<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkena Abrasi, Makam Keluarga Pahlawan Sultan Hasanuddin Terancam Rusak</title><description>Puluhan makam di Desa Punaga, Kecamatan Manngara Bombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hilang dan hancur</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/23/609/2673389/terkena-abrasi-makam-keluarga-pahlawan-sultan-hasanuddin-terancam-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/23/609/2673389/terkena-abrasi-makam-keluarga-pahlawan-sultan-hasanuddin-terancam-rusak"/><item><title>Terkena Abrasi, Makam Keluarga Pahlawan Sultan Hasanuddin Terancam Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/23/609/2673389/terkena-abrasi-makam-keluarga-pahlawan-sultan-hasanuddin-terancam-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/23/609/2673389/terkena-abrasi-makam-keluarga-pahlawan-sultan-hasanuddin-terancam-rusak</guid><pubDate>Jum'at 23 September 2022 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Bugma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/23/609/2673389/terkena-abrasi-makam-keluarga-pahlawan-sultan-hasanuddin-terancam-rusak-9YoLlfbvEh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makam di Sulsel longsor akibat abrasi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/23/609/2673389/terkena-abrasi-makam-keluarga-pahlawan-sultan-hasanuddin-terancam-rusak-9YoLlfbvEh.jpg</image><title>Makam di Sulsel longsor akibat abrasi (foto: dok ist)</title></images><description>SULSEL &amp;ndash; Puluhan makam di Desa Punaga, Kecamatan Manngara Bombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hilang dan hancur akibat abrasi dan diterjang gelombang air pasang. Akibatnya, tulang dan tengkorak manusia berserakan di sekitar bibir pantai. Tidak hanya itu, makam milik keluarga besar pahlawan Sultan Hasanuddin juga terancam akan rusak akibat abrasi.
Puluhan makam pun kini sudah hilang akibat abrasi yang terjadi sepanjang 40 meter dari bibir pantai. Tak hanya pemakaman umum, makam keluarga pahlawan nasional Sultan Hasanuddin termasuk istri, tante dan kakek Sultan Hasanuddin di Komplek Makam Kassibumbung Kabupaten Takalar ini juga sudah terkena abrasi sepanjang tujuh meter dari bibir pantai.
BACA JUGA:Waduk Gajah Mungkur Surut, Warga Dihebohkan dengan Munculnya Kompleks Pemakaman
Kepala Desa Punaga Kabupaten Takalar, M. Syarifuddin Daeng Sore mengatakan, abrasi hingga gelombang air pasang tinggi terparah ini terjadi sejak satu tahun terakhir dan terparah di dua dusun, yakni Dusun Punaga dan Dusun Malelaya Desa Punaga Kabupaten Takalar.
&amp;ldquo;Kami berharap agar pemerintah segera melakukan penanggulangan abrasi di sepanjang bibir pantai Desa Punaga, karena abrasi dan gelombang air pasang kini terus mengancam permukiman warga, terlebih lagi karena sudah merusak dan menghilangkan banyak makam,&amp;rdquo; kata Syarifuddin, Jumat (23/9/2022).
BACA JUGA:Viral Makam di Cilegon Dipindahkan, Ratusan Jasad Ditemukan Masih Utuh dan Wangi</description><content:encoded>SULSEL &amp;ndash; Puluhan makam di Desa Punaga, Kecamatan Manngara Bombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hilang dan hancur akibat abrasi dan diterjang gelombang air pasang. Akibatnya, tulang dan tengkorak manusia berserakan di sekitar bibir pantai. Tidak hanya itu, makam milik keluarga besar pahlawan Sultan Hasanuddin juga terancam akan rusak akibat abrasi.
Puluhan makam pun kini sudah hilang akibat abrasi yang terjadi sepanjang 40 meter dari bibir pantai. Tak hanya pemakaman umum, makam keluarga pahlawan nasional Sultan Hasanuddin termasuk istri, tante dan kakek Sultan Hasanuddin di Komplek Makam Kassibumbung Kabupaten Takalar ini juga sudah terkena abrasi sepanjang tujuh meter dari bibir pantai.
BACA JUGA:Waduk Gajah Mungkur Surut, Warga Dihebohkan dengan Munculnya Kompleks Pemakaman
Kepala Desa Punaga Kabupaten Takalar, M. Syarifuddin Daeng Sore mengatakan, abrasi hingga gelombang air pasang tinggi terparah ini terjadi sejak satu tahun terakhir dan terparah di dua dusun, yakni Dusun Punaga dan Dusun Malelaya Desa Punaga Kabupaten Takalar.
&amp;ldquo;Kami berharap agar pemerintah segera melakukan penanggulangan abrasi di sepanjang bibir pantai Desa Punaga, karena abrasi dan gelombang air pasang kini terus mengancam permukiman warga, terlebih lagi karena sudah merusak dan menghilangkan banyak makam,&amp;rdquo; kata Syarifuddin, Jumat (23/9/2022).
BACA JUGA:Viral Makam di Cilegon Dipindahkan, Ratusan Jasad Ditemukan Masih Utuh dan Wangi</content:encoded></item></channel></rss>
