<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Mencegangkan Aremania saat Tragedi Kanjuruhan, Misteri Pintu 13 hingga Keributan di Parkiran   </title><description>Saat memasuki babak kedua, berjalan semakin banyak keributan terjadi di belakang gawang tepatnya di tribun 10 hingga 14.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/08/337/2683148/kesaksian-mencegangkan-aremania-saat-tragedi-kanjuruhan-misteri-pintu-13-hingga-keributan-di-parkiran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/08/337/2683148/kesaksian-mencegangkan-aremania-saat-tragedi-kanjuruhan-misteri-pintu-13-hingga-keributan-di-parkiran"/><item><title>Kesaksian Mencegangkan Aremania saat Tragedi Kanjuruhan, Misteri Pintu 13 hingga Keributan di Parkiran   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/08/337/2683148/kesaksian-mencegangkan-aremania-saat-tragedi-kanjuruhan-misteri-pintu-13-hingga-keributan-di-parkiran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/08/337/2683148/kesaksian-mencegangkan-aremania-saat-tragedi-kanjuruhan-misteri-pintu-13-hingga-keributan-di-parkiran</guid><pubDate>Sabtu 08 Oktober 2022 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/08/337/2683148/kesaksian-mencegangkan-aremania-saat-tragedi-kanjuruhan-misteri-pintu-13-hingga-keributan-di-parkiran-aRUJWYER0V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/08/337/2683148/kesaksian-mencegangkan-aremania-saat-tragedi-kanjuruhan-misteri-pintu-13-hingga-keributan-di-parkiran-aRUJWYER0V.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>MALANG - Sudah hampir sepekan Tragedi Kanjuruhan Malang berlalu, namun bagi Miftachur Rizki salah satu Aremania Singosari ini masih tak menyangka hal ini terjadi. Karena sesaat setelah pertandingan selesai ia langsung meninggalkan stadion melalui pintu 10.
&amp;nbsp;(Baca juga: Terungkap! 8 Pintu Darurat Hanya Terbuka 2 saat Tragedi Kanjuruhan Berdarah)
Selama pertandingan berlangsung memang suasana kondusif, ia saat itu berada di tribun dekat pintu 10. Ada beberapa keributan kecil antar suporter memang iya, tapi masih bisa terkondisikan dengan aman dan baik.

&quot;Jalannya pertandingan terbilang kondusif, tetapi di samping saya persis ada kericuhan sesama suporter Arema lantaran chant atau nyanyian yang dilantunkan seperti Liga Inggris. Keributan kecil pun terjadi,&amp;rdquo; ungkap Rizki, kepada Okezone,  Sabtu (8/10/2022).

Namun, saat memasuki babak kedua, berjalan semakin banyak keributan terjadi di belakang gawang tepatnya di tribun 10 hingga 14. Kendati demikian, suasana pertandingan tetap kondusif hingga akhir pertandingan berakhir.

&quot;Ketika peluit panjang berakhirnya pertandingan ditiup wasit, seluruh pemain dan official Persebaya Surabaya langsung lari terbirit-birit menuju loker room untuk mengamankan diri,&amp;rdquo; ceritanya.

Saat itulah ia memutuskan untuk segera keluar dari area stadion. Rizki bersaksi bahwa pintu itu masih terbuka dan masih lengang sesaat setelah peluit selesai pertandingan dibunyikan. Bahkan ketika dia keluar ke area luar stadion, pintu 10, 11, 12, 13, hingga 14 terbuka, tapi ia lupa apakah pintu yang terbuka pintu kecil atau yang besar.

Sebagai informasi, di masing-masing pintu di Stadion Kanjuruhan Malang terdapat dua pintu, pintu kecil yang berukuran 1,5 meter yang hanya mampu dilalui dua orang, serta pintu besar dengan ukuran 5 meter, yang menjadi bagian dari pintu kecil tersebut.

&quot;Saya bersama tiga teman menyaksikan pertandingan dari tribun 10 Stadion Kanjuruhan. Ketika keluar saya lihat pintu 10, 11, 12, 13, hingga 14 memang terbuka, dan kondisinya masih sepi. Tapi saya lupa itu pintu yang kecil atau besar, tapi yang jelas pintu itu terbuka,&quot; kata Rizki, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Sabtu (8/10/2022).

Rizki pun masih mengingat bagaimana ia sudah berada di luar stadion dalam keadaan yang masih kondusif dan aman. Namun sesaat setelah ia tiba di tempat parkir sepeda motor, suara tembakan gas air mata itu muncul dari dalam stadion. Setelah itu kondisinya ia tak tahu lagi, karena lebih memilih pulang dan menyelamatkan diri melalui pintu bagian selatan stadion melalui area persawahan.

Rizky menjelaskan, pintu masuk ke area stadion di selatan itu bukanlah pintu utama, mengingat pintu utama  dua pintu utama berada di sisi utara yang berada di Jalan Trunojoyo, yang biasanya dilalui suporter hingga tim masuk stadion.

&quot;Sewaktu di parkiran itu sudah mulai nggak kondusif, kata teman yang lewat depan (pintu utama masuk area stadion dari Jalan Trunojoyo) sudah mulai ada keributan. Saya lewat jalan sawah-sawah itu, dari selatan stadion, bukan pintu masuk utama,&quot; paparnya.

