<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua Pemuda Perindo: Tragedi Kanjuruhan Momentum Kebangkitan Sepakbola Indonesia seperti Inggris</title><description>Kita ingin sepakbola Indonesia seperti Inggris setelah kejadian Hillsborough, mereka berkembangnya pesat menjadi industri sepakbola</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/05/337/2680780/ketua-pemuda-perindo-tragedi-kanjuruhan-momentum-kebangkitan-sepakbola-indonesia-seperti-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/05/337/2680780/ketua-pemuda-perindo-tragedi-kanjuruhan-momentum-kebangkitan-sepakbola-indonesia-seperti-inggris"/><item><title>Ketua Pemuda Perindo: Tragedi Kanjuruhan Momentum Kebangkitan Sepakbola Indonesia seperti Inggris</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/05/337/2680780/ketua-pemuda-perindo-tragedi-kanjuruhan-momentum-kebangkitan-sepakbola-indonesia-seperti-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/05/337/2680780/ketua-pemuda-perindo-tragedi-kanjuruhan-momentum-kebangkitan-sepakbola-indonesia-seperti-inggris</guid><pubDate>Rabu 05 Oktober 2022 02:03 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/05/337/2680780/ketua-pemuda-perindo-tragedi-kanjuruhan-momentum-kebangkitan-sepakbola-indonesia-seperti-inggris-v71JVp58dN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Pemuda Perindo Effendi Syahputra (Foto : Partai Perindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/05/337/2680780/ketua-pemuda-perindo-tragedi-kanjuruhan-momentum-kebangkitan-sepakbola-indonesia-seperti-inggris-v71JVp58dN.jpg</image><title>Ketua Pemuda Perindo Effendi Syahputra (Foto : Partai Perindo)</title></images><description>JAKARTA - Duka menyelimuti dunia sepak bola tanah air setelah ratusan orang meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai menyaksikan laga Arema vs Persebaya.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Inggris yang dikenal dengan Tragedi Hillsborough. Tragedi yang terjadi pada 15 April 1989 itu menyebabkan 96 fans Liverpool kehilangan nyawa saat menyaksikan partai Final Piala FA yang mempertemukan Liverpool vs Nottingham Forest.

Setelah tragedi itu, FA selaku federasi sepak bola di Inggris melakukan beberapa perbaikan dalam sistem sepak bola mereka. Di antaranya yang paling menonjol adalah mengubah tribun yang awalnya berdiri menjadi duduk dan menghilangkan pagar pembatas tribun dan lapangan agar antisipasi ketika tribun lebih muatan lebih mudah.

Ketua Pemuda DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra berharap, Tanpa mengurangi rasa belasungkawa kepada para kerabat korban, PSSI selaku federasi sepak bola tanah air dapat berkaca kepada FA yang melakukan beberapa perbaikan sistem olahraga 11 vs 11 itu. Dengan perubahan setelah Tragedi Hillsborough, sepak bola Inggris mengalami kemajuan yang cukup signifikan hingga saat ini menjadi liga yang paling kompetitif di Eropa.

BACA JUGA:Usut Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Pimpin Rapat Perdana TGIPF&amp;nbsp;

&quot;Kita ingin sepakbola Indonesia seperti Inggris setelah kejadian Hillsborough, mereka berkembangnya pesat menjadi industri sepakbola yang luar biasa,&quot; kata Effendi kepada MNC Media, Selasa (4/10/2022).

Ia melanjutkan, dengan adanya musibah ini PSSI dan pihak terkait dapat belajar untuk membenahi sistem liga di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Duka menyelimuti dunia sepak bola tanah air setelah ratusan orang meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai menyaksikan laga Arema vs Persebaya.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Inggris yang dikenal dengan Tragedi Hillsborough. Tragedi yang terjadi pada 15 April 1989 itu menyebabkan 96 fans Liverpool kehilangan nyawa saat menyaksikan partai Final Piala FA yang mempertemukan Liverpool vs Nottingham Forest.

Setelah tragedi itu, FA selaku federasi sepak bola di Inggris melakukan beberapa perbaikan dalam sistem sepak bola mereka. Di antaranya yang paling menonjol adalah mengubah tribun yang awalnya berdiri menjadi duduk dan menghilangkan pagar pembatas tribun dan lapangan agar antisipasi ketika tribun lebih muatan lebih mudah.

Ketua Pemuda DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra berharap, Tanpa mengurangi rasa belasungkawa kepada para kerabat korban, PSSI selaku federasi sepak bola tanah air dapat berkaca kepada FA yang melakukan beberapa perbaikan sistem olahraga 11 vs 11 itu. Dengan perubahan setelah Tragedi Hillsborough, sepak bola Inggris mengalami kemajuan yang cukup signifikan hingga saat ini menjadi liga yang paling kompetitif di Eropa.

BACA JUGA:Usut Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Pimpin Rapat Perdana TGIPF&amp;nbsp;

&quot;Kita ingin sepakbola Indonesia seperti Inggris setelah kejadian Hillsborough, mereka berkembangnya pesat menjadi industri sepakbola yang luar biasa,&quot; kata Effendi kepada MNC Media, Selasa (4/10/2022).

Ia melanjutkan, dengan adanya musibah ini PSSI dan pihak terkait dapat belajar untuk membenahi sistem liga di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
