</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/08/337/2663158/kiprah-pramodhawardani-menyempurnakan-pembangunan-borobudur-hingga-menumpas-pemberontakan-di-mataram"/><item><title>Kiprah Pramodhawardani: Menyempurnakan Pembangunan Borobudur hingga Menumpas Pemberontakan di Mataram</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/08/337/2663158/kiprah-pramodhawardani-menyempurnakan-pembangunan-borobudur-hingga-menumpas-pemberontakan-di-mataram</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/08/337/2663158/kiprah-pramodhawardani-menyempurnakan-pembangunan-borobudur-hingga-menumpas-pemberontakan-di-mataram</guid><pubDate>Kamis 08 September 2022 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/08/337/2663158/kiprah-pramodhawardani-menyempurnakan-pembangunan-borobudur-hingga-menumpas-pemberontakan-di-mataram-u5NZaFcURG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Doc: Freepik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/08/337/2663158/kiprah-pramodhawardani-menyempurnakan-pembangunan-borobudur-hingga-menumpas-pemberontakan-di-mataram-u5NZaFcURG.jpg</image><title>Ilustrasi/ Doc: Freepik</title></images><description>JAKARTA - Pramodhawardani dikisahkan pernah menjadi raja di Kerajaan Mataram Kuno. Ia menjadi raja keenam selepas Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samaratungga atau yang sering ditulis Samaratungga. Pramodhawardani naik menjadi raja tunggal di Medang sebelum menikah dengan Mpu Manuku atau Rakai Pikatan.

BACA JUGA:Pemberontakan yang Melanda Mataram Akibat Kepemimpinan Raja yang Kurang Cakap

Dikutip dari buku &quot;Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa&quot; tulisan Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad (2018), selama memerintah sebagai raja Medang, Pramodhawardani berjuang untuk mengembangkan agama Buddha, bersikap adil, dan menjaga keamanan di dalam negeri.

Di masa Pramodhawardani inilah bangunan megah yang bertahan hingga kini. Bangunan megah bernama Candi Borobudur dibangun oleh Pramodhawardani. Prasasti Kayumwungan menyebut sang Raja Mataram Kuno ini meresmikan sebuah bangunan jinalaya yang bertingkat-tingkat sangat indah.

BACA JUGA:Candi Borobudur dan Warisan Ilmu Astronomi Masa Lalu

Bangunan tersebut ditafsirkan oleh para sejarawan sebagai Candi Kamulan Bhumisambhara atau Candi Borobudur. Berpijak dari uraian di atas, maka terwujudnya bangunan jinalaya yang dibangun sejak pemerintahan Samaratungga tersebut tidak dapat dilepaskan dengan peran Pramodhawardani sebagai raja Medang.

Fakta tersebut membuktikan bahwa Pramodhawardani memiliki perhatian besar terhadap perkembangan agama Buddha di era pemerintahannya. Meskipun terdapat beberapa pendapat bahwa Pramodhawardani menganut agama Hindu siwa sesudah menikah dengan Mpu Manuku atau Rakai Pikatan.

Di masa pemerintahan Pramodhawardani ini pula, ia terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Fakta ini ditunjukkan pada Prasasti Tri Tepusan yang dikeluarkan pada 11 November 842. Prasasti tersebut mengemukakan adanya tokoh bergelar Sri Kahulunan (Pramodhawardani) yang membebaskan pajak beberapa desa (swatantra), karena penduduknya turut merawat bangunan suci Kamulan i Bhumisambhara.
Saat memerintah sebagai raja, Pramodhawardani tak terbilang mulus. Pasalnya di pemerintahannya muncul pemberontakan Rakai Walaing Mpu Kombhayoni yang pusat pertahanannya di kompleks Ratu Baka. Suatu bekas bangunan vihara bernama Abhayagirivihara yang berdiri pada era pemerintahan Rakai Panangkaran Dyah Pancapana.

