<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Presiden Tinggalkan Istana Negara karena Perintah Lurah</title><description>Surat lurah Gambir bisa buat Gus Dur tinggalkan Istana Negara, kok bisa?</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/28/337/2675905/humor-gus-dur-presiden-tinggalkan-istana-negara-karena-perintah-lurah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/28/337/2675905/humor-gus-dur-presiden-tinggalkan-istana-negara-karena-perintah-lurah"/><item><title>Humor Gus Dur: Presiden Tinggalkan Istana Negara karena Perintah Lurah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/28/337/2675905/humor-gus-dur-presiden-tinggalkan-istana-negara-karena-perintah-lurah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/28/337/2675905/humor-gus-dur-presiden-tinggalkan-istana-negara-karena-perintah-lurah</guid><pubDate>Rabu 28 September 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/27/337/2675905/humor-gus-dur-presiden-tinggalkan-istana-negara-karena-perintah-lurah-tb3DpZQtYg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/27/337/2675905/humor-gus-dur-presiden-tinggalkan-istana-negara-karena-perintah-lurah-tb3DpZQtYg.jpg</image><title>KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </title></images><description>JAKARTA - KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Bahkan ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, Presiden Ke-4 RI itu tetap bisa bercanda dengan guyonan khasnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Soeharto Presiden New Order, BJ Habibie Out of Order, Kalau Gus Dur?

Dilansir dari NU Online, pada 2001 sebagai imbas dari dekrit pembubaran parlemen, Gus Dur didesak oleh Ketua MPR Amien Rais dan Ketua DPR Akbar Tandjung untuk lengser sebagai presiden dan mengosongkan istana.
Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur bercerita tentang perbincangan dengan Luhut Binsar Pandjaitan tentang pelengserannya ini. Kepada Luhut, Gus Dur bercerita tentang hukum dalam Islam yang mengatur bahwa seorang Muslim harus melawan, kalau perlu dengan kekerasan, jika diusir dari rumahnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Dipanggil Jenderal Bintang Tiga

Namun, karena tidak menginginkan ada kekerasan, Gus Dur meminta bantuan Luhut untuk mengurus surat pengosongan Istana Negara dari Kantor Kelurahan Gambir, wilayah di mana Istana Negara terletak.
Permintaan ini disampaikan karena pengosongan istana negara adalah kehendak pemerintah setempat yang sah, maka Gus Dur tak perlu melawan sama sekali, sehingga kewajiban mempertahankan &amp;ldquo;rumah&amp;rdquo; pun gugur.Dengan gugurnya kewajiban ini Gus Dur keluar bisa Istana tanpa gejolak, dan tidak menjadikan hal ini sebagai beban personal.
Dalam perbincangan dengan Maman Imanulhaq yang ditulis dalam buku Fatwa dan Canda Gus Dur (2010), Gus Dur ditanya mengapa dia harus membuat surat perintah dari Lurah Gambir untuk keluar Istana?
Gus Dur menjawab: &quot;Supaya nanti ketika ditanya di hadapan Allah, kenapa kamu meninggalkan Istana Negara? Tinggal saya jawab: monggo (silakan) ditanya saja ke Lurah Gambir.&amp;rdquo;
</description><content:encoded>JAKARTA - KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Bahkan ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, Presiden Ke-4 RI itu tetap bisa bercanda dengan guyonan khasnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Soeharto Presiden New Order, BJ Habibie Out of Order, Kalau Gus Dur?

Dilansir dari NU Online, pada 2001 sebagai imbas dari dekrit pembubaran parlemen, Gus Dur didesak oleh Ketua MPR Amien Rais dan Ketua DPR Akbar Tandjung untuk lengser sebagai presiden dan mengosongkan istana.
Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur bercerita tentang perbincangan dengan Luhut Binsar Pandjaitan tentang pelengserannya ini. Kepada Luhut, Gus Dur bercerita tentang hukum dalam Islam yang mengatur bahwa seorang Muslim harus melawan, kalau perlu dengan kekerasan, jika diusir dari rumahnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Dipanggil Jenderal Bintang Tiga

Namun, karena tidak menginginkan ada kekerasan, Gus Dur meminta bantuan Luhut untuk mengurus surat pengosongan Istana Negara dari Kantor Kelurahan Gambir, wilayah di mana Istana Negara terletak.
Permintaan ini disampaikan karena pengosongan istana negara adalah kehendak pemerintah setempat yang sah, maka Gus Dur tak perlu melawan sama sekali, sehingga kewajiban mempertahankan &amp;ldquo;rumah&amp;rdquo; pun gugur.Dengan gugurnya kewajiban ini Gus Dur keluar bisa Istana tanpa gejolak, dan tidak menjadikan hal ini sebagai beban personal.
Dalam perbincangan dengan Maman Imanulhaq yang ditulis dalam buku Fatwa dan Canda Gus Dur (2010), Gus Dur ditanya mengapa dia harus membuat surat perintah dari Lurah Gambir untuk keluar Istana?
Gus Dur menjawab: &quot;Supaya nanti ketika ditanya di hadapan Allah, kenapa kamu meninggalkan Istana Negara? Tinggal saya jawab: monggo (silakan) ditanya saja ke Lurah Gambir.&amp;rdquo;
</content:encoded></item></channel></rss>
