<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir! Jembatan di Lebak Putus, Aktivitas Warga Terganggu</title><description>Jembatan utama penghubung antar desa terputus setelah dihantam banjir di Desa Cimacan Kecamatan Bayang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/340/2683914/banjir-jembatan-di-lebak-putus-aktivitas-warga-terganggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/10/340/2683914/banjir-jembatan-di-lebak-putus-aktivitas-warga-terganggu"/><item><title>Banjir! Jembatan di Lebak Putus, Aktivitas Warga Terganggu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/340/2683914/banjir-jembatan-di-lebak-putus-aktivitas-warga-terganggu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/10/340/2683914/banjir-jembatan-di-lebak-putus-aktivitas-warga-terganggu</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/340/2683914/banjir-jembatan-di-lebak-putus-aktivitas-warga-terganggu-3Ezeg7w5kI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Relawan Tanggap Bencana Baznas, Rizki Awaludin menyebutkan banjir di Lebak menyebabkan jembatan Cimacan putus (Foto: Inin Nastain)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/340/2683914/banjir-jembatan-di-lebak-putus-aktivitas-warga-terganggu-3Ezeg7w5kI.jpg</image><title>Relawan Tanggap Bencana Baznas, Rizki Awaludin menyebutkan banjir di Lebak menyebabkan jembatan Cimacan putus (Foto: Inin Nastain)</title></images><description>LEBAK - Jembatan utama penghubung antar desa terputus setelah dihantam banjir di Desa Cimacan Kecamatan Bayang, Kabupaten Lebak, Banten. Aktivitas masyarakat pun terganggu.

Menurut salah satu Relawan Tanggap Bencana Baznas Rizki Awaludin, aktivitas warga di Desa Cimacan dan Desa Bayah Timur pada Senin (10/10/2022) terganggu karena akses jembatan terputus.

&quot;Senin 9 Oktober 2022 saya sedang berada di lokasi Jembatan Cimacan, Desa Cimacan, Kecamatan Bayang. Jembatan ini penghubung kampung Enggarmanah dan kampung Sukajaya yaitu penghubung antara desa Cimacan dan Desa Bayah Timur. Untuk saat ini masyarakat setempat kesulitan untuk beraktivitas karena jembatan utama ini terputus,&quot; kata dia.
BACA JUGA:Banjir Setinggi 3 Meter di Pejaten Timur Berangsur Surut&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMC8xLzE1NDU5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rizki menambahkan, sebenarnya masyarakat setempat masih bisa beraktivitas dengan menggunakan jalur alternatif. Namun, butuh waktu yang lama bagi masyarakat karena jauh, bahkan bisa memakan waktu dua kali lipat.

&quot;Sebenarnya desa ini memiliki jalan alternatif tetapi sangat sulit dilalui, atau terlalu jauh. Bisa dua kali lipat waktu untuk ditempuh,&quot; katanya.
BACA JUGA:Banjir Hampir Setinggi 2 Meter Landa Kampung Melayu dan Sekitarnya, Begini Penampakannya</description><content:encoded>LEBAK - Jembatan utama penghubung antar desa terputus setelah dihantam banjir di Desa Cimacan Kecamatan Bayang, Kabupaten Lebak, Banten. Aktivitas masyarakat pun terganggu.

Menurut salah satu Relawan Tanggap Bencana Baznas Rizki Awaludin, aktivitas warga di Desa Cimacan dan Desa Bayah Timur pada Senin (10/10/2022) terganggu karena akses jembatan terputus.

&quot;Senin 9 Oktober 2022 saya sedang berada di lokasi Jembatan Cimacan, Desa Cimacan, Kecamatan Bayang. Jembatan ini penghubung kampung Enggarmanah dan kampung Sukajaya yaitu penghubung antara desa Cimacan dan Desa Bayah Timur. Untuk saat ini masyarakat setempat kesulitan untuk beraktivitas karena jembatan utama ini terputus,&quot; kata dia.
BACA JUGA:Banjir Setinggi 3 Meter di Pejaten Timur Berangsur Surut&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMC8xLzE1NDU5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rizki menambahkan, sebenarnya masyarakat setempat masih bisa beraktivitas dengan menggunakan jalur alternatif. Namun, butuh waktu yang lama bagi masyarakat karena jauh, bahkan bisa memakan waktu dua kali lipat.

&quot;Sebenarnya desa ini memiliki jalan alternatif tetapi sangat sulit dilalui, atau terlalu jauh. Bisa dua kali lipat waktu untuk ditempuh,&quot; katanya.
BACA JUGA:Banjir Hampir Setinggi 2 Meter Landa Kampung Melayu dan Sekitarnya, Begini Penampakannya</content:encoded></item></channel></rss>
