<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geng Kriminal Blokade Terminal Bahan Bakar, PM Haiti Minta Bantuan Komunitas Internasional</title><description>Blokir oleh geng telah menciptakan krisis parah di Haiti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/06/18/2681843/geng-kriminal-blokade-terminal-bahan-bakar-pm-haiti-minta-bantuan-komunitas-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/06/18/2681843/geng-kriminal-blokade-terminal-bahan-bakar-pm-haiti-minta-bantuan-komunitas-internasional"/><item><title>Geng Kriminal Blokade Terminal Bahan Bakar, PM Haiti Minta Bantuan Komunitas Internasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/06/18/2681843/geng-kriminal-blokade-terminal-bahan-bakar-pm-haiti-minta-bantuan-komunitas-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/06/18/2681843/geng-kriminal-blokade-terminal-bahan-bakar-pm-haiti-minta-bantuan-komunitas-internasional</guid><pubDate>Kamis 06 Oktober 2022 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/06/18/2681843/geng-kriminal-blokade-terminal-bahan-bakar-pm-haiti-minta-bantuan-komunitas-internasional-z3CvSn7Val.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/06/18/2681843/geng-kriminal-blokade-terminal-bahan-bakar-pm-haiti-minta-bantuan-komunitas-internasional-z3CvSn7Val.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>PORT-AU-PRINCE - Perdana Menteri Haiti Ariel Henry pada Rabu, (5/102/2022), meminta masyarakat internasional untuk membantu negara Karibia itu, di saat blokade geng kriminal di terminal bahan bakar utama telah menyebabkan kelangkaan barang yang meluas termasuk air minum.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kolera Kembali Menyerang Haiti, 7 Orang Meninggal

Geng-geng sejak bulan lalu telah memblokir pintu masuk ke terminal bahan bakar Varreux, menciptakan kekurangan solar dan bensin yang mengerikan dan melumpuhkan kegiatan sehari-hari di Haiti.
Pihak berwenang selama akhir pekan mengkonfirmasi wabah kolera, yang biasanya disebarkan oleh air yang terkontaminasi.
&quot;Saya meminta seluruh komunitas internasional, semua negara yang berteman dengan Haiti, untuk berdiri bersama kami dan membantu kami memerangi krisis kemanusiaan ini,&quot; kata Henry dalam pidato yang disiarkan televisi, sebagaimana dilansir di Reuters.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ibu Kota Haiti Berubah Jadi Medan Perang Antar Geng, Mayat Berserakan di Jalanan

&quot;Kami ingin air minum dan obat-obatan menjangkau orang sakit ketika kolera mulai kembali, agar pabrik-pabrik yang memproduksi air minum mulai bekerja kembali. Kami membutuhkan dokter dan perawat ... untuk mencapai rumah sakit.&quot;
Dia tidak merinci jenis bantuan khusus apa yang dia cari.Blokade bahan bakar dimulai tak lama setelah pengumuman 11 September bahwa pemerintah akan memotong subsidi bahan bakar, memicu kemarahan di antara warga Haiti yang sudah berjuang dengan harga yang meroket.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC8xLzE1NDI1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Henry pada Rabu mengatakan subsidi adalah pengeluaran yang tidak berkelanjutan untuk negara Haiti.
&quot;Ketika kita ... mensubsidi satu produk untuk kepentingan sekelompok orang, tidak ada lagi cara untuk membantu ibu dan ayah menyekolahkan anak-anak mereka,&quot; katanya. &quot;Tidak ada uang yang tersisa untuk subsidi untuk menurunkan harga pangan.&quot;
</description><content:encoded>PORT-AU-PRINCE - Perdana Menteri Haiti Ariel Henry pada Rabu, (5/102/2022), meminta masyarakat internasional untuk membantu negara Karibia itu, di saat blokade geng kriminal di terminal bahan bakar utama telah menyebabkan kelangkaan barang yang meluas termasuk air minum.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kolera Kembali Menyerang Haiti, 7 Orang Meninggal

Geng-geng sejak bulan lalu telah memblokir pintu masuk ke terminal bahan bakar Varreux, menciptakan kekurangan solar dan bensin yang mengerikan dan melumpuhkan kegiatan sehari-hari di Haiti.
Pihak berwenang selama akhir pekan mengkonfirmasi wabah kolera, yang biasanya disebarkan oleh air yang terkontaminasi.
&quot;Saya meminta seluruh komunitas internasional, semua negara yang berteman dengan Haiti, untuk berdiri bersama kami dan membantu kami memerangi krisis kemanusiaan ini,&quot; kata Henry dalam pidato yang disiarkan televisi, sebagaimana dilansir di Reuters.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ibu Kota Haiti Berubah Jadi Medan Perang Antar Geng, Mayat Berserakan di Jalanan

&quot;Kami ingin air minum dan obat-obatan menjangkau orang sakit ketika kolera mulai kembali, agar pabrik-pabrik yang memproduksi air minum mulai bekerja kembali. Kami membutuhkan dokter dan perawat ... untuk mencapai rumah sakit.&quot;
Dia tidak merinci jenis bantuan khusus apa yang dia cari.Blokade bahan bakar dimulai tak lama setelah pengumuman 11 September bahwa pemerintah akan memotong subsidi bahan bakar, memicu kemarahan di antara warga Haiti yang sudah berjuang dengan harga yang meroket.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC8xLzE1NDI1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Henry pada Rabu mengatakan subsidi adalah pengeluaran yang tidak berkelanjutan untuk negara Haiti.
&quot;Ketika kita ... mensubsidi satu produk untuk kepentingan sekelompok orang, tidak ada lagi cara untuk membantu ibu dan ayah menyekolahkan anak-anak mereka,&quot; katanya. &quot;Tidak ada uang yang tersisa untuk subsidi untuk menurunkan harga pangan.&quot;
</content:encoded></item></channel></rss>
