<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demi Indonesia, TGB Zainul Majdi: Kader Perindo Harus Kesampingkan Ego Pribadi</title><description>Kader Partai Perindo diminta mengesampingkan ego pribadi. Yang harus diutamakan adalah kepentingan Indonesia.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/09/337/2664524/demi-indonesia-tgb-zainul-majdi-kader-perindo-harus-kesampingkan-ego-pribadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/09/337/2664524/demi-indonesia-tgb-zainul-majdi-kader-perindo-harus-kesampingkan-ego-pribadi"/><item><title>Demi Indonesia, TGB Zainul Majdi: Kader Perindo Harus Kesampingkan Ego Pribadi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/09/337/2664524/demi-indonesia-tgb-zainul-majdi-kader-perindo-harus-kesampingkan-ego-pribadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/09/337/2664524/demi-indonesia-tgb-zainul-majdi-kader-perindo-harus-kesampingkan-ego-pribadi</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/337/2664524/demi-indonesia-tgb-zainul-majdi-kader-perindo-harus-kesampingkan-ego-pribadi-7rOMA6tnI9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Harian DPP Partai Perindo TGB M Zainul Majdi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/337/2664524/demi-indonesia-tgb-zainul-majdi-kader-perindo-harus-kesampingkan-ego-pribadi-7rOMA6tnI9.jpg</image><title>Ketua Harian DPP Partai Perindo TGB M Zainul Majdi (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kader Partai Perindo diminta mengesampingkan ego pribadi. Yang harus diutamakan adalah kepentingan Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo TGB HM Zainul Majdi saat memberikan pengarahan dalam musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) DPW Partai Perindo Sumatera Utara.

TGB sekaligus menyampaikan, bila harapan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo adalah  bekerja kolektif melalui parpol mengikhtiarkan kesejahteraan bersama.

&quot;Bekerja bersama-sama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,&quot; katanya, Jumat (9/9) di Medan.

BACA JUGA:Muskerwil III Perindo Sumut, Rudi Zulham: Kami Makin Termotivasi Menang Pemilu 2024

&quot;Untuk itu ego pribadi harus dikesampingkan,&quot; sambungnya.

Dijelaskan, partai ini inklusif, apapun agama, ras, latar belakang, selama punya kehendak dan visi membangun Indonesia maka diberi kesempatan bergabung.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi8xLzE1MTk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Ada beberapa nilai di Partai Perindo harus diketahui oleh para kader,&quot; imbuhnya.

Beberapa nilai di perindo, lanjut Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia adalah nilai persatuan sesuai dengan namanya Persatuan Indonesia. Ini dimaknakan kata kerja, karena persatuan ini hasil dari kerja dari founding father.
&quot;Bagaimana para pendiri bangsa dengan latar belakang ideologi, sekolah, suku, maupun agama bersatu untuk berdirinya Indonesia,&quot; urainya.

TGB melanjutkan, kader Partai Perindo tak boleh terpecah belah seperti disampaikan dalam Alquran. Kitab suci agama yang lain pun menyampaikan yang sama.

Selain itu, lanjut TGB, tak boleh mengklaim kelompoknya paling berjasa. Menyebut yang paling benar. Bila ini berjalan, maka akan gagal untuk mencapai tujuan sebagai bangsa.

&quot;Hilang marwah di depan bangsa lain. Dilecehkan sebagai bangsa karena mengesampingkan nilai (kebersamaan),&quot; ujarnya.

TGB berpesan supaya mengejar kekuasaan tak menghalalkan segala cara. Seni mengejar kekuasaan seringkali membutakan diri. Terlena atas nama kekusaan.

&quot; Ujung-ujungnya menjadikan konflik dan perpecahan. Hal ini jangan sampai terjadi,&quot; pesannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kader Partai Perindo diminta mengesampingkan ego pribadi. Yang harus diutamakan adalah kepentingan Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo TGB HM Zainul Majdi saat memberikan pengarahan dalam musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) DPW Partai Perindo Sumatera Utara.

TGB sekaligus menyampaikan, bila harapan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo adalah  bekerja kolektif melalui parpol mengikhtiarkan kesejahteraan bersama.

&quot;Bekerja bersama-sama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,&quot; katanya, Jumat (9/9) di Medan.

BACA JUGA:Muskerwil III Perindo Sumut, Rudi Zulham: Kami Makin Termotivasi Menang Pemilu 2024

&quot;Untuk itu ego pribadi harus dikesampingkan,&quot; sambungnya.

Dijelaskan, partai ini inklusif, apapun agama, ras, latar belakang, selama punya kehendak dan visi membangun Indonesia maka diberi kesempatan bergabung.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi8xLzE1MTk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Ada beberapa nilai di Partai Perindo harus diketahui oleh para kader,&quot; imbuhnya.

Beberapa nilai di perindo, lanjut Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia adalah nilai persatuan sesuai dengan namanya Persatuan Indonesia. Ini dimaknakan kata kerja, karena persatuan ini hasil dari kerja dari founding father.
&quot;Bagaimana para pendiri bangsa dengan latar belakang ideologi, sekolah, suku, maupun agama bersatu untuk berdirinya Indonesia,&quot; urainya.

TGB melanjutkan, kader Partai Perindo tak boleh terpecah belah seperti disampaikan dalam Alquran. Kitab suci agama yang lain pun menyampaikan yang sama.

Selain itu, lanjut TGB, tak boleh mengklaim kelompoknya paling berjasa. Menyebut yang paling benar. Bila ini berjalan, maka akan gagal untuk mencapai tujuan sebagai bangsa.

&quot;Hilang marwah di depan bangsa lain. Dilecehkan sebagai bangsa karena mengesampingkan nilai (kebersamaan),&quot; ujarnya.

TGB berpesan supaya mengejar kekuasaan tak menghalalkan segala cara. Seni mengejar kekuasaan seringkali membutakan diri. Terlena atas nama kekusaan.

&quot; Ujung-ujungnya menjadikan konflik dan perpecahan. Hal ini jangan sampai terjadi,&quot; pesannya.</content:encoded></item></channel></rss>
