<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika BJ Habibie Menciptakan Inovasi di Industri Kereta Api Belanda</title><description>Banyak permasalahan baru yang muncul sehingga membuat Habibie harus mengerti dan perhatikan sebelum dia mulai merekayasa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/24/337/2673532/ketika-bj-habibie-menciptakan-inovasi-di-industri-kereta-api-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/24/337/2673532/ketika-bj-habibie-menciptakan-inovasi-di-industri-kereta-api-belanda"/><item><title>Ketika BJ Habibie Menciptakan Inovasi di Industri Kereta Api Belanda</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/24/337/2673532/ketika-bj-habibie-menciptakan-inovasi-di-industri-kereta-api-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/24/337/2673532/ketika-bj-habibie-menciptakan-inovasi-di-industri-kereta-api-belanda</guid><pubDate>Sabtu 24 September 2022 06:50 WIB</pubDate><dc:creator> Dhea Alvionita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/23/337/2673532/ketika-bj-habibie-menciptakan-inovasi-di-industri-kereta-api-belanda-oVak0raWsJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BJ Habibie. (Foto: Kemenristekfidkti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/23/337/2673532/ketika-bj-habibie-menciptakan-inovasi-di-industri-kereta-api-belanda-oVak0raWsJ.jpg</image><title>BJ Habibie. (Foto: Kemenristekfidkti)</title></images><description>JAKARTA - Habibie tidak memiliki banyak waktu untuk tidur ketika tiga bulan pertamanya bekerja di Talbot, sebuah perusahaan yang memproduksi gerbong kereta api di Jerman. Hari-harinya hanya untuk memahami dan memperhatikan pekerjaannya.

Banyak permasalahan baru yang muncul sehingga membuat Habibie harus mengerti dan perhatikan sebelum dia mulai merekayasa. Setelah Habibie memahami dan mengetahui kendala dan batasan bangun Kereta Api (KA), maka dasar dan prinsip penerapan teknologi konstruksi ringan mulai diterapkannya.

BACA JUGA:Ainun Tidak Hanya Istri Bagi Habibie, tapi Juga Dokter Pribadi


BACA JUGA:Cerita Marcell Menimba Ilmu di Kampus B.J. Habibie, RWTH Aachen University Jerman

&amp;ldquo;Saya merubah konstruksi konvensional dan konservatif yang sejak puluhan tahun diterapkan pada KA dengan prinsip dasar konstruksi ringan yang sudah diterapkan di Industri Dirgantara. Saya mulai mempengaruhi dan merubah konstruksi dan bentuk Gerbong KA,&amp;rdquo; kata Habibie melansir dari buku Bacharuddin Jusuf Habibie, Habibie &amp;amp; Ainun.

Melihat hal tersebut, Para ahli konstruksi di Talbot menggelengkan kepala dan memberi komentar yang sangat kritis. Dimana hampir semuanya berpendapat bahwa perubahan yang diusulkan oleh Habibie akan gagal.

Namun, Habibie memiliki Ainun yang selalu mendampingi dan mengilhaminya. Baginya, Ainun itu sangat berbakat dalam bidang ilmu eksakta dan fisika, karena Ayah dan kakak kandung Ainun berpendidikan bidang ilmu rekayasa, sehingga lingkungan kehidupan Ainun sangat dipengaruhi oleh bidang eksakta.

Tender yang Habibie menangkan yaitu mengenai &amp;ldquo;Gerbong Ruang Luas atau Gro&amp;szlig;raum Wagen&amp;rdquo; untuk mengangkut muatan ringan seperti produk komponen elektronik.

Habibie bersama dengan satu Tim Insinyur perusahaan Talbot yang membantunya, mulai merekayasa, membuat prototipe Gerbong Ruang Luas yang dites di Balai Percobaan dan melakukan Penelitian Perusahaan KA Jerman Deutsche di kota Minden.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOS8xMi8xLzEyMDc0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mereka semuanya ingin melihat dan menyaksikan penyaluran 200 ton gaya horizontal yang pertamakalinya tidak disalurkan melalui batang profil yang letaknya horizontal pada platform KA, namun melalui seluruh badan wagon termasuk atap, pintu dan jendela.

