<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tak Ada Tanda-Tanda Kekerasan, Begini Kronologi Siswa SD Tersambar Petir di Bogor   </title><description>&amp;nbsp;
Agus menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 22.00 WIB pada Sabtu 1 Oktober 2022.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/03/338/2679519/tak-ada-tanda-tanda-kekerasan-begini-kronologi-siswa-sd-tersambar-petir-di-bogor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/03/338/2679519/tak-ada-tanda-tanda-kekerasan-begini-kronologi-siswa-sd-tersambar-petir-di-bogor"/><item><title> Tak Ada Tanda-Tanda Kekerasan, Begini Kronologi Siswa SD Tersambar Petir di Bogor   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/03/338/2679519/tak-ada-tanda-tanda-kekerasan-begini-kronologi-siswa-sd-tersambar-petir-di-bogor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/03/338/2679519/tak-ada-tanda-tanda-kekerasan-begini-kronologi-siswa-sd-tersambar-petir-di-bogor</guid><pubDate>Senin 03 Oktober 2022 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/03/338/2679519/tak-ada-tanda-tanda-kekerasan-begini-kronologi-siswa-sd-tersambar-petir-di-bogor-mobbcr3UJV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi siswa yang tersambar petir saat bekemah/Foto: Polisi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/03/338/2679519/tak-ada-tanda-tanda-kekerasan-begini-kronologi-siswa-sd-tersambar-petir-di-bogor-mobbcr3UJV.jpg</image><title>Lokasi siswa yang tersambar petir saat bekemah/Foto: Polisi</title></images><description>
BOGOR - Polisi menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh bocah SD yang meninggal dunia di Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Korban memang diduga tersambar petir ketika berkemah.

&quot;Keadaan korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan juga tidak ditemukan kecurigaan kekekerasan,&quot; kata Kapolsek Cibungbulang Kompol Agus Permana, Senin (3/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Komnas HAM Minta Polri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Agus menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 22.00 WIB pada Sabtu 1 Oktober 2022. Ketika itu, salah satu saksi yang merupakan guru pembina berada di tenda tidak jauh dari tenda korban.

&quot;Posisi saksi berada di tenda pembina, pada saat itu cuaca sedang hujan, sedangkan posisi korban sedang berada di tenda siswa bersama dengan kawan kawannya sekitar 8 siswa berjarak hanya sekitar 1 meter dengan tenda siswa,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Mobil Pikap Tertabrak Kereta Api hingga Terbelah 3, Ibu dan Anak Meninggal
Tiba-tiba ada petir yang cukup keras dan langsung menyambar ke arah tenda siswa. Para siswa pun panik dan terdapat korban yang tidak sadarkan diri.
&quot;Dibopong saksi keadaan tubuh korban seperti keluar asap dan mata melotot dibawa ke klinik. Menurut saksi, saat dibawa ke kondisinya masih ada napasnya, tetapi di perjalanan meninggal dunia,&quot; tutupnya.

Sebelumnya, siswa SD meninggal dunia diduga tersambar petir saat berkemah di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Korban berkemah dalam rangka kegiatan Pramuka sekolahnya.
</description><content:encoded>
BOGOR - Polisi menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh bocah SD yang meninggal dunia di Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Korban memang diduga tersambar petir ketika berkemah.

&quot;Keadaan korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan juga tidak ditemukan kecurigaan kekekerasan,&quot; kata Kapolsek Cibungbulang Kompol Agus Permana, Senin (3/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Komnas HAM Minta Polri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Agus menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 22.00 WIB pada Sabtu 1 Oktober 2022. Ketika itu, salah satu saksi yang merupakan guru pembina berada di tenda tidak jauh dari tenda korban.

&quot;Posisi saksi berada di tenda pembina, pada saat itu cuaca sedang hujan, sedangkan posisi korban sedang berada di tenda siswa bersama dengan kawan kawannya sekitar 8 siswa berjarak hanya sekitar 1 meter dengan tenda siswa,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Mobil Pikap Tertabrak Kereta Api hingga Terbelah 3, Ibu dan Anak Meninggal
Tiba-tiba ada petir yang cukup keras dan langsung menyambar ke arah tenda siswa. Para siswa pun panik dan terdapat korban yang tidak sadarkan diri.
&quot;Dibopong saksi keadaan tubuh korban seperti keluar asap dan mata melotot dibawa ke klinik. Menurut saksi, saat dibawa ke kondisinya masih ada napasnya, tetapi di perjalanan meninggal dunia,&quot; tutupnya.

Sebelumnya, siswa SD meninggal dunia diduga tersambar petir saat berkemah di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Korban berkemah dalam rangka kegiatan Pramuka sekolahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
