<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanah Longsor di Nepal Tewaskan 22 Orang</title><description>Setidaknya 70 orang tewas di sleuruh negeri saat Nepal dilanda banjir bandang dan tanah longsor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/19/18/2670424/tanah-longsor-di-nepal-tewaskan-22-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/19/18/2670424/tanah-longsor-di-nepal-tewaskan-22-orang"/><item><title>Tanah Longsor di Nepal Tewaskan 22 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/19/18/2670424/tanah-longsor-di-nepal-tewaskan-22-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/19/18/2670424/tanah-longsor-di-nepal-tewaskan-22-orang</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/18/2670424/tanah-longsor-di-nepal-tewaskan-22-orang-UC32JgmNYi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/18/2670424/tanah-longsor-di-nepal-tewaskan-22-orang-UC32JgmNYi.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>KATHMANDU - Tim penyelamat di Nepal berjuang melawan hujan deras untuk mengeluarkan mayat dari puing-puing rumah yang terkubur oleh tanah longsor yang menyebabkan 22 kematian dan melukai 10 orang, kata para pejabat, Minggu, (19/9/2022).
Bencana terbaru itu terjadi di distrik Achham, sekira 450 km barat ibu kota Kathmandu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ingin Selamatkan Adiknya, Sang Kakak Turut Meninggal Tertimbun Longsor

Banjir bandang dan tanah longsor adalah kejadian umum di daerah pegunungan negara Himalaya terutama selama musim hujan tahunan antara Juni dan September.
Setidaknya 70 orang tewas dan 13 hilang di seluruh negeri dalam banjir bandang dan tanah longsor tahun ini, menurut data resmi yang dilansir Reuters.
Relawan, polisi dan penyelamat militer sedang mencari orang hilang di Achham. Di distrik Kailali yang berdekatan, pihak berwenang menemukan mayat seorang nelayan yang hanyut di sungai Geta yang meluap.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Akibat Gletser Mencair, Nepal Akan Pindahkan Kamp Gunung Everest yang Digunakan 1.500 Pendaki
Yagya Raj Joshi, seorang pejabat di Kailali mengatakan sekira 1.500 orang mengungsi karena banjir ditampung di gedung-gedung publik.
Media lokal menyiarkan gambar petak-petak pertanian yang terendam oleh air banjir, jembatan gantung yang hancur, dan penduduk desa yang mengarungi air setinggi dada.
</description><content:encoded>KATHMANDU - Tim penyelamat di Nepal berjuang melawan hujan deras untuk mengeluarkan mayat dari puing-puing rumah yang terkubur oleh tanah longsor yang menyebabkan 22 kematian dan melukai 10 orang, kata para pejabat, Minggu, (19/9/2022).
Bencana terbaru itu terjadi di distrik Achham, sekira 450 km barat ibu kota Kathmandu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ingin Selamatkan Adiknya, Sang Kakak Turut Meninggal Tertimbun Longsor

Banjir bandang dan tanah longsor adalah kejadian umum di daerah pegunungan negara Himalaya terutama selama musim hujan tahunan antara Juni dan September.
Setidaknya 70 orang tewas dan 13 hilang di seluruh negeri dalam banjir bandang dan tanah longsor tahun ini, menurut data resmi yang dilansir Reuters.
Relawan, polisi dan penyelamat militer sedang mencari orang hilang di Achham. Di distrik Kailali yang berdekatan, pihak berwenang menemukan mayat seorang nelayan yang hanyut di sungai Geta yang meluap.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Akibat Gletser Mencair, Nepal Akan Pindahkan Kamp Gunung Everest yang Digunakan 1.500 Pendaki
Yagya Raj Joshi, seorang pejabat di Kailali mengatakan sekira 1.500 orang mengungsi karena banjir ditampung di gedung-gedung publik.
Media lokal menyiarkan gambar petak-petak pertanian yang terendam oleh air banjir, jembatan gantung yang hancur, dan penduduk desa yang mengarungi air setinggi dada.
</content:encoded></item></channel></rss>