Ia pun pulang menuju rumahnya di Singosari dengan selamat. Dirinya baru mendengar kabar adanya ratusan korban berjatuhan pada Minggu pagi harinya, yang tentu membuatnya terkejut.

&quot;Saya kaget nggak percaya, karena posisinya saya memang ada di pintu yang dikatakan tertutup itu. Tapi saya langsung keluar setelah pertandingan selesai. Waktu keluar masih dibuka, tapi nggak tahu setelah itu apa yang terjadi, entah dibuka atau tertutup pintunya,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

Akibat kejadian hingga Sabtu pagi (8/10/2022) pukul 06.00 WIB,ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 550 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.
Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.



Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.



Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan.



</description><content:encoded>MALANG - Sudah hampir sepekan Tragedi Kanjuruhan Malang berlalu, namun bagi Miftachur Rizki salah satu Aremania Singosari ini masih tak menyangka hal ini terjadi. Karena sesaat setelah pertandingan selesai ia langsung meninggalkan stadion melalui pintu 10.
&amp;nbsp;(Baca juga: Terungkap! 8 Pintu Darurat Hanya Terbuka 2 saat Tragedi Kanjuruhan Berdarah)
Selama pertandingan berlangsung memang suasana kondusif, ia saat itu berada di tribun dekat pintu 10. Ada beberapa keributan kecil antar suporter memang iya, tapi masih bisa terkondisikan dengan aman dan baik.

&quot;Jalannya pertandingan terbilang kondusif, tetapi di samping saya persis ada kericuhan sesama suporter Arema lantaran chant atau nyanyian yang dilantunkan seperti Liga Inggris. Keributan kecil pun terjadi,&amp;rdquo; ungkap Rizki, kepada Okezone,  Sabtu (8/10/2022).

Namun, saat memasuki babak kedua, berjalan semakin banyak keributan terjadi di belakang gawang tepatnya di tribun 10 hingga 14. Kendati demikian, suasana pertandingan tetap kondusif hingga akhir pertandingan berakhir.

&quot;Ketika peluit panjang berakhirnya pertandingan ditiup wasit, seluruh pemain dan official Persebaya Surabaya langsung lari terbirit-birit menuju loker room untuk mengamankan diri,&amp;rdquo; ceritanya.

Saat itulah ia memutuskan untuk segera keluar dari area stadion. Rizki bersaksi bahwa pintu itu masih terbuka dan masih lengang sesaat setelah peluit selesai pertandingan dibunyikan. Bahkan ketika dia keluar ke area luar stadion, pintu 10, 11, 12, 13, hingga 14 terbuka, tapi ia lupa apakah pintu yang terbuka pintu kecil atau yang besar.

Sebagai informasi, di masing-masing pintu di Stadion Kanjuruhan Malang terdapat dua pintu, pintu kecil yang berukuran 1,5 meter yang hanya mampu dilalui dua orang, serta pintu besar dengan ukuran 5 meter, yang menjadi bagian dari pintu kecil tersebut.

&quot;Saya bersama tiga teman menyaksikan pertandingan dari tribun 10 Stadion Kanjuruhan. Ketika keluar saya lihat pintu 10, 11, 12, 13, hingga 14 memang terbuka, dan kondisinya masih sepi. Tapi saya lupa itu pintu yang kecil atau besar, tapi yang jelas pintu itu terbuka,&quot; kata Rizki, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Sabtu (8/10/2022).

Rizki pun masih mengingat bagaimana ia sudah berada di luar stadion dalam keadaan yang masih kondusif dan aman. Namun sesaat setelah ia tiba di tempat parkir sepeda motor, suara tembakan gas air mata itu muncul dari dalam stadion. Setelah itu kondisinya ia tak tahu lagi, karena lebih memilih pulang dan menyelamatkan diri melalui pintu bagian selatan stadion melalui area persawahan.

Rizky menjelaskan, pintu masuk ke area stadion di selatan itu bukanlah pintu utama, mengingat pintu utama  dua pintu utama berada di sisi utara yang berada di Jalan Trunojoyo, yang biasanya dilalui suporter hingga tim masuk stadion.

&quot;Sewaktu di parkiran itu sudah mulai nggak kondusif, kata teman yang lewat depan (pintu utama masuk area stadion dari Jalan Trunojoyo) sudah mulai ada keributan. Saya lewat jalan sawah-sawah itu, dari selatan stadion, bukan pintu masuk utama,&quot; paparnya.

Ia pun pulang menuju rumahnya di Singosari dengan selamat. Dirinya baru mendengar kabar adanya ratusan korban berjatuhan pada Minggu pagi harinya, yang tentu membuatnya terkejut.

&quot;Saya kaget nggak percaya, karena posisinya saya memang ada di pintu yang dikatakan tertutup itu. Tapi saya langsung keluar setelah pertandingan selesai. Waktu keluar masih dibuka, tapi nggak tahu setelah itu apa yang terjadi, entah dibuka atau tertutup pintunya,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

Akibat kejadian hingga Sabtu pagi (8/10/2022) pukul 06.00 WIB,ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 550 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.
Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.



Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.



Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan.



</content:encoded></item></channel></rss>
