<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emak-Emak Geruduk Kantor Polisi di Purwakarta, Ternyata Hendak Laporkan Guru Ngaji Cabul</title><description>Puluhan emak-emak itu bahkan mengamuk hingga membuat anggota Polsek Plered yang didominasi laki-laki itu kewalahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/29/525/2677731/emak-emak-geruduk-kantor-polisi-di-purwakarta-ternyata-hendak-laporkan-guru-ngaji-cabul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/29/525/2677731/emak-emak-geruduk-kantor-polisi-di-purwakarta-ternyata-hendak-laporkan-guru-ngaji-cabul"/><item><title>Emak-Emak Geruduk Kantor Polisi di Purwakarta, Ternyata Hendak Laporkan Guru Ngaji Cabul</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/29/525/2677731/emak-emak-geruduk-kantor-polisi-di-purwakarta-ternyata-hendak-laporkan-guru-ngaji-cabul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/29/525/2677731/emak-emak-geruduk-kantor-polisi-di-purwakarta-ternyata-hendak-laporkan-guru-ngaji-cabul</guid><pubDate>Kamis 29 September 2022 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Didin Jalaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/29/525/2677731/emak-emak-geruduk-kantor-polisi-di-purwakarta-ternyata-hendak-laporkan-guru-ngaji-cabul-ngbFQHswJc.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Emak emak geruduk (Foto Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/29/525/2677731/emak-emak-geruduk-kantor-polisi-di-purwakarta-ternyata-hendak-laporkan-guru-ngaji-cabul-ngbFQHswJc.JPG</image><title>Emak emak geruduk (Foto Ist)</title></images><description>PURWAKARTA - Heboh, Kantor Polsek Plered diontrog puluhan emak-emak, Kamis (29/09/2022) siang. Mereka yang merupakan warga Desa Babakansari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta ini, mendatangi kantor polisi untuk melaporkan seorang guru ngaji di desanya lantaran diduga menjadi pelaku pencabulan.

Puluhan emak-emak itu bahkan mengamuk hingga membuat anggota Polsek Plered yang didominasi laki-laki itu kewalahan. Diantara emak-emak itu bahkan hesteris saat polisi akhirnya menangkap oknum guru ngaji yang dimaksud.

Pelaku berinisial A (70). Saat dilakukan pemeriksaan di ruangan unit Satuan Reskrim Polsek Plered, massa terus berdatangan. Terlebih saat A disebut mengakui semua perbuatanya. Menghindari amukan massa, A akhirnya langsung dibawa ke Mapolres Purwakarta.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOS8xLzE1Mzk1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Ya, kasus dugaan pencabulan. Untuk kasus ini kami limpahkan ke Unit PPA (Perlondungan Perempuan dan Anak) Polres Purwakarta,&quot;ujar Kapolsek Plered AKP Suparlan.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang sehari-hari mengajar mengaji itu mengakui telah melakukan tindakan asusila terhadap muridnya yang berjenis kelamin permpuan. Korban masih di bawah umur dengan rentan usia 11-12 tahun.

&quot;Adapun korban yang sudah melaporkan ada empat orang, untuk motif dan modusnya belum dilakukan pendalaman. Kasusnya dilimpahkan ke Polres, nanti tim penyidik dari Polres yang mendalami,&quot;tutur AKP Suparman.

Salah seorang emak-emak yang berada di Polsek Plered menyenyebukan kasus dugaan pencabulan ini terungkap berdasarkan pengakuan murid pelaku kepada keluarganya. &quot;Korban melakukan perbuatan asusila dengan memegang organ sensitifnya. Dan bisa jadi korbannya lebih dari dua tiga orang&quot;singkat dia</description><content:encoded>PURWAKARTA - Heboh, Kantor Polsek Plered diontrog puluhan emak-emak, Kamis (29/09/2022) siang. Mereka yang merupakan warga Desa Babakansari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta ini, mendatangi kantor polisi untuk melaporkan seorang guru ngaji di desanya lantaran diduga menjadi pelaku pencabulan.

Puluhan emak-emak itu bahkan mengamuk hingga membuat anggota Polsek Plered yang didominasi laki-laki itu kewalahan. Diantara emak-emak itu bahkan hesteris saat polisi akhirnya menangkap oknum guru ngaji yang dimaksud.

Pelaku berinisial A (70). Saat dilakukan pemeriksaan di ruangan unit Satuan Reskrim Polsek Plered, massa terus berdatangan. Terlebih saat A disebut mengakui semua perbuatanya. Menghindari amukan massa, A akhirnya langsung dibawa ke Mapolres Purwakarta.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOS8xLzE1Mzk1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Ya, kasus dugaan pencabulan. Untuk kasus ini kami limpahkan ke Unit PPA (Perlondungan Perempuan dan Anak) Polres Purwakarta,&quot;ujar Kapolsek Plered AKP Suparlan.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang sehari-hari mengajar mengaji itu mengakui telah melakukan tindakan asusila terhadap muridnya yang berjenis kelamin permpuan. Korban masih di bawah umur dengan rentan usia 11-12 tahun.

&quot;Adapun korban yang sudah melaporkan ada empat orang, untuk motif dan modusnya belum dilakukan pendalaman. Kasusnya dilimpahkan ke Polres, nanti tim penyidik dari Polres yang mendalami,&quot;tutur AKP Suparman.

Salah seorang emak-emak yang berada di Polsek Plered menyenyebukan kasus dugaan pencabulan ini terungkap berdasarkan pengakuan murid pelaku kepada keluarganya. &quot;Korban melakukan perbuatan asusila dengan memegang organ sensitifnya. Dan bisa jadi korbannya lebih dari dua tiga orang&quot;singkat dia</content:encoded></item></channel></rss>
