<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hakim Agung Lolos Seleksi Tidak Keluar Uang, Kecuali untuk Beli Materai</title><description>Ketika saya lulus hakim agung, dalam seleksi tersebut, saya, se-rupiah pun tidak mengeluarkan uang. Kecuali beli materai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/14/337/2667344/hakim-agung-lolos-seleksi-tidak-keluar-uang-kecuali-untuk-beli-materai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/14/337/2667344/hakim-agung-lolos-seleksi-tidak-keluar-uang-kecuali-untuk-beli-materai"/><item><title>Hakim Agung Lolos Seleksi Tidak Keluar Uang, Kecuali untuk Beli Materai</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/14/337/2667344/hakim-agung-lolos-seleksi-tidak-keluar-uang-kecuali-untuk-beli-materai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/14/337/2667344/hakim-agung-lolos-seleksi-tidak-keluar-uang-kecuali-untuk-beli-materai</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/337/2667344/hakim-agung-lolos-seleksi-tidak-keluar-uang-kecuali-untuk-beli-materai-ZIiW3vybYi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/337/2667344/hakim-agung-lolos-seleksi-tidak-keluar-uang-kecuali-untuk-beli-materai-ZIiW3vybYi.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) kembali membuka seleksi dan penjaringan Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc untuk ke dua kalinya pada 2022.

Hakim Agung pada Kamar Pidana MA Republik Indonesia Jupriyadi memberi beberapa tips berdasarkan pengalamannya mengikuti seleksi serupa. Jupriyadi memastikan, uang tidak bisa menjadi bekal dalam menghadapi seleksi itu.

&amp;ldquo;Ketika saya lulus hakim agung, dalam seleksi tersebut, saya, se-rupiah pun tidak mengeluarkan uang. Kecuali beli materai, karena harus ada tanda tangan, surat pernyataan itu kan ada materai dan sebagainya,&amp;rdquo; kata dia, Rabu (14/9/2022).

Langkah tersebut ditempuh Jupriyadi, seiring komitmen besar yang dipegangnya selama ini. Bagi dia, ketika ada uang sebagai alat untuk meloloskan proses seleksi, akan ada beban besar yang akan dihadapinya.

BACA JUGA:KY Buka Seleksi dan Penjaringan Calon Hakim Agung, Ini Persyaratannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sampai saya bilang, saya kalau pakai uang itu, saya nggak akan jalani. Itu nggak akan barokah dan nanti perjalanan kita akan terganggu oleh beban-beban,&amp;rdquo; papar dia.

Alih-alih mengandalkan uang, Jupriyadi justru memupuk rasa percaya diri untuk menghadapinya. Niat, dinilai dia memiliki peran besar dalam perjalanannya mengikuti seleksi itu.&amp;ldquo;Alhamdulillah, dengan kita niat, bismillah ikut daftar dan juga jangan sampai kita &amp;lsquo;ah enggak terima, ya nggak apa-apa.&amp;rsquo; Jangan. Ya kalau bisa harus diterima. Sehingga niat kita bulat bermohon kepada Allah SWT dan bekal siap bertempur untuk ujian, terutama yang kualitas,&amp;rdquo; papar dia.

&amp;ldquo;Walaupun saya tidak kenal siapapun di Komisi Yudisial, kecuali Bu (Siti) Nurjanah karena dulu direktur, tapi bukan berarti karena kenal terus ada hubungan, oh nggak. Sama sekali tidak pernah menghubungi dan lain sebagainya. Jadi, seleksi yang dilakukan oleh KY, yang saya rasakan dan saya pahami, itu sangat transparan. Dan bisa dipertanggungjawabkan,&amp;rdquo; lanjut dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) kembali membuka seleksi dan penjaringan Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc untuk ke dua kalinya pada 2022.

Hakim Agung pada Kamar Pidana MA Republik Indonesia Jupriyadi memberi beberapa tips berdasarkan pengalamannya mengikuti seleksi serupa. Jupriyadi memastikan, uang tidak bisa menjadi bekal dalam menghadapi seleksi itu.

&amp;ldquo;Ketika saya lulus hakim agung, dalam seleksi tersebut, saya, se-rupiah pun tidak mengeluarkan uang. Kecuali beli materai, karena harus ada tanda tangan, surat pernyataan itu kan ada materai dan sebagainya,&amp;rdquo; kata dia, Rabu (14/9/2022).

Langkah tersebut ditempuh Jupriyadi, seiring komitmen besar yang dipegangnya selama ini. Bagi dia, ketika ada uang sebagai alat untuk meloloskan proses seleksi, akan ada beban besar yang akan dihadapinya.

BACA JUGA:KY Buka Seleksi dan Penjaringan Calon Hakim Agung, Ini Persyaratannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sampai saya bilang, saya kalau pakai uang itu, saya nggak akan jalani. Itu nggak akan barokah dan nanti perjalanan kita akan terganggu oleh beban-beban,&amp;rdquo; papar dia.

Alih-alih mengandalkan uang, Jupriyadi justru memupuk rasa percaya diri untuk menghadapinya. Niat, dinilai dia memiliki peran besar dalam perjalanannya mengikuti seleksi itu.&amp;ldquo;Alhamdulillah, dengan kita niat, bismillah ikut daftar dan juga jangan sampai kita &amp;lsquo;ah enggak terima, ya nggak apa-apa.&amp;rsquo; Jangan. Ya kalau bisa harus diterima. Sehingga niat kita bulat bermohon kepada Allah SWT dan bekal siap bertempur untuk ujian, terutama yang kualitas,&amp;rdquo; papar dia.

&amp;ldquo;Walaupun saya tidak kenal siapapun di Komisi Yudisial, kecuali Bu (Siti) Nurjanah karena dulu direktur, tapi bukan berarti karena kenal terus ada hubungan, oh nggak. Sama sekali tidak pernah menghubungi dan lain sebagainya. Jadi, seleksi yang dilakukan oleh KY, yang saya rasakan dan saya pahami, itu sangat transparan. Dan bisa dipertanggungjawabkan,&amp;rdquo; lanjut dia.</content:encoded></item></channel></rss>
