<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Krisis Makin Parah, China Desak Penyelesaian Damai Konflik di Ukraina</title><description>China dan India, dua negara yang dekat dengan Rusia telah menyerukan pembicaraan damai untuk menyelesaikan krisis di Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/25/18/2674474/cegah-krisis-makin-parah-china-desak-penyelesaian-damai-konflik-di-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/25/18/2674474/cegah-krisis-makin-parah-china-desak-penyelesaian-damai-konflik-di-ukraina"/><item><title>Cegah Krisis Makin Parah, China Desak Penyelesaian Damai Konflik di Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/25/18/2674474/cegah-krisis-makin-parah-china-desak-penyelesaian-damai-konflik-di-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/25/18/2674474/cegah-krisis-makin-parah-china-desak-penyelesaian-damai-konflik-di-ukraina</guid><pubDate>Minggu 25 September 2022 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/25/18/2674474/cegah-krisis-makin-parah-china-desak-penyelesaian-damai-konflik-di-ukraina-mBfRVHrra2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, 24 September 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/25/18/2674474/cegah-krisis-makin-parah-china-desak-penyelesaian-damai-konflik-di-ukraina-mBfRVHrra2.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, 24 September 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - China mendukung semua upaya yang kondusif bagi penyelesaian damai &quot;krisis&quot; di Ukraina, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sabtu, (24/9/2022). Wang menambahkan bahwa prioritas mendesak adalah untuk memfasilitasi pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;4 Wilayah Ukraina Gelar Referendum Gabung Rusia, Pengamat: Putin Beri Ultimatum Perang Nuklir!

&quot;Solusi mendasar adalah untuk mengatasi masalah keamanan yang sah dari semua pihak dan membangun arsitektur keamanan yang seimbang, efektif dan berkelanjutan,&quot; kata Wang dalam pidatonya sebagaimana dilansir Reuters.
&quot;Kami menyerukan semua pihak terkait untuk menjaga agar krisis tidak meluas dan melindungi hak-hak yang sah dan kepentingan negara-negara berkembang.&quot;
Mitra strategis Rusia, China, telah bersikap tegas, mengkritik sanksi Barat terhadap Rusia tetapi berhenti mendukung atau membantu dalam kampanye militer Moskow di Ukraina.
Dalam pengakuan yang mengejutkan, Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu mengatakan pemimpin China Xi Jinping memiliki kekhawatiran tentang Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Gelar Referendum , Warga Ukraina Diklaim Diancam dan Diintimidasi untuk Berikan Suara

Wang juga mengatakan Beijing akan terus bekerja untuk &quot;penyatuan kembali secara damai&quot; dengan Taiwan, dan bahwa ia harus memerangi &quot;kegiatan separatis kemerdekaan&quot; sambil mengambil langkah tegas untuk menentang campur tangan eksternal.
&amp;ldquo;Hanya dengan secara tegas mencegah kegiatan separatis, kita dapat membangun fondasi sejati untuk reunifikasi damai. Hanya ketika China benar-benar bersatu kembali, perdamaian abadi di Selat Taiwan dapat tercipta,&amp;rdquo; katanya.Wang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken selama 90 menit di New York pada Jumat, (23/9/2022). Setelah pertemuan itu, China menuduh Amerika Serikat mengirimkan &quot;sinyal yang sangat salah dan berbahaya&quot; ke Taiwan setelah Blinken memberi tahu Wang bahwa pemeliharaan perdamaian dan stabilitas Taiwan sangat penting.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMC8xLzE1MzA2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketegangan atas Taiwan telah meningkat setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke sana pada Agustus - yang diikuti oleh latihan militer China skala besar - serta janji oleh Presiden AS Joe Biden untuk mempertahankan pulau yang diperintah secara demokratis itu.
</description><content:encoded>NEW YORK - China mendukung semua upaya yang kondusif bagi penyelesaian damai &quot;krisis&quot; di Ukraina, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sabtu, (24/9/2022). Wang menambahkan bahwa prioritas mendesak adalah untuk memfasilitasi pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;4 Wilayah Ukraina Gelar Referendum Gabung Rusia, Pengamat: Putin Beri Ultimatum Perang Nuklir!

&quot;Solusi mendasar adalah untuk mengatasi masalah keamanan yang sah dari semua pihak dan membangun arsitektur keamanan yang seimbang, efektif dan berkelanjutan,&quot; kata Wang dalam pidatonya sebagaimana dilansir Reuters.
&quot;Kami menyerukan semua pihak terkait untuk menjaga agar krisis tidak meluas dan melindungi hak-hak yang sah dan kepentingan negara-negara berkembang.&quot;
Mitra strategis Rusia, China, telah bersikap tegas, mengkritik sanksi Barat terhadap Rusia tetapi berhenti mendukung atau membantu dalam kampanye militer Moskow di Ukraina.
Dalam pengakuan yang mengejutkan, Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu mengatakan pemimpin China Xi Jinping memiliki kekhawatiran tentang Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Gelar Referendum , Warga Ukraina Diklaim Diancam dan Diintimidasi untuk Berikan Suara

Wang juga mengatakan Beijing akan terus bekerja untuk &quot;penyatuan kembali secara damai&quot; dengan Taiwan, dan bahwa ia harus memerangi &quot;kegiatan separatis kemerdekaan&quot; sambil mengambil langkah tegas untuk menentang campur tangan eksternal.
&amp;ldquo;Hanya dengan secara tegas mencegah kegiatan separatis, kita dapat membangun fondasi sejati untuk reunifikasi damai. Hanya ketika China benar-benar bersatu kembali, perdamaian abadi di Selat Taiwan dapat tercipta,&amp;rdquo; katanya.Wang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken selama 90 menit di New York pada Jumat, (23/9/2022). Setelah pertemuan itu, China menuduh Amerika Serikat mengirimkan &quot;sinyal yang sangat salah dan berbahaya&quot; ke Taiwan setelah Blinken memberi tahu Wang bahwa pemeliharaan perdamaian dan stabilitas Taiwan sangat penting.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMC8xLzE1MzA2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketegangan atas Taiwan telah meningkat setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke sana pada Agustus - yang diikuti oleh latihan militer China skala besar - serta janji oleh Presiden AS Joe Biden untuk mempertahankan pulau yang diperintah secara demokratis itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
