<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Korban Selamat di Kerusuhan Arema FC vs Persebaya: Kondisi Gelap Keluarnya Berebut</title><description>Puluhan Aremania menjadi korban kerusuhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/02/519/2678945/cerita-korban-selamat-di-kerusuhan-arema-fc-vs-persebaya-kondisi-gelap-keluarnya-berebut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/02/519/2678945/cerita-korban-selamat-di-kerusuhan-arema-fc-vs-persebaya-kondisi-gelap-keluarnya-berebut"/><item><title>Cerita Korban Selamat di Kerusuhan Arema FC vs Persebaya: Kondisi Gelap Keluarnya Berebut</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/02/519/2678945/cerita-korban-selamat-di-kerusuhan-arema-fc-vs-persebaya-kondisi-gelap-keluarnya-berebut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/02/519/2678945/cerita-korban-selamat-di-kerusuhan-arema-fc-vs-persebaya-kondisi-gelap-keluarnya-berebut</guid><pubDate>Minggu 02 Oktober 2022 03:38 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/02/519/2678945/cerita-korban-selamat-di-kerusuhan-arema-fc-vs-persebaya-kondisi-gelap-keluarnya-berebut-ZiFlEGjGtU.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/02/519/2678945/cerita-korban-selamat-di-kerusuhan-arema-fc-vs-persebaya-kondisi-gelap-keluarnya-berebut-ZiFlEGjGtU.jfif</image><title>Evakuasi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto MPI)</title></images><description>MALANG - Puluhan Aremania menjadi korban kerusuhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Mereka rata-rata menghirup gas air mata sehingga mengalami sesak napas.

Salah seorang korban Septia mengaku ia mendapat semprotan gas air mata saat berada di tribun utama. Ia pun terpaksa dievakuasi ke lorong tribun VVIP Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

&quot;Saat semprotan gas air mata pertama kita itu panik. Mencoba mencari jalan keluar, karena kondisi gelap dan mata perih,&quot; ucap Septia, perempuan berusia 18 tahun ini.

BACA JUGA:Masih Mencekam, Ambulans Lalu Lalang Evakuasi Korban Kericuhan di Kanjuruhan

Ketiadaan pertolongan medis pertama membuat kepanikan disebutnya membuat napasnya sesak ketika dievakuasi. Bahkan ia mengaku dievakuasi oleh beberapa orang salah satunya terindentifikasi wartawan.

&quot;Tadi banyak yang nolong, saya lemas mata perih. Sesak napas, terus kan keluar tadi rebutan,&quot; ungkapnya.

Ia beruntung bisa diselamatkan dan tak perlu mendapat bantuan di rumah sakit. Setelah beristirahat beberapa saat perempuan asal Pasuruan ini bisa melanjutkan perjalanan kendati matanya merah karena terkena semprotan gas air mata.</description><content:encoded>MALANG - Puluhan Aremania menjadi korban kerusuhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Mereka rata-rata menghirup gas air mata sehingga mengalami sesak napas.

Salah seorang korban Septia mengaku ia mendapat semprotan gas air mata saat berada di tribun utama. Ia pun terpaksa dievakuasi ke lorong tribun VVIP Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

&quot;Saat semprotan gas air mata pertama kita itu panik. Mencoba mencari jalan keluar, karena kondisi gelap dan mata perih,&quot; ucap Septia, perempuan berusia 18 tahun ini.

BACA JUGA:Masih Mencekam, Ambulans Lalu Lalang Evakuasi Korban Kericuhan di Kanjuruhan

Ketiadaan pertolongan medis pertama membuat kepanikan disebutnya membuat napasnya sesak ketika dievakuasi. Bahkan ia mengaku dievakuasi oleh beberapa orang salah satunya terindentifikasi wartawan.

&quot;Tadi banyak yang nolong, saya lemas mata perih. Sesak napas, terus kan keluar tadi rebutan,&quot; ungkapnya.

Ia beruntung bisa diselamatkan dan tak perlu mendapat bantuan di rumah sakit. Setelah beristirahat beberapa saat perempuan asal Pasuruan ini bisa melanjutkan perjalanan kendati matanya merah karena terkena semprotan gas air mata.</content:encoded></item></channel></rss>
