<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyelidikan Kerusakan Pipa Gas Nord Stream oleh Swedia Temukan Bukti Ledakan Sabotase</title><description>Rusia tidak dilibatkan dalam penyelidikan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/07/18/2682333/penyelidikan-kerusakan-pipa-gas-nord-stream-oleh-swedia-temukan-bukti-ledakan-sabotase</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/07/18/2682333/penyelidikan-kerusakan-pipa-gas-nord-stream-oleh-swedia-temukan-bukti-ledakan-sabotase"/><item><title>Penyelidikan Kerusakan Pipa Gas Nord Stream oleh Swedia Temukan Bukti Ledakan Sabotase</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/07/18/2682333/penyelidikan-kerusakan-pipa-gas-nord-stream-oleh-swedia-temukan-bukti-ledakan-sabotase</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/07/18/2682333/penyelidikan-kerusakan-pipa-gas-nord-stream-oleh-swedia-temukan-bukti-ledakan-sabotase</guid><pubDate>Jum'at 07 Oktober 2022 07:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/07/18/2682333/penyelidikan-kerusakan-pipa-gas-nord-stream-oleh-swedia-temukan-bukti-ledakan-sabotase-lhmZy3aC40.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Citra satelit menunjukkan gelembung gas dari kebocoran pipa Nord Stream di Laut Baltik. (Foto: Roscosmos via Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/07/18/2682333/penyelidikan-kerusakan-pipa-gas-nord-stream-oleh-swedia-temukan-bukti-ledakan-sabotase-lhmZy3aC40.jpg</image><title>Citra satelit menunjukkan gelembung gas dari kebocoran pipa Nord Stream di Laut Baltik. (Foto: Roscosmos via Reuters)</title></images><description>HELSINKI/STOCKHOLM - Penyelidikan di lokasi kerusakan pipa gas Nord Stream 1 dan 2 dari Rusia ke Eropa menemukan adanya bukti ledakan, memperkuat kecurigaan &quot;sabotase besar&quot;, demikian diumumkan Dinas Keamanan Swedia pada Kamis, (6/10/2022).&amp;nbsp;
Pihak berwenang Swedia dan Denmark telah menyelidiki empat kebocoran setelah jaringan pipa, yang menghubungkan Rusia dan Jerman melalui Laut Baltik dan telah menjadi titik nyala dalam krisis Ukraina, rusak pada awal pekan lalu.
BACA JUGA:cPimpinan Mata-Mata Rusia Sebut Ledakan Nord Stream Aksi Terorisme, Tuding Barat Bertanggung Jawab&amp;nbsp;
Eropa, yang bergantung pada Rusia untuk sekira 40% dari gasnya, menghadapi krisis energi setelah invasi Moskow ke Ukraina memutus pasokan bahan bakar dalam kebuntuan yang berkelanjutan.
Penyelidikan dilakukan terhadap penyebab kebocoran Nord Stream di saat Rusia menyalahkan Barat, dengan menunjukkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan diuntungkan dengan kerusakan tersebut. Washington membantah terlibat dalam kebocoran Nord Stream.
&quot;Setelah menyelesaikan investigasi TKP, Dinas Keamanan Swedia dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi ledakan di Nord Stream 1 dan 2 di zona ekonomi Swedia,&quot; kata dinas itu sebagaimana dilansir Reuters.
Dinas keamanan menambahkan bahwa ada kerusakan parah pada jaringan pipa gas dan telah mengambil beberapa material dari lokasi yang sekarang akan dianalisis. Bukti &quot;telah memperkuat kecurigaan sabotase besar&quot;, tambah pernyataan itu.&amp;nbsp;
Penyelidikan TKP yang dilakukan oleh Penjaga Pantai dan Angkatan Laut Swedia akan melibatkan kendaraan tak berawak, kata Juru Bicara Angkatan Laut Swedia Jimmie Adamsson.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bantah Ledakkan Jalur Pipa Gas Nord Stream, Rusia: Itu Klaim Bodoh
&amp;ldquo;Pipa-pipa itu berada di kedalaman 70-80 meter dan di kedalaman itu Anda menggunakan kendaraan bawah air tanpa awak,&amp;rdquo; tambahnya.
Rusia mengatakan telah diberitahu melalui saluran diplomatik bahwa mereka tidak dapat bergabun dalam penyelidikan.&quot;Sampai sekarang, tidak ada rencana untuk meminta pihak Rusia bergabung dalam penyelidikan,&quot; kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Moskow menjawab tidak mungkin melakukan penyelidikan objektif tanpa partisipasinya.
Operator jaringan pipa milik Rusia dan mitra Eropa mengatakan minggu ini mereka tidak dapat memeriksa bagian yang rusak karena otoritas Denmark dan Swedia telah menutup daerah itu pada Senin, (3/10/2022).
Otoritas Penuntutan Swedia mengatakan pada Kamis bahwa daerah itu, di mana gas yang dimuntahkan ke laut selama hampir seminggu, tidak lagi ditutup.



