<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Banyak Anak-Anak</title><description>Sebanyak ratusan orang menjadi korban meninggal dunia saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/02/337/2679130/korban-tewas-tragedi-kanjuruhan-banyak-anak-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/02/337/2679130/korban-tewas-tragedi-kanjuruhan-banyak-anak-anak"/><item><title>Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Banyak Anak-Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/02/337/2679130/korban-tewas-tragedi-kanjuruhan-banyak-anak-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/02/337/2679130/korban-tewas-tragedi-kanjuruhan-banyak-anak-anak</guid><pubDate>Minggu 02 Oktober 2022 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Aan haryono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/02/337/2679130/korban-tewas-tragedi-kanjuruhan-banyak-anak-anak-7UhP2HrBj2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas memperlihatkan foto-foto korban tewas mengenaskan saat Tragedi Kanjuruhan (Foto: Aan Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/02/337/2679130/korban-tewas-tragedi-kanjuruhan-banyak-anak-anak-7UhP2HrBj2.jpg</image><title>Petugas memperlihatkan foto-foto korban tewas mengenaskan saat Tragedi Kanjuruhan (Foto: Aan Haryono)</title></images><description>MALANG - Sebanyak ratusan orang menjadi korban meninggal dunia saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 malam.&amp;nbsp;
Dari sekian banyak korban, ternyata ada juga anak-anak. Dari BPBD Kabupaten Malang, dari 17 jenazah yang dikirim ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) didominasi anak-anak.

&quot;Banyak yang masih anak-anak saat kami bawa jenazah ke RSSA,&quot; kata Bagio, tim ahli BPBD Kabupaten Malang,  Minggu (2/10/2022).
BACA JUGA:Bertolak ke Malang, Kapolri Turun Langsung Usut Tragedi Kanjuruhan&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMi8xLzE1NDEyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Isak tangis orangtua korban pecah saat mengetahui anaknya menjadi korban tragedi Kanjuruhan ketika datang ke RSSA Malang. Di mana, mereka mencari sejak semalam keberadaan anaknya yang tak kunjung ada kabar.

Saat ini, masih banyak orangtua yang datang ke RSSA untuk mencari keberadaan anak mereka yang belum diketahui kabarnya.
BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Polri Bakal Evaluasi Penggunaan Gas Air Mata di Stadion&amp;nbsp;</description><content:encoded>MALANG - Sebanyak ratusan orang menjadi korban meninggal dunia saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 malam.&amp;nbsp;
Dari sekian banyak korban, ternyata ada juga anak-anak. Dari BPBD Kabupaten Malang, dari 17 jenazah yang dikirim ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) didominasi anak-anak.

&quot;Banyak yang masih anak-anak saat kami bawa jenazah ke RSSA,&quot; kata Bagio, tim ahli BPBD Kabupaten Malang,  Minggu (2/10/2022).
BACA JUGA:Bertolak ke Malang, Kapolri Turun Langsung Usut Tragedi Kanjuruhan&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMi8xLzE1NDEyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Isak tangis orangtua korban pecah saat mengetahui anaknya menjadi korban tragedi Kanjuruhan ketika datang ke RSSA Malang. Di mana, mereka mencari sejak semalam keberadaan anaknya yang tak kunjung ada kabar.

Saat ini, masih banyak orangtua yang datang ke RSSA untuk mencari keberadaan anak mereka yang belum diketahui kabarnya.
BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Polri Bakal Evaluasi Penggunaan Gas Air Mata di Stadion&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
