<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesawat Antariksa NASA Tabrak Asteroid, Kecepatannya 22.500 Km per Jam</title><description>Pesawat antariksa NASA menabrak asteroid dengan kecepatan tinggi dalam sebuah peristiwa uji coba yang belum pernah terjadi sebelumnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/27/18/2675710/pesawat-antariksa-nasa-tabrak-asteroid-kecepatannya-22-500-km-per-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/27/18/2675710/pesawat-antariksa-nasa-tabrak-asteroid-kecepatannya-22-500-km-per-jam"/><item><title>Pesawat Antariksa NASA Tabrak Asteroid, Kecepatannya 22.500 Km per Jam</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/27/18/2675710/pesawat-antariksa-nasa-tabrak-asteroid-kecepatannya-22-500-km-per-jam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/27/18/2675710/pesawat-antariksa-nasa-tabrak-asteroid-kecepatannya-22-500-km-per-jam</guid><pubDate>Selasa 27 September 2022 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/27/18/2675710/pesawat-antariksa-nasa-tabrak-asteroid-kecepatannya-22-500-km-per-jam-sHY9ogv8b8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gambar asteroid Dimorphos yang diambil dari pesawat antariksa Dart sesaat sebelum tabrakan pada Senin 26 September 2022. (Foto: NASA/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/27/18/2675710/pesawat-antariksa-nasa-tabrak-asteroid-kecepatannya-22-500-km-per-jam-sHY9ogv8b8.jpg</image><title>Gambar asteroid Dimorphos yang diambil dari pesawat antariksa Dart sesaat sebelum tabrakan pada Senin 26 September 2022. (Foto: NASA/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Pesawat antariksa NASA menabrak asteroid dengan kecepatan tinggi dalam sebuah peristiwa uji coba yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Senin (26/9/2022).

Hal ini ternyata memang disengaja sebagai langkah uji coba tersebut diambil sebagai persiapan jika suatu hari nanti terdapat sebuah objek antariksa yang dapat mengancam kehidupan Bumi.

Tabrakan galaksi itu terjadi di asteroid yang tidak berbahaya yang berjarak 11,3 juta kilometer dari bumi. Pesawat antariksa bernama Dart menabrak batu luar angkasa dengan kecepatan 22.500 kilometer per jam.

BACA JUGA:Malaysia Tanda Tangani Dua Konvensi Antariksa Internasional di Bawah PBB



BACA JUGA:Sampah Antariksa China Jatuh di Samudera Hindia, Lewati RI dan Malaysia



Tim ilmuwan memperkirakan dampak dari tabrakan tersebut akan menciptakan kawah pada asteroid itu, menimbulkan aliran batu dan kotoran ke antariksa serta yang paling penting adalah mengubah orbit dari asteroid tersebut.

Teleskop di seluruh dunia dan di antariksa membidik titik yang sama di langit untuk menangkap tabrakan tersebut. Meski dampak dari tabrakan itu langsung bisa dirasakan - sinyal radio Dart tiba-tiba terhenti - akan perlu waktu beberapa bulan untuk menentukan seberapa jauh jalur asteroid telah berubah.

Misi senilai USD325 juta itu adalah upaya pertama untuk menggeser posisi asteroid atau objek alam lainnya di antariksa.

Target dalam misi yang berlangsung pada Senin (26/9) itu adalah asteroid dengan tinggi 160 meter bernama Dimorphos.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOS8xMy8yMi8xMDI2NTIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dimorphos merupakan objek yang lebih kecil dari Didymos, asteroid lain yang berada di dekat Dimorphos yang memiliki ukuran lima kali lebih besar.

Kedua asteroid tersebut telah mengorbit matahari selama ribuan tahun tanpa mengancam Bumi. Fakta ini menjadikan mereka kandidat ideal untuk upaya uji coba penyelamatan Bumi.&amp;nbsp;</description><content:encoded>NEW YORK - Pesawat antariksa NASA menabrak asteroid dengan kecepatan tinggi dalam sebuah peristiwa uji coba yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Senin (26/9/2022).

Hal ini ternyata memang disengaja sebagai langkah uji coba tersebut diambil sebagai persiapan jika suatu hari nanti terdapat sebuah objek antariksa yang dapat mengancam kehidupan Bumi.

Tabrakan galaksi itu terjadi di asteroid yang tidak berbahaya yang berjarak 11,3 juta kilometer dari bumi. Pesawat antariksa bernama Dart menabrak batu luar angkasa dengan kecepatan 22.500 kilometer per jam.

BACA JUGA:Malaysia Tanda Tangani Dua Konvensi Antariksa Internasional di Bawah PBB



BACA JUGA:Sampah Antariksa China Jatuh di Samudera Hindia, Lewati RI dan Malaysia



Tim ilmuwan memperkirakan dampak dari tabrakan tersebut akan menciptakan kawah pada asteroid itu, menimbulkan aliran batu dan kotoran ke antariksa serta yang paling penting adalah mengubah orbit dari asteroid tersebut.

Teleskop di seluruh dunia dan di antariksa membidik titik yang sama di langit untuk menangkap tabrakan tersebut. Meski dampak dari tabrakan itu langsung bisa dirasakan - sinyal radio Dart tiba-tiba terhenti - akan perlu waktu beberapa bulan untuk menentukan seberapa jauh jalur asteroid telah berubah.

Misi senilai USD325 juta itu adalah upaya pertama untuk menggeser posisi asteroid atau objek alam lainnya di antariksa.

Target dalam misi yang berlangsung pada Senin (26/9) itu adalah asteroid dengan tinggi 160 meter bernama Dimorphos.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOS8xMy8yMi8xMDI2NTIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dimorphos merupakan objek yang lebih kecil dari Didymos, asteroid lain yang berada di dekat Dimorphos yang memiliki ukuran lima kali lebih besar.

Kedua asteroid tersebut telah mengorbit matahari selama ribuan tahun tanpa mengancam Bumi. Fakta ini menjadikan mereka kandidat ideal untuk upaya uji coba penyelamatan Bumi.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
