<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud: Percuma jika Polri Miliki Aturan Bagus Namun Tak Sejalan Kultur dan Kebiasaan Aparatnya!</title><description>Mahfud MD pun menyinggung sosok Jenderal Hoegeng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/21/337/2671790/mahfud-percuma-jika-polri-miliki-aturan-bagus-namun-tak-sejalan-kultur-dan-kebiasaan-aparatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/21/337/2671790/mahfud-percuma-jika-polri-miliki-aturan-bagus-namun-tak-sejalan-kultur-dan-kebiasaan-aparatnya"/><item><title>Mahfud: Percuma jika Polri Miliki Aturan Bagus Namun Tak Sejalan Kultur dan Kebiasaan Aparatnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/21/337/2671790/mahfud-percuma-jika-polri-miliki-aturan-bagus-namun-tak-sejalan-kultur-dan-kebiasaan-aparatnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/21/337/2671790/mahfud-percuma-jika-polri-miliki-aturan-bagus-namun-tak-sejalan-kultur-dan-kebiasaan-aparatnya</guid><pubDate>Rabu 21 September 2022 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/21/337/2671790/mahfud-percuma-jika-polri-miliki-aturan-bagus-namun-tak-sejalan-kultur-dan-kebiasaan-aparatnya-tOMnQfNO88.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/21/337/2671790/mahfud-percuma-jika-polri-miliki-aturan-bagus-namun-tak-sejalan-kultur-dan-kebiasaan-aparatnya-tOMnQfNO88.jpg</image><title>Mahfud MD/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta adanya perubahan kultur di tubuh Polri.
(Baca juga: Duh! Ternyata Masih Banyak Polisi yang Hidup Glamor dan Pamer Harta di Medsos)
Hal itu kata Mahfud menanggapi kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang didalangi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
&quot;Ya itu reformasi kultural, memang harus diperbaiki (kulturnya), misalnya kedisiplinan yang membabi-buta, itu kan tidak boleh menjadi kultur begitu,&quot; kata Mahfud MD dalam video yang diunggah di Youtube Polri TV Radio dikutip pada Rabu (21/9/2022).
Menurut Mahfud, akan menjadi percuma jika Polri memiliki aturan yang bagus, namun tidak sejalan dengan kultur dan kebiasaan aparatnya.
&quot;Hanya ada di masalah kultur ya yang kemudian mempengaruhi kinerja-kinerja struktur yang sudah bagus ini,&quot; katanya.
&quot;Ga ada gunanya dong memperbaiki aturan, isi aturan kalau budaya hukumnya ga bener,&quot; sambungnya.
Mahfud juga menyoroti soal moralitas anggota Polri yang perlu diubah. Terutama berkenaan dengan hedonisme hingga kesewenang-wenangan yang ditunjukkan oleh anggota Korps Bhayangkara.
&quot;Yang paling penting adalah moralitas sikap tamak, hedonis, sewenang-wenang, kesombongan itu kan termasuk dalam lingkup moralitas kita bagaimana menjadi polisi yang humble,&quot; katanya.
Mahfud MD pun menyinggung sosok Jenderal Hoegeng yang merupakan Kapolri kelima yang dikenal sebagai polisi jujur, dan berani di Indonesia.

Bahkan, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid pernah memuji kejujuran Hoegeng dengan mengatakan bahwa hanya ada tiga polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng.

Untuk itu, Mahfud meminta agar Polri saat ini dapat berbenah diri sehingga kehadirannya dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.



&quot;Mari kita membuat diri kita masing-masing periode kita ini mau berbuat apa agar Polri itu bermanfaat kehadirannya bagi bangsa dan negara,&quot;pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta adanya perubahan kultur di tubuh Polri.
(Baca juga: Duh! Ternyata Masih Banyak Polisi yang Hidup Glamor dan Pamer Harta di Medsos)
Hal itu kata Mahfud menanggapi kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang didalangi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
&quot;Ya itu reformasi kultural, memang harus diperbaiki (kulturnya), misalnya kedisiplinan yang membabi-buta, itu kan tidak boleh menjadi kultur begitu,&quot; kata Mahfud MD dalam video yang diunggah di Youtube Polri TV Radio dikutip pada Rabu (21/9/2022).
Menurut Mahfud, akan menjadi percuma jika Polri memiliki aturan yang bagus, namun tidak sejalan dengan kultur dan kebiasaan aparatnya.
&quot;Hanya ada di masalah kultur ya yang kemudian mempengaruhi kinerja-kinerja struktur yang sudah bagus ini,&quot; katanya.
&quot;Ga ada gunanya dong memperbaiki aturan, isi aturan kalau budaya hukumnya ga bener,&quot; sambungnya.
Mahfud juga menyoroti soal moralitas anggota Polri yang perlu diubah. Terutama berkenaan dengan hedonisme hingga kesewenang-wenangan yang ditunjukkan oleh anggota Korps Bhayangkara.
&quot;Yang paling penting adalah moralitas sikap tamak, hedonis, sewenang-wenang, kesombongan itu kan termasuk dalam lingkup moralitas kita bagaimana menjadi polisi yang humble,&quot; katanya.
Mahfud MD pun menyinggung sosok Jenderal Hoegeng yang merupakan Kapolri kelima yang dikenal sebagai polisi jujur, dan berani di Indonesia.

Bahkan, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid pernah memuji kejujuran Hoegeng dengan mengatakan bahwa hanya ada tiga polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng.

Untuk itu, Mahfud meminta agar Polri saat ini dapat berbenah diri sehingga kehadirannya dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.



&quot;Mari kita membuat diri kita masing-masing periode kita ini mau berbuat apa agar Polri itu bermanfaat kehadirannya bagi bangsa dan negara,&quot;pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
