<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gedung Putih AS Klaim Referendum 'Palsu' Rusia: Itu Diatur dan Dimanipulasi</title><description>Gedung Putih Amerika Serikat (AS) mengecam referendum &quot;palsu&quot; yang digelar Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/29/18/2677153/gedung-putih-as-klaim-referendum-palsu-rusia-itu-diatur-dan-dimanipulasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/29/18/2677153/gedung-putih-as-klaim-referendum-palsu-rusia-itu-diatur-dan-dimanipulasi"/><item><title>Gedung Putih AS Klaim Referendum 'Palsu' Rusia: Itu Diatur dan Dimanipulasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/29/18/2677153/gedung-putih-as-klaim-referendum-palsu-rusia-itu-diatur-dan-dimanipulasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/29/18/2677153/gedung-putih-as-klaim-referendum-palsu-rusia-itu-diatur-dan-dimanipulasi</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 09:45 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/18/2677153/gedung-putih-as-klaim-referendum-palsu-rusia-itu-diatur-dan-dimanipulasi-nPhhGl1O1A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru bicara Gedung Putih AS Karine Jean-Pierre. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/18/2677153/gedung-putih-as-klaim-referendum-palsu-rusia-itu-diatur-dan-dimanipulasi-nPhhGl1O1A.jpg</image><title>Juru bicara Gedung Putih AS Karine Jean-Pierre. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Gedung Putih Amerika Serikat (AS) mengecam referendum &quot;palsu&quot; yang digelar Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki.

Juru bicara fedung Putih Karine Jean-Pierre menilai, proses tersebut sebagai proses yang &quot;diatur dan dimanipulasi&quot; dan &quot;langsung dari buku pedoman Kremlin.&quot; Demikian dilansir dari VoA.

BACA JUGA:Ditampung Pasangan di Inggris, Pengungsi Cantik Ukraina Ini Malah Jadi Pelakor



BACA JUGA:Ledakan Misterius Rusak Jalur Pipa Gas Rusia di Laut Baltik, Sebabkan Kebocoran Masif


Jean Pierre mengungkapkan hal ini sehari setelah pejabat pro-Rusia mengatakan bahwa dalam jumlah yang luar biasa, penduduk di keempat wilayah Ukraina yang diduduki memilih bergabung dengan Rusia dalam referendum yang digelar oleh Kremlin.

Dia juga menyebut hasil referendum sebagai &quot;pemaksaan dan disinformasi oleh otoritas boneka,&quot; Gedung Putih menyatakan tindakan Rusia &quot;jelas-jelas curang dan tidak memiliki signifikansi hukum apa pun.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOC8xLzE1Mzg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami tidak akan pernah mengakui upaya pencaplokan yang ilegal dan tidak sah ini,&quot; kata Jean-Pierre.

Hasil yang telah ditentukan sebelumnya itu membuka celah untuk fase baru yang berbahaya dalam invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Kremlin mengancam akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke pertempuran itu dan kemungkinan akan menggunakan senjata nuklir. [ka/jm]
</description><content:encoded>WASHINGTON - Gedung Putih Amerika Serikat (AS) mengecam referendum &quot;palsu&quot; yang digelar Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki.

Juru bicara fedung Putih Karine Jean-Pierre menilai, proses tersebut sebagai proses yang &quot;diatur dan dimanipulasi&quot; dan &quot;langsung dari buku pedoman Kremlin.&quot; Demikian dilansir dari VoA.

BACA JUGA:Ditampung Pasangan di Inggris, Pengungsi Cantik Ukraina Ini Malah Jadi Pelakor



BACA JUGA:Ledakan Misterius Rusak Jalur Pipa Gas Rusia di Laut Baltik, Sebabkan Kebocoran Masif


Jean Pierre mengungkapkan hal ini sehari setelah pejabat pro-Rusia mengatakan bahwa dalam jumlah yang luar biasa, penduduk di keempat wilayah Ukraina yang diduduki memilih bergabung dengan Rusia dalam referendum yang digelar oleh Kremlin.

Dia juga menyebut hasil referendum sebagai &quot;pemaksaan dan disinformasi oleh otoritas boneka,&quot; Gedung Putih menyatakan tindakan Rusia &quot;jelas-jelas curang dan tidak memiliki signifikansi hukum apa pun.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOC8xLzE1Mzg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami tidak akan pernah mengakui upaya pencaplokan yang ilegal dan tidak sah ini,&quot; kata Jean-Pierre.

Hasil yang telah ditentukan sebelumnya itu membuka celah untuk fase baru yang berbahaya dalam invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Kremlin mengancam akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke pertempuran itu dan kemungkinan akan menggunakan senjata nuklir. [ka/jm]
</content:encoded></item></channel></rss>
