<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geber Program 942, Anies Harap Dapat Turunkan Dampak Banjir Jakarta</title><description>Geber program 942, Anies harap dapat menurunkan dampak banjir di Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/338/2683786/geber-program-942-anies-harap-dapat-turunkan-dampak-banjir-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/10/338/2683786/geber-program-942-anies-harap-dapat-turunkan-dampak-banjir-jakarta"/><item><title>Geber Program 942, Anies Harap Dapat Turunkan Dampak Banjir Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/338/2683786/geber-program-942-anies-harap-dapat-turunkan-dampak-banjir-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/10/338/2683786/geber-program-942-anies-harap-dapat-turunkan-dampak-banjir-jakarta</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 06:40 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/338/2683786/geber-program-942-anies-harap-dapat-turunkan-dampak-banjir-jakarta-ZexqaXHeo2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penanganan banjir Jakarta. (Dok Pemprov DKI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/338/2683786/geber-program-942-anies-harap-dapat-turunkan-dampak-banjir-jakarta-ZexqaXHeo2.jpg</image><title>Penanganan banjir Jakarta. (Dok Pemprov DKI)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terus menggeber program 942 untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota jelang akhir masa jabatannya. Ia berharap dengan selesainya program 942 dapat menurunkan dampak banjir di Jakarta.

&quot;Pemprov DKI Jakarta tengah fokus menuntaskan program 942 project, meliputi 9 polder (suatu sistem untuk menangani banjir rob yang terdiri dari kombinasi tanggul, kolam retensi dan pompa), 4 retensi air (waduk), dan 2 sungai,&quot; tulis Anies dalam keterangannya dikutip, Senin (10/10/2022).

&quot;Dengan rehabilitasi 9 polder, dapat menurunkan dampak banjir di dataran yang lebih rendah di Jakarta Utara, seperti Teluk Gong, Kelapa Gading, Muara Angke dan lainnya. Sementara, 4 waduk di Pondok Ranggon, Lebak Bulus, Brigif dan Embung Wirajasa akan mereduksi banjir pada sistem aliran Kali Sunter, Kali Krukut, Kali Grogol dan wilayah Cipinang-Melayu yang juga berfungsi sebagai penampung air. Kelebihannya, baru dialirkan ke laut. Selain itu, dilakukan pula peningkatan kapasitas dua sungai, yaitu Kali Besar dan Kali Ciliwung,&quot; tuturnya.

Anies menambahkan, program 942 ini untuk mengendalikan banjir kawasan. Ia mengklaim program 942 telah mengatasi banjir Jakarta.

&quot;Terbukti, 12 titik genangan banjir berulang pun telah teratasi,&quot; ucap Anies.

BACA JUGA:Meluas Rendam 53 RT, Ketinggian Banjir DKI Jakarta Capai 3 Meter

Ia membeberkan selain berfokus pada infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi dengan teknologi. Flood Control System, hasil kolaborasi Jakarta Smart City dan Dinas Sumber Daya Air, adalah salah satu ikhtiar agar penanganan banjir ke depan semakin mengikuti prinsip evidence based policy.

&quot;Kelebihan Flood Control System adalah pemetaan masalah banjir yang lebih akurat serta pengelolaan resiko banjir yang lebih terukur. Untuk mendapatkan data secara real time dalam jumlah yang lebih banyak dan reliable, Pemprov DKI Jakarta memasang sensor di 178 titik rumah pompa dan pintu air serta CCTV. Alat-alat ini mengukur empat jenis data, yaitu ketinggian air, curah hujan, debit air, dan temperatur,&quot; tuturnya.

Anies mengatakan data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan divisualisasikan dalam bentuk dashboard. Lalu, memanfaatkan machine learning untuk menafsirkan data.

&amp;ldquo;Nah, dua langkah tadi, sensing dan understanding ini sangat penting. Yang awalnya dilakukan secara manual, kini real-time. Yang awalnya terbatas, kini datanya melimpah. Sehingga, monitoring penanganan banjir lebih efektif. Petugas-petugas di lapangan dapat melakukan penanganan banjir secara lebih cepat. Kami berpandangan ini adalah progres dan akan terus kami tingkatkan,&amp;rdquo; tuturnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terus menggeber program 942 untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota jelang akhir masa jabatannya. Ia berharap dengan selesainya program 942 dapat menurunkan dampak banjir di Jakarta.

&quot;Pemprov DKI Jakarta tengah fokus menuntaskan program 942 project, meliputi 9 polder (suatu sistem untuk menangani banjir rob yang terdiri dari kombinasi tanggul, kolam retensi dan pompa), 4 retensi air (waduk), dan 2 sungai,&quot; tulis Anies dalam keterangannya dikutip, Senin (10/10/2022).

&quot;Dengan rehabilitasi 9 polder, dapat menurunkan dampak banjir di dataran yang lebih rendah di Jakarta Utara, seperti Teluk Gong, Kelapa Gading, Muara Angke dan lainnya. Sementara, 4 waduk di Pondok Ranggon, Lebak Bulus, Brigif dan Embung Wirajasa akan mereduksi banjir pada sistem aliran Kali Sunter, Kali Krukut, Kali Grogol dan wilayah Cipinang-Melayu yang juga berfungsi sebagai penampung air. Kelebihannya, baru dialirkan ke laut. Selain itu, dilakukan pula peningkatan kapasitas dua sungai, yaitu Kali Besar dan Kali Ciliwung,&quot; tuturnya.

Anies menambahkan, program 942 ini untuk mengendalikan banjir kawasan. Ia mengklaim program 942 telah mengatasi banjir Jakarta.

&quot;Terbukti, 12 titik genangan banjir berulang pun telah teratasi,&quot; ucap Anies.

BACA JUGA:Meluas Rendam 53 RT, Ketinggian Banjir DKI Jakarta Capai 3 Meter

Ia membeberkan selain berfokus pada infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi dengan teknologi. Flood Control System, hasil kolaborasi Jakarta Smart City dan Dinas Sumber Daya Air, adalah salah satu ikhtiar agar penanganan banjir ke depan semakin mengikuti prinsip evidence based policy.

&quot;Kelebihan Flood Control System adalah pemetaan masalah banjir yang lebih akurat serta pengelolaan resiko banjir yang lebih terukur. Untuk mendapatkan data secara real time dalam jumlah yang lebih banyak dan reliable, Pemprov DKI Jakarta memasang sensor di 178 titik rumah pompa dan pintu air serta CCTV. Alat-alat ini mengukur empat jenis data, yaitu ketinggian air, curah hujan, debit air, dan temperatur,&quot; tuturnya.

Anies mengatakan data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan divisualisasikan dalam bentuk dashboard. Lalu, memanfaatkan machine learning untuk menafsirkan data.

&amp;ldquo;Nah, dua langkah tadi, sensing dan understanding ini sangat penting. Yang awalnya dilakukan secara manual, kini real-time. Yang awalnya terbatas, kini datanya melimpah. Sehingga, monitoring penanganan banjir lebih efektif. Petugas-petugas di lapangan dapat melakukan penanganan banjir secara lebih cepat. Kami berpandangan ini adalah progres dan akan terus kami tingkatkan,&amp;rdquo; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