Pada Rabu, (5/10/2022) Menteri Kehakiman Swedia, sebagai tanggapan kepada Kremlin, mengatakan bahwa tidak mungkin membiarkan orang lain mengambil bagian dalam penyelidikan kriminal negara itu.&amp;nbsp;
Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa satuan tugas yang dipimpin polisi antara Denmark, Swedia dan Jerman bertanggung jawab atas penyelidikan itu.
Sementara itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow akan menuntut &quot;penyelidikan yang komprehensif dan terbuka&quot; yang mencakup pejabat Rusia dan Gazprom.
&quot;Tidak mengizinkan pemilik (pipa) untuk menyaksikan penyelidikan berarti ada sesuatu yang disembunyikan,&quot; kata Zakharova.</description><content:encoded>HELSINKI/STOCKHOLM - Penyelidikan di lokasi kerusakan pipa gas Nord Stream 1 dan 2 dari Rusia ke Eropa menemukan adanya bukti ledakan, memperkuat kecurigaan &quot;sabotase besar&quot;, demikian diumumkan Dinas Keamanan Swedia pada Kamis, (6/10/2022).&amp;nbsp;
Pihak berwenang Swedia dan Denmark telah menyelidiki empat kebocoran setelah jaringan pipa, yang menghubungkan Rusia dan Jerman melalui Laut Baltik dan telah menjadi titik nyala dalam krisis Ukraina, rusak pada awal pekan lalu.
BACA JUGA:cPimpinan Mata-Mata Rusia Sebut Ledakan Nord Stream Aksi Terorisme, Tuding Barat Bertanggung Jawab&amp;nbsp;
Eropa, yang bergantung pada Rusia untuk sekira 40% dari gasnya, menghadapi krisis energi setelah invasi Moskow ke Ukraina memutus pasokan bahan bakar dalam kebuntuan yang berkelanjutan.
Penyelidikan dilakukan terhadap penyebab kebocoran Nord Stream di saat Rusia menyalahkan Barat, dengan menunjukkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan diuntungkan dengan kerusakan tersebut. Washington membantah terlibat dalam kebocoran Nord Stream.
&quot;Setelah menyelesaikan investigasi TKP, Dinas Keamanan Swedia dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi ledakan di Nord Stream 1 dan 2 di zona ekonomi Swedia,&quot; kata dinas itu sebagaimana dilansir Reuters.
Dinas keamanan menambahkan bahwa ada kerusakan parah pada jaringan pipa gas dan telah mengambil beberapa material dari lokasi yang sekarang akan dianalisis. Bukti &quot;telah memperkuat kecurigaan sabotase besar&quot;, tambah pernyataan itu.&amp;nbsp;
Penyelidikan TKP yang dilakukan oleh Penjaga Pantai dan Angkatan Laut Swedia akan melibatkan kendaraan tak berawak, kata Juru Bicara Angkatan Laut Swedia Jimmie Adamsson.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bantah Ledakkan Jalur Pipa Gas Nord Stream, Rusia: Itu Klaim Bodoh
&amp;ldquo;Pipa-pipa itu berada di kedalaman 70-80 meter dan di kedalaman itu Anda menggunakan kendaraan bawah air tanpa awak,&amp;rdquo; tambahnya.
Rusia mengatakan telah diberitahu melalui saluran diplomatik bahwa mereka tidak dapat bergabun dalam penyelidikan.&quot;Sampai sekarang, tidak ada rencana untuk meminta pihak Rusia bergabung dalam penyelidikan,&quot; kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Moskow menjawab tidak mungkin melakukan penyelidikan objektif tanpa partisipasinya.
Operator jaringan pipa milik Rusia dan mitra Eropa mengatakan minggu ini mereka tidak dapat memeriksa bagian yang rusak karena otoritas Denmark dan Swedia telah menutup daerah itu pada Senin, (3/10/2022).
Otoritas Penuntutan Swedia mengatakan pada Kamis bahwa daerah itu, di mana gas yang dimuntahkan ke laut selama hampir seminggu, tidak lagi ditutup.



Pada Rabu, (5/10/2022) Menteri Kehakiman Swedia, sebagai tanggapan kepada Kremlin, mengatakan bahwa tidak mungkin membiarkan orang lain mengambil bagian dalam penyelidikan kriminal negara itu.&amp;nbsp;
Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa satuan tugas yang dipimpin polisi antara Denmark, Swedia dan Jerman bertanggung jawab atas penyelidikan itu.
Sementara itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow akan menuntut &quot;penyelidikan yang komprehensif dan terbuka&quot; yang mencakup pejabat Rusia dan Gazprom.
&quot;Tidak mengizinkan pemilik (pipa) untuk menyaksikan penyelidikan berarti ada sesuatu yang disembunyikan,&quot; kata Zakharova.</content:encoded></item></channel></rss>
