<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Baswedan: Polarisasi Itu Sesuatu yang Wajar</title><description>Kita kadang-kadang khawatir 'Waduh jangan sampai Pemilu ini terjadi polarisasi loh'. Polarisasi itu sesuatu yang wajar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/30/337/2678415/anies-baswedan-polarisasi-itu-sesuatu-yang-wajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/30/337/2678415/anies-baswedan-polarisasi-itu-sesuatu-yang-wajar"/><item><title>Anies Baswedan: Polarisasi Itu Sesuatu yang Wajar</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/30/337/2678415/anies-baswedan-polarisasi-itu-sesuatu-yang-wajar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/30/337/2678415/anies-baswedan-polarisasi-itu-sesuatu-yang-wajar</guid><pubDate>Jum'at 30 September 2022 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/30/337/2678415/anies-baswedan-polarisasi-itu-sesuatu-yang-wajar-YPAN8IO9cA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Pemprov DKI Jakarta)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/30/337/2678415/anies-baswedan-polarisasi-itu-sesuatu-yang-wajar-YPAN8IO9cA.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Pemprov DKI Jakarta)</title></images><description>JAKARTA - Polarisasi pada masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) adalah sesuatu yang wajar. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjadi pembicara di acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit 2022 di The Tribrata Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

&quot;Kita kadang-kadang khawatir 'Waduh jangan sampai Pemilu ini terjadi polarisasi loh'. Polarisasi itu sesuatu yang wajar,&quot; kata Anies, Jumat (30/9/2022).

Anies menambahkan dalam kampanye muncul unsur emosi yang mencerminkan sebuah kontestasi atau persaingan.

&quot;Emosi akan mencerminkan kontestasi, kalau calonnya adalah satu laki-laki satu perempuan maka isu gender akan dominan di situ. Kalau calonnya adalah satu dari Jawa satu dari Sunda, maka isu etnis akan dominan di situ. Kalau calonnya beda agama, maka isu agama akan muncul,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:Bangun Ekosistem Meritokrasi, Anies Raih 2 Penghargaan dari KASN

Anies juga mencontohkan duel Derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City. Ia menjelaskan warga Manchester akan terbagi dua kubu merah dan biru saat pertandingan berlangsung.

&quot;Kalau Man City bertanding lawan MU, ya terjadi polarisasi antara itu biru atau merah, kemudian birunya udah kusam, merahnya udah nggak cerah, itu normal. Tapi pada ujungnya setelah pertandingan, semua baju merah baju biru itu hilang, kita sekarang bicara sebagai orang Manchester. Ini contoh,&quot; tuturnya.Namun, Anies Baswedan menampik identitas agama menjadi satu-satunya yang hadir dalam suatu kontestasi berujung polarisasi. Ia pun meminta seluruh masyarakat tidak terjebak pada hal tersebut dengan melihat sisi lain seperti rekam jejak sang calon.

&amp;ldquo;Lalu, ada aspek program nih yang biasanya kita bandingkan. Jadi saya melihat kita perlu makin hari makin mendorong, kita semua untuk melihat, satu, rekam jejak dari siapapun yang ada di dalam lapangan,&amp;rdquo; kata Anies.</description><content:encoded>JAKARTA - Polarisasi pada masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) adalah sesuatu yang wajar. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjadi pembicara di acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit 2022 di The Tribrata Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

&quot;Kita kadang-kadang khawatir 'Waduh jangan sampai Pemilu ini terjadi polarisasi loh'. Polarisasi itu sesuatu yang wajar,&quot; kata Anies, Jumat (30/9/2022).

Anies menambahkan dalam kampanye muncul unsur emosi yang mencerminkan sebuah kontestasi atau persaingan.

&quot;Emosi akan mencerminkan kontestasi, kalau calonnya adalah satu laki-laki satu perempuan maka isu gender akan dominan di situ. Kalau calonnya adalah satu dari Jawa satu dari Sunda, maka isu etnis akan dominan di situ. Kalau calonnya beda agama, maka isu agama akan muncul,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:Bangun Ekosistem Meritokrasi, Anies Raih 2 Penghargaan dari KASN

Anies juga mencontohkan duel Derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City. Ia menjelaskan warga Manchester akan terbagi dua kubu merah dan biru saat pertandingan berlangsung.

&quot;Kalau Man City bertanding lawan MU, ya terjadi polarisasi antara itu biru atau merah, kemudian birunya udah kusam, merahnya udah nggak cerah, itu normal. Tapi pada ujungnya setelah pertandingan, semua baju merah baju biru itu hilang, kita sekarang bicara sebagai orang Manchester. Ini contoh,&quot; tuturnya.Namun, Anies Baswedan menampik identitas agama menjadi satu-satunya yang hadir dalam suatu kontestasi berujung polarisasi. Ia pun meminta seluruh masyarakat tidak terjebak pada hal tersebut dengan melihat sisi lain seperti rekam jejak sang calon.

&amp;ldquo;Lalu, ada aspek program nih yang biasanya kita bandingkan. Jadi saya melihat kita perlu makin hari makin mendorong, kita semua untuk melihat, satu, rekam jejak dari siapapun yang ada di dalam lapangan,&amp;rdquo; kata Anies.</content:encoded></item></channel></rss>
