<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Maruf Amin: Pemuda Jangan Berlomba-lomba Jadi Pegawai Saja</title><description>Ma&amp;rsquo;ruf Amin mendorong pemuda Indonesia untuk mempunyai mindset pengusaha, tidak hanya berlomba-lomba menjadi pegawai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/11/337/2684712/wapres-maruf-amin-pemuda-jangan-berlomba-lomba-jadi-pegawai-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/11/337/2684712/wapres-maruf-amin-pemuda-jangan-berlomba-lomba-jadi-pegawai-saja"/><item><title>Wapres Maruf Amin: Pemuda Jangan Berlomba-lomba Jadi Pegawai Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/11/337/2684712/wapres-maruf-amin-pemuda-jangan-berlomba-lomba-jadi-pegawai-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/11/337/2684712/wapres-maruf-amin-pemuda-jangan-berlomba-lomba-jadi-pegawai-saja</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/337/2684712/wapres-maruf-amin-pemuda-jangan-berlomba-lomba-jadi-pegawai-saja-Tr5ykLe1Aa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/337/2684712/wapres-maruf-amin-pemuda-jangan-berlomba-lomba-jadi-pegawai-saja-Tr5ykLe1Aa.jpg</image><title>Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mendorong pemuda Indonesia untuk mempunyai mindset pengusaha, tidak hanya berlomba-lomba menjadi pegawai. Apalagi, pengusaha di Indonesia jumlahnya masih rendah.

&amp;ldquo;(Harus ada) perubahan mindset di kalangan pemuda agar semakin banyak yang berminat menjadi pengusaha sukses dan inovatif, tidak berlomba-lomba untuk menjadi pegawai saja,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat membuka Munas Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (PERSAMI) di Istana Wapres, Selasa (11/10/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNi8xLzE1NDQzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Kemarin itu banyak orang jadi pegawai, sekarang kita dorong sebagai pengusaha, wirausahawan. Pengusaha kita masih rendah. Oleh karena itu harus kita kembangkan,&amp;rdquo; papar Wapres.

Apalagi, kata Wapres, menjadi pengusaha salah satunya saudagar adalah profesi yang mulia. &amp;ldquo;Oleh karena itu, menjadi saudagar merupakan profesi yang mulia, karena selain disunahkan, juga dapat memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri, orang lain, hingga bangsa dan negara.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Perdagangan itu disebut 9 dari 10 pintu rizki itu adanya di perdagangan, jadi disitu memang rizkinya paling banyak,&amp;rdquo; kata Wapres.
Bahkan, Wapres mengatakan Rasulullah Muhammad SAW dan istrinya Siti Khadijah juga merupakan wirausahawan ulung. &amp;ldquo;Dalam menjalankan usaha, beliau menunjukkan keteladanan yang patut ditiru oleh para saudagar Indonesia, bukan hanya terkait kepiawaian dan profesionalitas di dalam berdagang, namun juga nilai-nilai kebaikan yang diterapkan dalam berbisnis, seperti kejujuran dan sifat amanah,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi koor bisnisnya itu jujur, menjalankan amanah dan memenuhi janji itu unsur penting dalam perdagangan, kemudian juga istiqomah,&amp;rdquo; ungkap Wapres.

Apalagi, Wapres mengatakan potensi Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia memberikan peluang untuk menjadi pemain global di bidang industri halal.


</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mendorong pemuda Indonesia untuk mempunyai mindset pengusaha, tidak hanya berlomba-lomba menjadi pegawai. Apalagi, pengusaha di Indonesia jumlahnya masih rendah.

&amp;ldquo;(Harus ada) perubahan mindset di kalangan pemuda agar semakin banyak yang berminat menjadi pengusaha sukses dan inovatif, tidak berlomba-lomba untuk menjadi pegawai saja,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat membuka Munas Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (PERSAMI) di Istana Wapres, Selasa (11/10/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNi8xLzE1NDQzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Kemarin itu banyak orang jadi pegawai, sekarang kita dorong sebagai pengusaha, wirausahawan. Pengusaha kita masih rendah. Oleh karena itu harus kita kembangkan,&amp;rdquo; papar Wapres.

Apalagi, kata Wapres, menjadi pengusaha salah satunya saudagar adalah profesi yang mulia. &amp;ldquo;Oleh karena itu, menjadi saudagar merupakan profesi yang mulia, karena selain disunahkan, juga dapat memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri, orang lain, hingga bangsa dan negara.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Perdagangan itu disebut 9 dari 10 pintu rizki itu adanya di perdagangan, jadi disitu memang rizkinya paling banyak,&amp;rdquo; kata Wapres.
Bahkan, Wapres mengatakan Rasulullah Muhammad SAW dan istrinya Siti Khadijah juga merupakan wirausahawan ulung. &amp;ldquo;Dalam menjalankan usaha, beliau menunjukkan keteladanan yang patut ditiru oleh para saudagar Indonesia, bukan hanya terkait kepiawaian dan profesionalitas di dalam berdagang, namun juga nilai-nilai kebaikan yang diterapkan dalam berbisnis, seperti kejujuran dan sifat amanah,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi koor bisnisnya itu jujur, menjalankan amanah dan memenuhi janji itu unsur penting dalam perdagangan, kemudian juga istiqomah,&amp;rdquo; ungkap Wapres.

Apalagi, Wapres mengatakan potensi Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia memberikan peluang untuk menjadi pemain global di bidang industri halal.


</content:encoded></item></channel></rss>
