<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin Mobilisasi Militer Tambah Pasukan Perang, Para Pemuda Rusia Mulai Merasa Ketakutan</title><description>Tetapi para pemuda Rusia mengatakan kepada BBC tentang ketakutan mereka tentang mobilisasi itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/22/18/2672743/putin-mobilisasi-militer-tambah-pasukan-perang-para-pemuda-rusia-mulai-merasa-ketakutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/22/18/2672743/putin-mobilisasi-militer-tambah-pasukan-perang-para-pemuda-rusia-mulai-merasa-ketakutan"/><item><title>Putin Mobilisasi Militer Tambah Pasukan Perang, Para Pemuda Rusia Mulai Merasa Ketakutan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/22/18/2672743/putin-mobilisasi-militer-tambah-pasukan-perang-para-pemuda-rusia-mulai-merasa-ketakutan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/22/18/2672743/putin-mobilisasi-militer-tambah-pasukan-perang-para-pemuda-rusia-mulai-merasa-ketakutan</guid><pubDate>Kamis 22 September 2022 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/22/18/2672743/putin-mobilisasi-militer-tambah-pasukan-perang-para-pemuda-rusia-mulai-merasa-ketakutan-zaLmHbqlsS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putin umumkan mobilisasi militer menambah tentara untuk perang di Ukraina (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/22/18/2672743/putin-mobilisasi-militer-tambah-pasukan-perang-para-pemuda-rusia-mulai-merasa-ketakutan-zaLmHbqlsS.jpg</image><title>Putin umumkan mobilisasi militer menambah tentara untuk perang di Ukraina (Foto: Reuters)</title></images><description>RUSIA &amp;ndash; Perintah mobilisasi militer parsial yang diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin terus memanas dan menjadi perhatian banyak orang. Melalui keputusan ini, Putin akan merekrut sekutar 300.000 tentara cadangan - tetapi bukan wajib militer - untuk mendukung pasukan Rusia yang telah mengalami kekalahan di medan perang baru-baru ini di Ukraina.

Langkah itu dilakukan sehari setelah wilayah pendudukan Ukraina mengumumkan referendum cepat untuk bergabung dengan Rusia.
&amp;nbsp;beberapa pihak mendukung keputusan Putin ini. Di Rusia, gubernur regional pro-Putin, yang sekarang harus mengorganisir mobilisasi itu, menyuarakan dukungan untuk keputusan tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Protes Mobilisasi Militer dan Anti Perang, Rusia Tangkap 1.300 Lebih Pengunjuk Rasa
&quot;Kami tidak akan dilemahkan, terpecah, atau dimusnahkan,&quot; kata Gubernur Ulyanovsk Alexei Russkikh. &quot;Wilayah kami, seperti yang lainnya di negara kami, memiliki tugas untuk memobilisasi warga untuk dinas militer,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Putin Umumkan Mobilisasi Militer Parsial, Penerbangan Keluar Rusia Langsung Habis Terjual&amp;nbsp;
Gubernur Chelyabinsk Alexei Teksler mengatakan mobilisasi diperlukan untuk memastikan &quot;kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial&quot; Rusia.

Tetapi para pemuda Rusia mengatakan kepada BBC tentang ketakutan mereka tentang mobilisasi itu.&quot;Saya berharap itu tidak akan pernah terjadi,&amp;rdquo; terang Matvey di St Petersburg.

&quot;Sekarang jelas bahwa Putin tidak akan mundur dan dia akan melanjutkan pertarungan bodohnya kepada warga Rusia terakhir,&amp;rdquo; lanjutnya.

&quot;Saya seharusnya tidak direkrut selama langkah mobilisasi ini, tetapi tidak ada jaminan bahwa keadaan tidak akan menjadi lebih buruk,&amp;rdquo; ujarnya.

Ketakutan yang sama dirasakan Evgeny, warga Rusia berusia 31 tahun yang tinggal di Inggris.

&quot;Semua orang benar-benar takut, setiap orang mengirimkan informasi yang berbeda tentang mobilisasi. Sangat sulit untuk mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak. Tidak ada yang mempercayai pemerintah,&amp;rdquo; terangnya.

</description><content:encoded>RUSIA &amp;ndash; Perintah mobilisasi militer parsial yang diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin terus memanas dan menjadi perhatian banyak orang. Melalui keputusan ini, Putin akan merekrut sekutar 300.000 tentara cadangan - tetapi bukan wajib militer - untuk mendukung pasukan Rusia yang telah mengalami kekalahan di medan perang baru-baru ini di Ukraina.

Langkah itu dilakukan sehari setelah wilayah pendudukan Ukraina mengumumkan referendum cepat untuk bergabung dengan Rusia.
&amp;nbsp;beberapa pihak mendukung keputusan Putin ini. Di Rusia, gubernur regional pro-Putin, yang sekarang harus mengorganisir mobilisasi itu, menyuarakan dukungan untuk keputusan tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Protes Mobilisasi Militer dan Anti Perang, Rusia Tangkap 1.300 Lebih Pengunjuk Rasa
&quot;Kami tidak akan dilemahkan, terpecah, atau dimusnahkan,&quot; kata Gubernur Ulyanovsk Alexei Russkikh. &quot;Wilayah kami, seperti yang lainnya di negara kami, memiliki tugas untuk memobilisasi warga untuk dinas militer,&amp;rdquo; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Putin Umumkan Mobilisasi Militer Parsial, Penerbangan Keluar Rusia Langsung Habis Terjual&amp;nbsp;
Gubernur Chelyabinsk Alexei Teksler mengatakan mobilisasi diperlukan untuk memastikan &quot;kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial&quot; Rusia.

Tetapi para pemuda Rusia mengatakan kepada BBC tentang ketakutan mereka tentang mobilisasi itu.&quot;Saya berharap itu tidak akan pernah terjadi,&amp;rdquo; terang Matvey di St Petersburg.

&quot;Sekarang jelas bahwa Putin tidak akan mundur dan dia akan melanjutkan pertarungan bodohnya kepada warga Rusia terakhir,&amp;rdquo; lanjutnya.

&quot;Saya seharusnya tidak direkrut selama langkah mobilisasi ini, tetapi tidak ada jaminan bahwa keadaan tidak akan menjadi lebih buruk,&amp;rdquo; ujarnya.

Ketakutan yang sama dirasakan Evgeny, warga Rusia berusia 31 tahun yang tinggal di Inggris.

&quot;Semua orang benar-benar takut, setiap orang mengirimkan informasi yang berbeda tentang mobilisasi. Sangat sulit untuk mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak. Tidak ada yang mempercayai pemerintah,&amp;rdquo; terangnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
