<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badai Debu 'Terbangkan' Ratusan Tenda Pengungsi Korban Banjir Dahsyat Pakistan</title><description>Sedangkan hujan yang diperkirakan akan turun lagi pada pertengahan bulan telah mulai mengguyur daerah itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/14/18/2667280/badai-debu-terbangkan-ratusan-tenda-pengungsi-korban-banjir-dahsyat-pakistan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/14/18/2667280/badai-debu-terbangkan-ratusan-tenda-pengungsi-korban-banjir-dahsyat-pakistan"/><item><title>Badai Debu 'Terbangkan' Ratusan Tenda Pengungsi Korban Banjir Dahsyat Pakistan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/14/18/2667280/badai-debu-terbangkan-ratusan-tenda-pengungsi-korban-banjir-dahsyat-pakistan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/14/18/2667280/badai-debu-terbangkan-ratusan-tenda-pengungsi-korban-banjir-dahsyat-pakistan</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/18/2667280/badai-debu-terbangkan-ratusan-tenda-pengungsi-korban-banjir-dahsyat-pakistan-V573GqKKcB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Badai debu terbangkan ratusan tenda pengungsi banjir dahsyat Pakistan (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/18/2667280/badai-debu-terbangkan-ratusan-tenda-pengungsi-korban-banjir-dahsyat-pakistan-V573GqKKcB.jpg</image><title>Badai debu terbangkan ratusan tenda pengungsi banjir dahsyat Pakistan (Foto: AP)</title></images><description>PAKISTAN - Para pejabat di Pakistan mengatakan badai pasir atau debu di kota Sehwan, provinsi Sindh, pada Senin (12/9/2022) telah &amp;lsquo;menerbangkan&amp;rsquo; ratusan tenda yang didirikan di pinggir jalan oleh orang-orang yang kehilangan rumah akibat banjir baru-baru ini. Sedangkan hujan yang diperkirakan akan turun lagi pada pertengahan bulan telah mulai mengguyur daerah itu.

Departemen Meteorologi Pakistan pada Senin (12/9/2022) memperkirakan lebih banyak lagi hujan di daerah itu dalam beberapa hari mendatang, menimbulkan ancaman baru bagi para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda atau di tempat terbuka di pinggir jalan raya yang ditinggikan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Badai Pasir Hantam Dubai hingga Suriah, Kerugian Capai Rp190 Triliun per Tahun
&amp;ldquo;Desa kami, kota kami, semua terendam. Kami datang ke sini dan tinggal di tenda-tenda. Sekarang tenda-tenda itu terbang, dan cuaca sangat buruk. Hujan telah mulai turun lagi. Adakah yang dapat menolong kami? Tolong bantu kami,&amp;rdquo; terang korban banjir Ghulam Mohammad, dikutip VOA.
Baca juga:&amp;nbsp;Madinah Diterpa Badai Pasir, Pemulangan Jamaah Kloter 32 SUB TergangguBadan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mulai bekerja untuk menilai kebutuhan rekonstruksi negara Asia Selatan itu setelah diguyur hujan dengan curah 391 milimeter, atau hampir 190 persen lebih banyak daripada rata-rata curah 30 tahun, pada Juli dan Agustus lalu. Sindh menerima hujan 466% lebih banyak daripada rata-rata.



Banjir akibat hujan monsun yang curahnya mencapai rekor dan pencarian gletser di kawasan pegunungan di bagian utara telah berdampak pada 33 juta jiwa dan menewaskan hampir 1.400 orang, menghanyutkan rumah-rumah, jalan, rel kereta, ternak dan tanaman palawija, dengan perkiraan nilai kerusakan mencapai USD30 miliar.

</description><content:encoded>PAKISTAN - Para pejabat di Pakistan mengatakan badai pasir atau debu di kota Sehwan, provinsi Sindh, pada Senin (12/9/2022) telah &amp;lsquo;menerbangkan&amp;rsquo; ratusan tenda yang didirikan di pinggir jalan oleh orang-orang yang kehilangan rumah akibat banjir baru-baru ini. Sedangkan hujan yang diperkirakan akan turun lagi pada pertengahan bulan telah mulai mengguyur daerah itu.

Departemen Meteorologi Pakistan pada Senin (12/9/2022) memperkirakan lebih banyak lagi hujan di daerah itu dalam beberapa hari mendatang, menimbulkan ancaman baru bagi para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda atau di tempat terbuka di pinggir jalan raya yang ditinggikan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Badai Pasir Hantam Dubai hingga Suriah, Kerugian Capai Rp190 Triliun per Tahun
&amp;ldquo;Desa kami, kota kami, semua terendam. Kami datang ke sini dan tinggal di tenda-tenda. Sekarang tenda-tenda itu terbang, dan cuaca sangat buruk. Hujan telah mulai turun lagi. Adakah yang dapat menolong kami? Tolong bantu kami,&amp;rdquo; terang korban banjir Ghulam Mohammad, dikutip VOA.
Baca juga:&amp;nbsp;Madinah Diterpa Badai Pasir, Pemulangan Jamaah Kloter 32 SUB TergangguBadan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mulai bekerja untuk menilai kebutuhan rekonstruksi negara Asia Selatan itu setelah diguyur hujan dengan curah 391 milimeter, atau hampir 190 persen lebih banyak daripada rata-rata curah 30 tahun, pada Juli dan Agustus lalu. Sindh menerima hujan 466% lebih banyak daripada rata-rata.



Banjir akibat hujan monsun yang curahnya mencapai rekor dan pencarian gletser di kawasan pegunungan di bagian utara telah berdampak pada 33 juta jiwa dan menewaskan hampir 1.400 orang, menghanyutkan rumah-rumah, jalan, rel kereta, ternak dan tanaman palawija, dengan perkiraan nilai kerusakan mencapai USD30 miliar.

</content:encoded></item></channel></rss>
