<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPAI Minta Korban Robohnya Tembok MTs 19 Diberikan Pendampingan Psikologis</title><description>KPAI meminta korban robohnya tembok MTs 19 diberikan pendampingan psikologis.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/07/338/2682661/kpai-minta-korban-robohnya-tembok-mts-19-diberikan-pendampingan-psikologis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/07/338/2682661/kpai-minta-korban-robohnya-tembok-mts-19-diberikan-pendampingan-psikologis"/><item><title>KPAI Minta Korban Robohnya Tembok MTs 19 Diberikan Pendampingan Psikologis</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/07/338/2682661/kpai-minta-korban-robohnya-tembok-mts-19-diberikan-pendampingan-psikologis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/07/338/2682661/kpai-minta-korban-robohnya-tembok-mts-19-diberikan-pendampingan-psikologis</guid><pubDate>Jum'at 07 Oktober 2022 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/07/338/2682661/kpai-minta-korban-robohnya-tembok-mts-19-diberikan-pendampingan-psikologis-FqXXN1Uxs2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tembok MTs 19 Pondok Labu roboh. (MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/07/338/2682661/kpai-minta-korban-robohnya-tembok-mts-19-diberikan-pendampingan-psikologis-FqXXN1Uxs2.jpg</image><title>Tembok MTs 19 Pondok Labu roboh. (MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) membantu asesmen psikologis terhadap&amp;nbsp;korban selamat akibat robohnya tembok di MTs Negeri 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). Dalam peristiwa itu, sebanyak tiga pelajar meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka.

&quot;Juga memberikan aspek psikososial kepada pendidik dan peserta didik akibat musibah ini,&quot; kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNi8xLzE1NDQ0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Retno juga mendorong Kementerian Agama sebagai kementerian yang menaungi madrasah untuk segera memperbaiki kondisi madrasah. Hal ini agar peserta didik dapat segera kembali belajar di sekolah.

BACA JUGA: Kesaksian Siswa MTsN 19 Cilandak ketika Tembok Roboh&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Di samping itu, KPAI juga meminta pihak sekolah maupun yang berwenang untuk menerapkan penanganan standar operasional prosedur (SOP) saat terjadi bencana alam, terutama di lingkungan sekolah.



&quot;Misalnya banjir, maka SOP-nya ada evakuasi anak-anak harus naik ke lantai 2 atau 3 semuanya dan tidak ada yang boleh di lantai 1 apalagi di halaman sekolah bermain hujan karena akan sangat berisiko pada keselamatannya. Bisa ada petir, terseret air atau ketimpa tembok sekolah seperti kejadian ini,&quot; jelasnya.


&quot;Karena itu, SOP itu wajib dilatih atau dipraktikkan ke warga sekolah agar saat bencana terjadi semua tertib diarahkan ke jalur evakuasi untuk penyelamatan,&quot; tuturnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) membantu asesmen psikologis terhadap&amp;nbsp;korban selamat akibat robohnya tembok di MTs Negeri 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). Dalam peristiwa itu, sebanyak tiga pelajar meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka.

&quot;Juga memberikan aspek psikososial kepada pendidik dan peserta didik akibat musibah ini,&quot; kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNi8xLzE1NDQ0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Retno juga mendorong Kementerian Agama sebagai kementerian yang menaungi madrasah untuk segera memperbaiki kondisi madrasah. Hal ini agar peserta didik dapat segera kembali belajar di sekolah.

BACA JUGA: Kesaksian Siswa MTsN 19 Cilandak ketika Tembok Roboh&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Di samping itu, KPAI juga meminta pihak sekolah maupun yang berwenang untuk menerapkan penanganan standar operasional prosedur (SOP) saat terjadi bencana alam, terutama di lingkungan sekolah.



&quot;Misalnya banjir, maka SOP-nya ada evakuasi anak-anak harus naik ke lantai 2 atau 3 semuanya dan tidak ada yang boleh di lantai 1 apalagi di halaman sekolah bermain hujan karena akan sangat berisiko pada keselamatannya. Bisa ada petir, terseret air atau ketimpa tembok sekolah seperti kejadian ini,&quot; jelasnya.


&quot;Karena itu, SOP itu wajib dilatih atau dipraktikkan ke warga sekolah agar saat bencana terjadi semua tertib diarahkan ke jalur evakuasi untuk penyelamatan,&quot; tuturnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