Gaya 200 ton tersebut secara bertahap disalurkan. Ketika beban horizontal mendekati 200 ton, maka atap dan beberapa bagian dinding Gerbang KA berubah bentuknya menjadi bergelombang.

Sambil menggelengkan kepala, komentar dari beberapa pakar pun mulai keluar. Dengan tenang, akhirnya Habibie membuktikan bahwa saluran 200 ton gaya horizontal tersebut sesuai dengan perhitungannya karena penyalurannya harus melalui semua komponen gerbong.
</description><content:encoded>JAKARTA - Habibie tidak memiliki banyak waktu untuk tidur ketika tiga bulan pertamanya bekerja di Talbot, sebuah perusahaan yang memproduksi gerbong kereta api di Jerman. Hari-harinya hanya untuk memahami dan memperhatikan pekerjaannya.

Banyak permasalahan baru yang muncul sehingga membuat Habibie harus mengerti dan perhatikan sebelum dia mulai merekayasa. Setelah Habibie memahami dan mengetahui kendala dan batasan bangun Kereta Api (KA), maka dasar dan prinsip penerapan teknologi konstruksi ringan mulai diterapkannya.

BACA JUGA:Ainun Tidak Hanya Istri Bagi Habibie, tapi Juga Dokter Pribadi


BACA JUGA:Cerita Marcell Menimba Ilmu di Kampus B.J. Habibie, RWTH Aachen University Jerman

&amp;ldquo;Saya merubah konstruksi konvensional dan konservatif yang sejak puluhan tahun diterapkan pada KA dengan prinsip dasar konstruksi ringan yang sudah diterapkan di Industri Dirgantara. Saya mulai mempengaruhi dan merubah konstruksi dan bentuk Gerbong KA,&amp;rdquo; kata Habibie melansir dari buku Bacharuddin Jusuf Habibie, Habibie &amp;amp; Ainun.

Melihat hal tersebut, Para ahli konstruksi di Talbot menggelengkan kepala dan memberi komentar yang sangat kritis. Dimana hampir semuanya berpendapat bahwa perubahan yang diusulkan oleh Habibie akan gagal.

Namun, Habibie memiliki Ainun yang selalu mendampingi dan mengilhaminya. Baginya, Ainun itu sangat berbakat dalam bidang ilmu eksakta dan fisika, karena Ayah dan kakak kandung Ainun berpendidikan bidang ilmu rekayasa, sehingga lingkungan kehidupan Ainun sangat dipengaruhi oleh bidang eksakta.

Tender yang Habibie menangkan yaitu mengenai &amp;ldquo;Gerbong Ruang Luas atau Gro&amp;szlig;raum Wagen&amp;rdquo; untuk mengangkut muatan ringan seperti produk komponen elektronik.

Habibie bersama dengan satu Tim Insinyur perusahaan Talbot yang membantunya, mulai merekayasa, membuat prototipe Gerbong Ruang Luas yang dites di Balai Percobaan dan melakukan Penelitian Perusahaan KA Jerman Deutsche di kota Minden.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOS8xMi8xLzEyMDc0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mereka semuanya ingin melihat dan menyaksikan penyaluran 200 ton gaya horizontal yang pertamakalinya tidak disalurkan melalui batang profil yang letaknya horizontal pada platform KA, namun melalui seluruh badan wagon termasuk atap, pintu dan jendela.

Gaya 200 ton tersebut secara bertahap disalurkan. Ketika beban horizontal mendekati 200 ton, maka atap dan beberapa bagian dinding Gerbang KA berubah bentuknya menjadi bergelombang.

Sambil menggelengkan kepala, komentar dari beberapa pakar pun mulai keluar. Dengan tenang, akhirnya Habibie membuktikan bahwa saluran 200 ton gaya horizontal tersebut sesuai dengan perhitungannya karena penyalurannya harus melalui semua komponen gerbong.
</content:encoded></item></channel></rss>
