<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: 48 Kali Bencana Terjadi Sepekan Terakhir, 100% Hidrometeorologi</title><description>Adapun 100% kejadian bencana yang tercatat tersebut adalah hidrometeorologi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/27/337/2676074/bnpb-48-kali-bencana-terjadi-sepekan-terakhir-100-hidrometeorologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/27/337/2676074/bnpb-48-kali-bencana-terjadi-sepekan-terakhir-100-hidrometeorologi"/><item><title>BNPB: 48 Kali Bencana Terjadi Sepekan Terakhir, 100% Hidrometeorologi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/27/337/2676074/bnpb-48-kali-bencana-terjadi-sepekan-terakhir-100-hidrometeorologi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/27/337/2676074/bnpb-48-kali-bencana-terjadi-sepekan-terakhir-100-hidrometeorologi</guid><pubDate>Selasa 27 September 2022 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/27/337/2676074/bnpb-48-kali-bencana-terjadi-sepekan-terakhir-100-hidrometeorologi-INhJqGcUbM.png" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/27/337/2676074/bnpb-48-kali-bencana-terjadi-sepekan-terakhir-100-hidrometeorologi-INhJqGcUbM.png</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 48 kali kejadian bencana dalam sepekan terakhir atau periode 19 sampai 25 September 2022. Adapun 100% kejadian bencana yang tercatat tersebut adalah hidrometeorologi.
&amp;ldquo;Dari kurun waktu 19 sampai 25 September, Minggu lalu mengalami 48 kali kejadian bencana yang mana ini 100%, jadi 48 nya ini total semua ini adalah bencana hidrometeorologi basah, ada hidrometeorologi kering sebagian kecil, tapi dominan hidrometeorologi basah,&amp;rdquo; ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (27/9/2022).
Aam sapaan akrabnya mengatakan dari 48 kejadian bencana tersebut adalah 20 kali banjir dan 12 kali cuaca ekstrem. Di sejumlah lokasi, banjir diiringi dengan tanah longsor.
&amp;ldquo;Makanya ini atau peak kita minggu ini untuk analisis seperti bencana minggu lalu itu kita harus waspada banjir bencana,&amp;rdquo; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;Banjir Garut, 1.156 Rumah dan 3.702 Warga Terdampak
Aam mengatakan bahwa frekuensi kejadian banjir dalam minggu ini termasuk paling tinggi. Bahkan, kata Aam, dalam satu hari bisa terjadi 7 kali kejadian banjir.
&amp;ldquo;Karena jumlah 48 kali ini adalah jumlah yang termasuk paling tinggi dalam 1 minggu. Jadi kalau misalkan kita bagi 7, ya dalam 1 hari itu terjadi 7 kali kejadian bencana, sangat-sangat tinggi frekuensi kejadian bencananya. Makanya kalau di awal musim hujan ini saja kita sudah dalam satu hari 7 kali kejadian bencana maka kita memang harus benar-benar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan kita,&amp;rdquo; ucapnya.Selain itu, Aam melaporkan bahwa dalam sepekan bencana banjir telah merendam sebanyak 5.045 rumah yang menyebabkan 22.899 jiwa terdampak dan mengungsi, serta mengakibatkan 41 rumah rusak. Sedangkan cuaca ekstrem menyebabkan 7 jiwa luka-luka, 2.490 jiwa terdampak- mengungsi dan 182 rumah rusak.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 48 kali kejadian bencana dalam sepekan terakhir atau periode 19 sampai 25 September 2022. Adapun 100% kejadian bencana yang tercatat tersebut adalah hidrometeorologi.
&amp;ldquo;Dari kurun waktu 19 sampai 25 September, Minggu lalu mengalami 48 kali kejadian bencana yang mana ini 100%, jadi 48 nya ini total semua ini adalah bencana hidrometeorologi basah, ada hidrometeorologi kering sebagian kecil, tapi dominan hidrometeorologi basah,&amp;rdquo; ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (27/9/2022).
Aam sapaan akrabnya mengatakan dari 48 kejadian bencana tersebut adalah 20 kali banjir dan 12 kali cuaca ekstrem. Di sejumlah lokasi, banjir diiringi dengan tanah longsor.
&amp;ldquo;Makanya ini atau peak kita minggu ini untuk analisis seperti bencana minggu lalu itu kita harus waspada banjir bencana,&amp;rdquo; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;Banjir Garut, 1.156 Rumah dan 3.702 Warga Terdampak
Aam mengatakan bahwa frekuensi kejadian banjir dalam minggu ini termasuk paling tinggi. Bahkan, kata Aam, dalam satu hari bisa terjadi 7 kali kejadian banjir.
&amp;ldquo;Karena jumlah 48 kali ini adalah jumlah yang termasuk paling tinggi dalam 1 minggu. Jadi kalau misalkan kita bagi 7, ya dalam 1 hari itu terjadi 7 kali kejadian bencana, sangat-sangat tinggi frekuensi kejadian bencananya. Makanya kalau di awal musim hujan ini saja kita sudah dalam satu hari 7 kali kejadian bencana maka kita memang harus benar-benar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan kita,&amp;rdquo; ucapnya.Selain itu, Aam melaporkan bahwa dalam sepekan bencana banjir telah merendam sebanyak 5.045 rumah yang menyebabkan 22.899 jiwa terdampak dan mengungsi, serta mengakibatkan 41 rumah rusak. Sedangkan cuaca ekstrem menyebabkan 7 jiwa luka-luka, 2.490 jiwa terdampak- mengungsi dan 182 rumah rusak.</content:encoded></item></channel></rss>
