<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Muazin Hajar Imam Musala hingga Tewas Gara-Gara Suara Speaker Mati saat Kumandangkan Azan</title><description>Muazin Mushala At Taqwa, Desa Dorang, Kabupaten Jepara berinisial MS (33) menganiaya imam musala tersebut, BD hingga tewas</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/512/2684395/muazin-hajar-imam-musala-hingga-tewas-gara-gara-suara-speaker-mati-saat-kumandangkan-azan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/10/512/2684395/muazin-hajar-imam-musala-hingga-tewas-gara-gara-suara-speaker-mati-saat-kumandangkan-azan"/><item><title>Muazin Hajar Imam Musala hingga Tewas Gara-Gara Suara Speaker Mati saat Kumandangkan Azan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/512/2684395/muazin-hajar-imam-musala-hingga-tewas-gara-gara-suara-speaker-mati-saat-kumandangkan-azan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/10/512/2684395/muazin-hajar-imam-musala-hingga-tewas-gara-gara-suara-speaker-mati-saat-kumandangkan-azan</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 19:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/512/2684395/muazin-hajar-imam-musala-hingga-tewas-gara-gara-suara-speaker-mati-saat-kumandangkan-azan-tFxmrfBJi4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/512/2684395/muazin-hajar-imam-musala-hingga-tewas-gara-gara-suara-speaker-mati-saat-kumandangkan-azan-tFxmrfBJi4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JEPARA - Muazin Mushala At Taqwa, Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berinisial MS (33) menganiaya imam musala tersebut, BD hingga tewas. MS tega menganiaya korban lantaran emosi gegara saat dirinya mengumandangkan adzan shalat subuh pada Jumat (7/10/2022), tiba-tiba speaker mikrofon mati.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia akibat perbuatannya, pada Sabtu (8/10/2022) MS menyerahkan diri ke Polsek Nalumsari. Kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menjelaskan, akar masalahnya terjadi pada Jumat (7/10/2022) sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu, pelaku sedang mengumandangkan adzan shalat subuh. Di tengah pelaku adzan, tiba-tiba speaker mati.

&quot;Di tempat itu hanya ada MS dan BD yang tak lain adalah paman sendiri. MS menuduh BD telah mematikan speaker mikrofon mushala,&quot; jelasnya saat konferensi pers kasus tersebut di Mapolres Jepara, Senin (10/10/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC8xLzE1NDUyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Saat ditanya MS, BD seolah-olah tidak merasa bersalah dan langsung melaksanakan takbir untuk sholat sunah. MS pun kesal dan menghampiri korban yang saat itu sedang salat sunah. MS gelap mata dan langsung menghajar korban.

Hasil dari pemeriksaan terhadap tersangka, MS mengaku tega memukul korban karena kesal BD merasa tidak bersalah mematikan speaker adzan saat MS adzan. Tanpa berpikir panjang, MS melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban BD meninggal dunia. &amp;ldquo;Tersangka gelap mata dan spontan menganiaya korban,&quot; ujarnya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Termasuk satu saksi yang mendengar suara benturan di tembok. Semuanya sudah dimintai keterangan dan didapati kejadian ini adalah penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

&amp;ldquo;Hasil pemeriksaan dokter, korban meninggal dunia setelah mengalami pendarahan di bagian kepala,&amp;rdquo; katanya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dua buah sarung warna, satu buah kaos, satu celana dan satu kemeja lengan panjang. Terhadap Tersangka dipersangkakan Pasal 338 dan/atau Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sementara itu, tersangka mengaku saat kejadian dirinya melancarkan pukulan sebanyak 10 kali ke arah kepala korban. Saat dipukuli, korban sempat melakukan pukulan balasan dan berucap kepada MS.

&amp;ldquo;Lapo kuwe arep mateni aku?, Patenono! (Ngapain kamu, mau bunuh saya? Bunuh saja!,&amp;rdquo; kata MS menirukan perkataan BD saat itu.

Dalam sepuluh kali pukulan itu, kurang lebih tiga kali kepala korban terbentur tembok mushola. Akibat pukulan itu, korban tergeletak di mushola dengan kondisi mulut dan telinga berdarah.

Kemudian tersangka MS kembali ke rumahnya yang berada di dekat Mushola. Sementara korban sempat ditolong saksi mata dan dilarikan ke rumah sakit di Kudus. Namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (8/10/2022) sekira pukul 01.00 WIB.</description><content:encoded>JEPARA - Muazin Mushala At Taqwa, Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berinisial MS (33) menganiaya imam musala tersebut, BD hingga tewas. MS tega menganiaya korban lantaran emosi gegara saat dirinya mengumandangkan adzan shalat subuh pada Jumat (7/10/2022), tiba-tiba speaker mikrofon mati.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia akibat perbuatannya, pada Sabtu (8/10/2022) MS menyerahkan diri ke Polsek Nalumsari. Kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menjelaskan, akar masalahnya terjadi pada Jumat (7/10/2022) sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu, pelaku sedang mengumandangkan adzan shalat subuh. Di tengah pelaku adzan, tiba-tiba speaker mati.

&quot;Di tempat itu hanya ada MS dan BD yang tak lain adalah paman sendiri. MS menuduh BD telah mematikan speaker mikrofon mushala,&quot; jelasnya saat konferensi pers kasus tersebut di Mapolres Jepara, Senin (10/10/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC8xLzE1NDUyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Saat ditanya MS, BD seolah-olah tidak merasa bersalah dan langsung melaksanakan takbir untuk sholat sunah. MS pun kesal dan menghampiri korban yang saat itu sedang salat sunah. MS gelap mata dan langsung menghajar korban.

Hasil dari pemeriksaan terhadap tersangka, MS mengaku tega memukul korban karena kesal BD merasa tidak bersalah mematikan speaker adzan saat MS adzan. Tanpa berpikir panjang, MS melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban BD meninggal dunia. &amp;ldquo;Tersangka gelap mata dan spontan menganiaya korban,&quot; ujarnya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Termasuk satu saksi yang mendengar suara benturan di tembok. Semuanya sudah dimintai keterangan dan didapati kejadian ini adalah penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

&amp;ldquo;Hasil pemeriksaan dokter, korban meninggal dunia setelah mengalami pendarahan di bagian kepala,&amp;rdquo; katanya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dua buah sarung warna, satu buah kaos, satu celana dan satu kemeja lengan panjang. Terhadap Tersangka dipersangkakan Pasal 338 dan/atau Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sementara itu, tersangka mengaku saat kejadian dirinya melancarkan pukulan sebanyak 10 kali ke arah kepala korban. Saat dipukuli, korban sempat melakukan pukulan balasan dan berucap kepada MS.

&amp;ldquo;Lapo kuwe arep mateni aku?, Patenono! (Ngapain kamu, mau bunuh saya? Bunuh saja!,&amp;rdquo; kata MS menirukan perkataan BD saat itu.

Dalam sepuluh kali pukulan itu, kurang lebih tiga kali kepala korban terbentur tembok mushola. Akibat pukulan itu, korban tergeletak di mushola dengan kondisi mulut dan telinga berdarah.

Kemudian tersangka MS kembali ke rumahnya yang berada di dekat Mushola. Sementara korban sempat ditolong saksi mata dan dilarikan ke rumah sakit di Kudus. Namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (8/10/2022) sekira pukul 01.00 WIB.</content:encoded></item></channel></rss>
