<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>37 Orang Tewas di Day Care, PM Thailand Perintahkan Penumpasan Gembong Narkoba</title><description>Pihak berwenang Thailand berencana untuk menarik senjata dari pejabat dan petugas polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/11/18/2684537/37-orang-tewas-di-day-care-pm-thailand-perintahkan-penumpasan-gembong-narkoba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/11/18/2684537/37-orang-tewas-di-day-care-pm-thailand-perintahkan-penumpasan-gembong-narkoba"/><item><title>37 Orang Tewas di Day Care, PM Thailand Perintahkan Penumpasan Gembong Narkoba</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/11/18/2684537/37-orang-tewas-di-day-care-pm-thailand-perintahkan-penumpasan-gembong-narkoba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/11/18/2684537/37-orang-tewas-di-day-care-pm-thailand-perintahkan-penumpasan-gembong-narkoba</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 06:54 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/18/2684537/37-orang-tewas-di-day-care-pm-thailand-perintahkan-penumpasan-gembong-narkoba-CX0YcBFzYr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: EPA</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/18/2684537/37-orang-tewas-di-day-care-pm-thailand-perintahkan-penumpasan-gembong-narkoba-CX0YcBFzYr.jpg</image><title>Foto: EPA</title></images><description>BANGKOK- Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha memerintahkan lembaga penegak hukum untuk memperketat aturan kepemilikan senjata dan menindak penggunaan narkoba menyusul pembunuhan massal 37 orang oleh seorang mantan polisi di sebuah pusat penitipan anak.
(Baca juga: Penembakan Massal Tewaskan 37 Orang di Thailand, Pembantaian Terburuk dalam Sejarah)
&amp;ldquo;Prayuth menginstruksikan pihak berwenang untuk secara proaktif mencari dan menguji penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan pejabat dan masyarakat, dan meningkatkan perawatan bagi para pecandu,&amp;rdquo; kata juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri melansir Reuters, Selasa (11/10/2022).
&amp;ldquo;Perdana Menteri telah memerintahkan pencatat pemerintah untuk mencabut lisensi senjata dari pemilik terdaftar yang dilaporkan berperilaku dengan cara yang &quot;mengancam masyarakat&quot; dan &quot;menciptakan kekacauan atau menyebabkan kerusuhan,&quot;kata Anucha
&amp;ldquo;Di samping tindakan keras terhadap penjualan senjata ilegal, penyelundupan senjata, dan penggunaan senjata api illegal,&amp;rdquo;sambungnya.
Pihak berwenang Thailand berencana untuk menarik senjata dari pejabat dan petugas polisi yang telah menyalahgunakan senjata api mereka atau berperilaku agresif saat bertugas.&amp;ldquo;Pemeriksaan kesehatan mental secara teratur juga akan diperlukan untuk pemohon dan pemegang lisensi senjata,&amp;rdquo; tambah Kepala Polisi Jenderal Polisi Damrongsak Kittprapas.

Kepemilikan senjata di Thailand tergolong tinggi dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Senjata ilegal, banyak yang dibawa dari negara-negara yang dilanda perselisihan, adalah hal biasa.

</description><content:encoded>BANGKOK- Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha memerintahkan lembaga penegak hukum untuk memperketat aturan kepemilikan senjata dan menindak penggunaan narkoba menyusul pembunuhan massal 37 orang oleh seorang mantan polisi di sebuah pusat penitipan anak.
(Baca juga: Penembakan Massal Tewaskan 37 Orang di Thailand, Pembantaian Terburuk dalam Sejarah)
&amp;ldquo;Prayuth menginstruksikan pihak berwenang untuk secara proaktif mencari dan menguji penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan pejabat dan masyarakat, dan meningkatkan perawatan bagi para pecandu,&amp;rdquo; kata juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri melansir Reuters, Selasa (11/10/2022).
&amp;ldquo;Perdana Menteri telah memerintahkan pencatat pemerintah untuk mencabut lisensi senjata dari pemilik terdaftar yang dilaporkan berperilaku dengan cara yang &quot;mengancam masyarakat&quot; dan &quot;menciptakan kekacauan atau menyebabkan kerusuhan,&quot;kata Anucha
&amp;ldquo;Di samping tindakan keras terhadap penjualan senjata ilegal, penyelundupan senjata, dan penggunaan senjata api illegal,&amp;rdquo;sambungnya.
Pihak berwenang Thailand berencana untuk menarik senjata dari pejabat dan petugas polisi yang telah menyalahgunakan senjata api mereka atau berperilaku agresif saat bertugas.&amp;ldquo;Pemeriksaan kesehatan mental secara teratur juga akan diperlukan untuk pemohon dan pemegang lisensi senjata,&amp;rdquo; tambah Kepala Polisi Jenderal Polisi Damrongsak Kittprapas.

Kepemilikan senjata di Thailand tergolong tinggi dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Senjata ilegal, banyak yang dibawa dari negara-negara yang dilanda perselisihan, adalah hal biasa.

</content:encoded></item></channel></rss>