BACA JUGA:Perempuan-Perempuan di Papua Nugini Dituduh Gunakan Sihir, Korban Dibakar hingga Disalib di Jalanan

Sesudah mengambil kesepakatan dengan Mpu Manuku suaminya, Pramodhawardani mengutus Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala, putra bungsunya untuk menumpas pemberontakan Mpu Kombhayoni. Hingga akhirnya Dyah Lokapala berhasil menumpas pemberontakan tersebut.

Sebagai imbalannya Pramodhawardani beserta Rakai Pikatan sepakat mengangkatnya Dyah Lokapala sebagai raja Medang. Sesudah Dyah Lokapala menjadi raja, Pramodhawardani beserta Mpu Manuku mengundurkan diri sebagai raja.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pramodhawardani dikisahkan pernah menjadi raja di Kerajaan Mataram Kuno. Ia menjadi raja keenam selepas Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samaratungga atau yang sering ditulis Samaratungga. Pramodhawardani naik menjadi raja tunggal di Medang sebelum menikah dengan Mpu Manuku atau Rakai Pikatan.

BACA JUGA:Pemberontakan yang Melanda Mataram Akibat Kepemimpinan Raja yang Kurang Cakap

Dikutip dari buku &quot;Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa&quot; tulisan Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad (2018), selama memerintah sebagai raja Medang, Pramodhawardani berjuang untuk mengembangkan agama Buddha, bersikap adil, dan menjaga keamanan di dalam negeri.

Di masa Pramodhawardani inilah bangunan megah yang bertahan hingga kini. Bangunan megah bernama Candi Borobudur dibangun oleh Pramodhawardani. Prasasti Kayumwungan menyebut sang Raja Mataram Kuno ini meresmikan sebuah bangunan jinalaya yang bertingkat-tingkat sangat indah.

BACA JUGA:Candi Borobudur dan Warisan Ilmu Astronomi Masa Lalu

Bangunan tersebut ditafsirkan oleh para sejarawan sebagai Candi Kamulan Bhumisambhara atau Candi Borobudur. Berpijak dari uraian di atas, maka terwujudnya bangunan jinalaya yang dibangun sejak pemerintahan Samaratungga tersebut tidak dapat dilepaskan dengan peran Pramodhawardani sebagai raja Medang.

Fakta tersebut membuktikan bahwa Pramodhawardani memiliki perhatian besar terhadap perkembangan agama Buddha di era pemerintahannya. Meskipun terdapat beberapa pendapat bahwa Pramodhawardani menganut agama Hindu siwa sesudah menikah dengan Mpu Manuku atau Rakai Pikatan.

Di masa pemerintahan Pramodhawardani ini pula, ia terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Fakta ini ditunjukkan pada Prasasti Tri Tepusan yang dikeluarkan pada 11 November 842. Prasasti tersebut mengemukakan adanya tokoh bergelar Sri Kahulunan (Pramodhawardani) yang membebaskan pajak beberapa desa (swatantra), karena penduduknya turut merawat bangunan suci Kamulan i Bhumisambhara.
Saat memerintah sebagai raja, Pramodhawardani tak terbilang mulus. Pasalnya di pemerintahannya muncul pemberontakan Rakai Walaing Mpu Kombhayoni yang pusat pertahanannya di kompleks Ratu Baka. Suatu bekas bangunan vihara bernama Abhayagirivihara yang berdiri pada era pemerintahan Rakai Panangkaran Dyah Pancapana.

BACA JUGA:Perempuan-Perempuan di Papua Nugini Dituduh Gunakan Sihir, Korban Dibakar hingga Disalib di Jalanan

Sesudah mengambil kesepakatan dengan Mpu Manuku suaminya, Pramodhawardani mengutus Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala, putra bungsunya untuk menumpas pemberontakan Mpu Kombhayoni. Hingga akhirnya Dyah Lokapala berhasil menumpas pemberontakan tersebut.

Sebagai imbalannya Pramodhawardani beserta Rakai Pikatan sepakat mengangkatnya Dyah Lokapala sebagai raja Medang. Sesudah Dyah Lokapala menjadi raja, Pramodhawardani beserta Mpu Manuku mengundurkan diri sebagai raja.
</content:encoded></item></channel></rss>
