<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebut Jabar Rawan Potensi Gerakan Tanah, Ini Analisis PVMBG</title><description>PVMBG menyatakan wilayah Jabar rawan potensi gerakan tanah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/525/2684008/sebut-jabar-rawan-potensi-gerakan-tanah-ini-analisis-pvmbg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/10/525/2684008/sebut-jabar-rawan-potensi-gerakan-tanah-ini-analisis-pvmbg"/><item><title>Sebut Jabar Rawan Potensi Gerakan Tanah, Ini Analisis PVMBG</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/10/525/2684008/sebut-jabar-rawan-potensi-gerakan-tanah-ini-analisis-pvmbg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/10/525/2684008/sebut-jabar-rawan-potensi-gerakan-tanah-ini-analisis-pvmbg</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/525/2684008/sebut-jabar-rawan-potensi-gerakan-tanah-ini-analisis-pvmbg-O3UKAicDOj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PVMBG menyatakan Jabar rawan potensi gerakan tanah. (Dok BPBD Bogor)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/525/2684008/sebut-jabar-rawan-potensi-gerakan-tanah-ini-analisis-pvmbg-O3UKAicDOj.jpg</image><title>PVMBG menyatakan Jabar rawan potensi gerakan tanah. (Dok BPBD Bogor)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan wilayah Jawa Barat rawan potensi gerakan tanah. Hal itu lantaran morfologi Jawa Barat yang berbukit-bukit sehingga menyebabkan rawan potensi terjadi gerakan tanah, terutama saat musim hujan.

&amp;ldquo;Nah, kenapa Purwakarta, Tasikmalaya, Garut ini, memang daerah Jawa Barat ini memang daerahnya terkenal dengan berbukit-bukit. Morfologi ini juga membantu, kemiringan lereng dalam hal ini (sehingga) terjadi gerakan tanah,&amp;rdquo; ujar Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, dikutip dari Youtube resmi Badan Geologi, Senin (10/10/2022).

Ia mengatakan, curah hujan yang tinggi di wilayah Jawa Barat (Jabar) juga menjadi faktor pendukung terjadinya gerakan tanah. &amp;ldquo;Lagi-lagi curah hujan di Jawa Barat cukup tinggi,&amp;rdquo; ucapnya.

Sementara itu, Hendra mengungkapkan penyebab kejadian gerakan tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jabar pada 14 September 2022.

&amp;ldquo;Nah ini tentunya faktor internal atau ini batuan geologi ini juga yang seperti yang pada terjadi baru-baru ini di Kecamatan Bojong Koneng, Kabupaten Bogor adanya fenomena rayapan, tanah bergerak sangat lambat ini faktornya akibat adanya batuan yang berperan yaitu batuan lempung ya, formasi Jatiluhur di sana yang berinteraksi dengan curah hujan yang mulai tinggi,&amp;rdquo; tutur Hendra.

Ia mengatakan morfologi juga ikut berperan karena wilayah Bojong Koneng yang bentuknya seperti cekungan. Selain itu, ada masalah drainase dari air yang turut menjadikan adanya gerakan tanah rayapan di Kecamatan Bojong Koneng.

BACA JUGA: PVMBG Ingatkan Waspada Potensi Gerakan Tanah saat Musim Hujan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini lumayan banyak ini dampaknya itu karena beberapa puluh hektare ini dampaknya,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Memang kalau untuk kasus rayapan yang ada di Bojong Koneng ini dalam kebanyakan kasus adalah debit flow material rombakan yang terbawa hujan,&amp;rdquo; kata Hendra.

Hendra meminta masyarakat untuk terus berkonsultasi ke BPBD mengenai potensi gerakan tanah di wilayah masing-masing.

&amp;ldquo;Kita sudah melakukan koordinasi dengan BPBD maupun pemerintah daerah setempat menyampaikan hasil survei dari Badan Geologi yang ada di lapangan.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Karena memang sudah seharusnya kita ini semua kita siap, dari Badan Geologi melakukan sosialisasi agar masyarakat mendapat pengetahuan yang cukup memadai dalam melihat mungkin daerah di sekitar rumahnya ada berpotensi gerakan tanah,&amp;rdquo; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan wilayah Jawa Barat rawan potensi gerakan tanah. Hal itu lantaran morfologi Jawa Barat yang berbukit-bukit sehingga menyebabkan rawan potensi terjadi gerakan tanah, terutama saat musim hujan.

&amp;ldquo;Nah, kenapa Purwakarta, Tasikmalaya, Garut ini, memang daerah Jawa Barat ini memang daerahnya terkenal dengan berbukit-bukit. Morfologi ini juga membantu, kemiringan lereng dalam hal ini (sehingga) terjadi gerakan tanah,&amp;rdquo; ujar Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, dikutip dari Youtube resmi Badan Geologi, Senin (10/10/2022).

Ia mengatakan, curah hujan yang tinggi di wilayah Jawa Barat (Jabar) juga menjadi faktor pendukung terjadinya gerakan tanah. &amp;ldquo;Lagi-lagi curah hujan di Jawa Barat cukup tinggi,&amp;rdquo; ucapnya.

Sementara itu, Hendra mengungkapkan penyebab kejadian gerakan tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jabar pada 14 September 2022.

&amp;ldquo;Nah ini tentunya faktor internal atau ini batuan geologi ini juga yang seperti yang pada terjadi baru-baru ini di Kecamatan Bojong Koneng, Kabupaten Bogor adanya fenomena rayapan, tanah bergerak sangat lambat ini faktornya akibat adanya batuan yang berperan yaitu batuan lempung ya, formasi Jatiluhur di sana yang berinteraksi dengan curah hujan yang mulai tinggi,&amp;rdquo; tutur Hendra.

Ia mengatakan morfologi juga ikut berperan karena wilayah Bojong Koneng yang bentuknya seperti cekungan. Selain itu, ada masalah drainase dari air yang turut menjadikan adanya gerakan tanah rayapan di Kecamatan Bojong Koneng.

BACA JUGA: PVMBG Ingatkan Waspada Potensi Gerakan Tanah saat Musim Hujan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini lumayan banyak ini dampaknya itu karena beberapa puluh hektare ini dampaknya,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Memang kalau untuk kasus rayapan yang ada di Bojong Koneng ini dalam kebanyakan kasus adalah debit flow material rombakan yang terbawa hujan,&amp;rdquo; kata Hendra.

Hendra meminta masyarakat untuk terus berkonsultasi ke BPBD mengenai potensi gerakan tanah di wilayah masing-masing.

&amp;ldquo;Kita sudah melakukan koordinasi dengan BPBD maupun pemerintah daerah setempat menyampaikan hasil survei dari Badan Geologi yang ada di lapangan.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Karena memang sudah seharusnya kita ini semua kita siap, dari Badan Geologi melakukan sosialisasi agar masyarakat mendapat pengetahuan yang cukup memadai dalam melihat mungkin daerah di sekitar rumahnya ada berpotensi gerakan tanah,&amp;rdquo; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
