<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bawa Sajam saat Aksi Harga BBM, Mahasiswa Ini Jadi Tersangka   </title><description>Seorang mahasiswa berinisial I bawa senjata tajam (sajam) jenis belati saat unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/09/340/2664537/bawa-sajam-saat-aksi-harga-bbm-mahasiswa-ini-jadi-tersangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/09/340/2664537/bawa-sajam-saat-aksi-harga-bbm-mahasiswa-ini-jadi-tersangka"/><item><title> Bawa Sajam saat Aksi Harga BBM, Mahasiswa Ini Jadi Tersangka   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/09/340/2664537/bawa-sajam-saat-aksi-harga-bbm-mahasiswa-ini-jadi-tersangka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/09/340/2664537/bawa-sajam-saat-aksi-harga-bbm-mahasiswa-ini-jadi-tersangka</guid><pubDate>Sabtu 10 September 2022 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/340/2664537/bawa-sajam-saat-aksi-harga-bbm-mahasiswa-ini-jadi-tersangka-327v9ZqXYh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/340/2664537/bawa-sajam-saat-aksi-harga-bbm-mahasiswa-ini-jadi-tersangka-327v9ZqXYh.jpg</image><title>Illustrasi (foto: Okezone)</title></images><description>
MATARAM - Seorang mahasiswa berinisial I bawa senjata tajam (sajam) jenis belati saat unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPRD NTB, Kota Mataram, pada Kamis 8 September 2022, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, pihaknya menetapkan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di NTB tersebut sebagai tersangka sesuai dengan bukti hasil pemeriksaan.

&quot;Dari gelar perkara, perbuatan yang bersangkutan (membawa sajam) saat aksi unjuk rasa itu sudah memenuhi unsur pelanggaran pidana, sehingga kami tetapkan sebagai tersangka,&quot; kata Kadek Adi, seperti dilansir dari Antara, Jumat (9/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Patung Kuda, Massa Bakar Ban
Dia mengatakan, pihaknya menetapkan mahasiswa I sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam. Sesuai aturan pidana, I kini terancam 10 tahun penjara.

Dengan adanya penetapan ini, Kadek Adi memastikan penyidik sudah melakukan penahanan terhadap mahasiswa I di Rutan Polresta Mataram.

&quot;Karena sudah berstatus tersangka, yang bersangkutan kami tahan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Polisi Amankan 15 Ton BBM Diduga IlegalLebih lanjut, Kadek Adi meyakinkan bahwa penyidik kini masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kasus mahasiswa I. Termasuk mendalami motivasi yang bersangkutan membawa sajam saat aksi tolak kenaikan harga BBM.

&quot;Apa tujuan dia membawa sajam saat aksi, itu masih kami dalami. Intinya proses hukum kini sedang berjalan,&quot; ucap dia.

Pihak kepolisian awalnya mengamankan mahasiswa I saat bentrokan terjadi antara petugas pengamanan dengan massa aksi yang berupaya menerobos masuk ke dalam Gedung DPRD NTB.

Petugas kepolisian mengamankan mahasiswa I karena tertangkap tangan mengantongi sajam jenis belati. Dengan alasan keamanan, mahasiswa I kemudian diamankan dan dibawa ke Polresta Mataram untuk interogasi lebih lanjut.</description><content:encoded>
MATARAM - Seorang mahasiswa berinisial I bawa senjata tajam (sajam) jenis belati saat unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPRD NTB, Kota Mataram, pada Kamis 8 September 2022, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, pihaknya menetapkan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di NTB tersebut sebagai tersangka sesuai dengan bukti hasil pemeriksaan.

&quot;Dari gelar perkara, perbuatan yang bersangkutan (membawa sajam) saat aksi unjuk rasa itu sudah memenuhi unsur pelanggaran pidana, sehingga kami tetapkan sebagai tersangka,&quot; kata Kadek Adi, seperti dilansir dari Antara, Jumat (9/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Patung Kuda, Massa Bakar Ban
Dia mengatakan, pihaknya menetapkan mahasiswa I sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam. Sesuai aturan pidana, I kini terancam 10 tahun penjara.

Dengan adanya penetapan ini, Kadek Adi memastikan penyidik sudah melakukan penahanan terhadap mahasiswa I di Rutan Polresta Mataram.

&quot;Karena sudah berstatus tersangka, yang bersangkutan kami tahan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Polisi Amankan 15 Ton BBM Diduga IlegalLebih lanjut, Kadek Adi meyakinkan bahwa penyidik kini masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kasus mahasiswa I. Termasuk mendalami motivasi yang bersangkutan membawa sajam saat aksi tolak kenaikan harga BBM.

&quot;Apa tujuan dia membawa sajam saat aksi, itu masih kami dalami. Intinya proses hukum kini sedang berjalan,&quot; ucap dia.

Pihak kepolisian awalnya mengamankan mahasiswa I saat bentrokan terjadi antara petugas pengamanan dengan massa aksi yang berupaya menerobos masuk ke dalam Gedung DPRD NTB.

Petugas kepolisian mengamankan mahasiswa I karena tertangkap tangan mengantongi sajam jenis belati. Dengan alasan keamanan, mahasiswa I kemudian diamankan dan dibawa ke Polresta Mataram untuk interogasi lebih lanjut.</content:encoded></item></channel></rss>
