<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahagianya Ainun dan Habibie Tiba di Jerman, Disambut Bunga dan Kue Khas Aachen</title><description>Setibanya di Jerman, Habibie dan Ainun yang baru saja menikah disambut bunga dan kue khas Aachen oleh teman-temannya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/12/337/2665944/bahagianya-ainun-dan-habibie-tiba-di-jerman-disambut-bunga-dan-kue-khas-aachen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/12/337/2665944/bahagianya-ainun-dan-habibie-tiba-di-jerman-disambut-bunga-dan-kue-khas-aachen"/><item><title>Bahagianya Ainun dan Habibie Tiba di Jerman, Disambut Bunga dan Kue Khas Aachen</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/12/337/2665944/bahagianya-ainun-dan-habibie-tiba-di-jerman-disambut-bunga-dan-kue-khas-aachen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/12/337/2665944/bahagianya-ainun-dan-habibie-tiba-di-jerman-disambut-bunga-dan-kue-khas-aachen</guid><pubDate>Senin 12 September 2022 17:29 WIB</pubDate><dc:creator> Dhea Alvionita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/12/337/2665944/bahagianya-ainun-dan-habibie-tiba-di-jerman-disambut-bunga-dan-kue-khas-aachen-YtRr1tI6Hm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BJ Habibie dan Ainun. (Dok Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/12/337/2665944/bahagianya-ainun-dan-habibie-tiba-di-jerman-disambut-bunga-dan-kue-khas-aachen-YtRr1tI6Hm.jpg</image><title>BJ Habibie dan Ainun. (Dok Ant)</title></images><description>JAKARTA - Setelah resmi menikahi Ainun, Habibie hanya memiliki waktu kurang lebih dua minggu dari sisa masa cutinya sebelum kembali ke Jerman. Waktu tersebut digunakan mereka untuk menyekar ke makam ayah Habibie di Makassar dan berbulan madu di Bali hingga Yogyakarta.

Hari terus berlalu, cuti tiga bulan Habibie pun hanya tinggal satu minggu. Mereka memanfaatkannya sebagai ajang perpisahan dengan keluarga serta kawan-kawan di Bandung dan Jakarta.

Pada perpisahan di Jakarta, salah seorang dokter yang dahulu sekelas dengan Habibie di SMA mengeluarkan pernyataan sambil ketawa di depan para dokter dan sarjana lainnya di RSCM.

&amp;ldquo;Hebat! Rudy dapat merebut Ainun begitu cepat, tentunya yang dimanfaatkan cara orang Eropa khususnya orang Jerman!&quot; ujarnya seperti dikutip dari buku Habibie &amp;amp; Ainun.

Habibie tidak mengerti atas pertanyaan yang membingungkan. Dia hanya bisa tercengang dan tersenyum menanggapi para dokter itu.

Habibie kemudian mengirimkan telegram kepada kawan di Aachen, Jerman mengenai jadwal kedatangannya di D&amp;uuml;sseldorf. Seperti yang diceritakan, rupanya kawan-kawan Habibie di Aachen sudah mengetahui pernikahannya. Dengan kompak, para mahasiswa bersatu untuk menjemput kedatangan pengantin baru itu dan berkenalan dengan Ainun.

BACA JUGA:Cerita BJ Habibie Ketergantungan pada Ibunda: Perannya Sangat Besar

&amp;ldquo;Kami diberi hadiah bunga dan Printen (kue yang hanya diproduksi di Aachen) sebagai tanda selamat datang,&amp;rdquo; ucap Habibie, seperti yang dilansir dalam buku Habibie &amp;amp; Ainun.

Ketika itu, pandangan mata dan senyuman Ainun mencerminkan kebahagiaan. Menurut Habibie, itu adalah hal yang selalu memukau dan selalu merindukan pandangan selanjutnya yang tak dapat dilupakannya sepanjang masa.

Habibie terkenang dengan kejadian pada malam takbiran di Bandung pada 7 Maret 1962. Pandangan mata Ainun mampu menggetarkan perasaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh Habibie.


</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah resmi menikahi Ainun, Habibie hanya memiliki waktu kurang lebih dua minggu dari sisa masa cutinya sebelum kembali ke Jerman. Waktu tersebut digunakan mereka untuk menyekar ke makam ayah Habibie di Makassar dan berbulan madu di Bali hingga Yogyakarta.

Hari terus berlalu, cuti tiga bulan Habibie pun hanya tinggal satu minggu. Mereka memanfaatkannya sebagai ajang perpisahan dengan keluarga serta kawan-kawan di Bandung dan Jakarta.

Pada perpisahan di Jakarta, salah seorang dokter yang dahulu sekelas dengan Habibie di SMA mengeluarkan pernyataan sambil ketawa di depan para dokter dan sarjana lainnya di RSCM.

&amp;ldquo;Hebat! Rudy dapat merebut Ainun begitu cepat, tentunya yang dimanfaatkan cara orang Eropa khususnya orang Jerman!&quot; ujarnya seperti dikutip dari buku Habibie &amp;amp; Ainun.

Habibie tidak mengerti atas pertanyaan yang membingungkan. Dia hanya bisa tercengang dan tersenyum menanggapi para dokter itu.

Habibie kemudian mengirimkan telegram kepada kawan di Aachen, Jerman mengenai jadwal kedatangannya di D&amp;uuml;sseldorf. Seperti yang diceritakan, rupanya kawan-kawan Habibie di Aachen sudah mengetahui pernikahannya. Dengan kompak, para mahasiswa bersatu untuk menjemput kedatangan pengantin baru itu dan berkenalan dengan Ainun.

BACA JUGA:Cerita BJ Habibie Ketergantungan pada Ibunda: Perannya Sangat Besar

&amp;ldquo;Kami diberi hadiah bunga dan Printen (kue yang hanya diproduksi di Aachen) sebagai tanda selamat datang,&amp;rdquo; ucap Habibie, seperti yang dilansir dalam buku Habibie &amp;amp; Ainun.

Ketika itu, pandangan mata dan senyuman Ainun mencerminkan kebahagiaan. Menurut Habibie, itu adalah hal yang selalu memukau dan selalu merindukan pandangan selanjutnya yang tak dapat dilupakannya sepanjang masa.

Habibie terkenang dengan kejadian pada malam takbiran di Bandung pada 7 Maret 1962. Pandangan mata Ainun mampu menggetarkan perasaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh Habibie.


</content:encoded></item></channel></rss>
