<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua Perindo Harap Pesantren Perbaiki Sistem Tata Kelola</title><description>Hal ini merespons adanya sejumlah kasus kekerasan di dalam lingkungan pesantren.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/18/337/2670005/ketua-perindo-harap-pesantren-perbaiki-sistem-tata-kelola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/18/337/2670005/ketua-perindo-harap-pesantren-perbaiki-sistem-tata-kelola"/><item><title>Ketua Perindo Harap Pesantren Perbaiki Sistem Tata Kelola</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/18/337/2670005/ketua-perindo-harap-pesantren-perbaiki-sistem-tata-kelola</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/18/337/2670005/ketua-perindo-harap-pesantren-perbaiki-sistem-tata-kelola</guid><pubDate>Minggu 18 September 2022 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/18/337/2670005/ketua-perindo-harap-pesantren-perbaiki-sistem-tata-kelola-45e6gXnlmw.png" expression="full" type="image/jpeg">Abdul Khaliq. (Foto: Youtube Perindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/18/337/2670005/ketua-perindo-harap-pesantren-perbaiki-sistem-tata-kelola-45e6gXnlmw.png</image><title>Abdul Khaliq. (Foto: Youtube Perindo)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan, Abdul Khaliq Ahmad berharap pesantren di Indonesia dapat memperbaiki sistem tata kelola saat ini. Hal ini merespons adanya sejumlah kasus kekerasan di dalam lingkungan pesantren.&amp;nbsp;

&quot;Saya kira pertama di dalam pesantren itu harus ada sistem tata kelola yang baik jadi bisa terkait dengan soal pembinaan, perlindungan, pengamanan dan kenyamanan belajar santri di situ,&quot; ujar Abdul dalam podcast Aksi Nyata Partai Perindo yang disiarkan secara daring, Minggu (18/09/2022).

Kemudian dalam pengelolaannya pun, harus terintegrasi antara sistem pendidikan formal dengan sistem pembinaan ke asramaannya.&amp;nbsp;

Menurutnya, pesantren saat ini telah melakukan pembinaan dalam sistem pendidikan formal yakni dalam proses belajar mengajar secara aktual diselenggarakan berlandaskan kurikulum resmi.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Santri Gontor Tewas Dianiaya, Ketua DPP Perindo Minta Masyarakat Tak Stigma Buruk Pesantren
Namun, sistem pengasramaan masih harus diperjelas karena terkait dengan soal keamanan, kebersihan dan keindahan dari pondok pesantren.

&quot;Jadi intinya tata kelola lembaga pendidikan pesantren itu memang harus terintegrasi baik berdasarkan sistem pendidikan formal maupun berdasarkan sistem pembinaan santri di luar waktu-waktu formal-formal pendidikan sekolah,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Sebab, pesantren maupun lembaga-lembaga sekolah lainnya yang menerapkan sistem&amp;nbsp;asrama memiliki nilai tambah. Terlebih adanya pembinaan lanjutan setelah proses pendidikan sekolah formal.&amp;nbsp;

&quot;Hanya saja yang perlu diperhatikan sistem pembinaan di luar sekolah misalnya bagaimana pola asuh antara senior dan junior, pesantren antara anak didik. Jadi ada tanggung jawab, baik yang bersifat pendidikan formal maupun dalam pendidikan keseharian individual,&quot; kata dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan, Abdul Khaliq Ahmad berharap pesantren di Indonesia dapat memperbaiki sistem tata kelola saat ini. Hal ini merespons adanya sejumlah kasus kekerasan di dalam lingkungan pesantren.&amp;nbsp;

&quot;Saya kira pertama di dalam pesantren itu harus ada sistem tata kelola yang baik jadi bisa terkait dengan soal pembinaan, perlindungan, pengamanan dan kenyamanan belajar santri di situ,&quot; ujar Abdul dalam podcast Aksi Nyata Partai Perindo yang disiarkan secara daring, Minggu (18/09/2022).

Kemudian dalam pengelolaannya pun, harus terintegrasi antara sistem pendidikan formal dengan sistem pembinaan ke asramaannya.&amp;nbsp;

Menurutnya, pesantren saat ini telah melakukan pembinaan dalam sistem pendidikan formal yakni dalam proses belajar mengajar secara aktual diselenggarakan berlandaskan kurikulum resmi.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Santri Gontor Tewas Dianiaya, Ketua DPP Perindo Minta Masyarakat Tak Stigma Buruk Pesantren
Namun, sistem pengasramaan masih harus diperjelas karena terkait dengan soal keamanan, kebersihan dan keindahan dari pondok pesantren.

&quot;Jadi intinya tata kelola lembaga pendidikan pesantren itu memang harus terintegrasi baik berdasarkan sistem pendidikan formal maupun berdasarkan sistem pembinaan santri di luar waktu-waktu formal-formal pendidikan sekolah,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Sebab, pesantren maupun lembaga-lembaga sekolah lainnya yang menerapkan sistem&amp;nbsp;asrama memiliki nilai tambah. Terlebih adanya pembinaan lanjutan setelah proses pendidikan sekolah formal.&amp;nbsp;

&quot;Hanya saja yang perlu diperhatikan sistem pembinaan di luar sekolah misalnya bagaimana pola asuh antara senior dan junior, pesantren antara anak didik. Jadi ada tanggung jawab, baik yang bersifat pendidikan formal maupun dalam pendidikan keseharian individual,&quot; kata dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
