<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jakarta Recycling Center, Paradigma Baru Pengelolaan Sampah</title><description>Sebagai pusat edukasi sadar sampah, Jakarta Recycle Center (JRC) berhasil mereduksi sampah yang dibawa ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/12/1/2685548/jakarta-recycling-center-paradigma-baru-pengelolaan-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/12/1/2685548/jakarta-recycling-center-paradigma-baru-pengelolaan-sampah"/><item><title>Jakarta Recycling Center, Paradigma Baru Pengelolaan Sampah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/12/1/2685548/jakarta-recycling-center-paradigma-baru-pengelolaan-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/12/1/2685548/jakarta-recycling-center-paradigma-baru-pengelolaan-sampah</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2022 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Yaomi Suhayatmi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/12/1/2685548/jakarta-recycling-center-paradigma-baru-pengelolaan-sampah-vkdKNCILNw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jakarta Reycycle (JRC) sebagai pemisah sampah organik dan non-organik sehingga dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/12/1/2685548/jakarta-recycling-center-paradigma-baru-pengelolaan-sampah-vkdKNCILNw.jpg</image><title>Jakarta Reycycle (JRC) sebagai pemisah sampah organik dan non-organik sehingga dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)</title></images><description>JAKARTA-Sebagai pusat edukasi sadar sampah, Jakarta Recycle Center (JRC) berhasil mereduksi sampah yang dibawa ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. JRC hadir sebagai pemisah sampah organik dan non-organik, yang kemudian dipindahkan ke ruang penyimpanan materi agar dapat didaur ulang.
Saat ini, sudah ada 10-13% dari rumah tangga di DKI Jakarta yang rutin mendaur ulang sampah. Kehadiran JRC kini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta. &quot;JRC ini sangat bagus, karena kami sebagai warga dididik untuk memilah sampah dari dalam rumah,&quot; kata Hellen, warga Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam  akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.
Hellen berharap, program strategis JRC tetap dijalankan, sehingga daur ulang sampah bisa terus berlanjut. Dengan demikian, warga Jakarta dapat memetik hasil dari pengelolaan sampah rumah tangga, seperti pupuk.
Program JRC dilaksanakan berdasarkan Minutes of Meeting (MoM) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Japan International Cooperation Agency (JICA), yang diturunkan dalam Project Design Matrix (PDM) antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Pemerintah Kota Osaki di Kagoshima Prefecture, Jepang, dan So Recycle Center (SRC) Jepang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Jakarta untuk mengubah paradigma baru mengenai sampah. Sampah kini tidak lagi dipandang sebagai barang tak berguna, tapi bisa dijadikan barang bermanfaat.
Pekan lalu, Gubernur  Anies  berkunjung ke Jakarta Recycling Center (JRC), yang merupakan Pusat Edukasi Jakarta Sadar Sampah di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan,  Rabu (5/10). JRC telah direncanakan sejak 2018 untuk menjalankan pola pemilahan dan pengangkutan sampah terjadwal.
Kehadiran JRC di tengah warga Jakarta diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan sampah, perubahan mekanisme, pengangkutan sampah terpilah dan terjadwal, pemrosesan sampah mudah terurai serta bahan daur ulang. Gubernur Anies mengatakan, JRC yang telah direncanakan sejak 2018, dapat melahirkan sebuah paradigma baru, yakni sisa sampah bisa digunakan menjadi  produk yang bernilai ekonomis.
Anies menjelaskan, pada 2018 jumlah tonase sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 7.700 ton per hari, atau sepanjang 405 bus gandeng Transjakarta. Namun, lambat laun jumlah sampah tersebut kian berkurang akibat ada reduksi.
&amp;ldquo;Ketika mendengar kata sampah, maka asosiasinya adalah tanpa guna. Sekarang kita mengedepankan sebuah model pengolahan sampah terpadu untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Model ini memang paradigma baru, karena ada peran masyarakat  dalam memilah sampah. Kemudian, ada perubahan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah terpilah dan terjadwal. Lalu, ada proses daur ulang sampah,&amp;rdquo; ujar Anies.
&amp;nbsp;
Proyek percontohan JRC dibangun secara bertahap, bermula di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Foto Pemprov DKI Jakarta
Partisipasi Masyarakat dalam Mendaur Ulang Sampah
Proyek percontohan JRC dibangun secara bertahap, bermula di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jumlah penduduk yang ditargetkan mencapai kurang lebih 250.000 jiwa. Program ini berfokus memilah sampah rumah tangga dan transportasi sampah secara terjadwal.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta bersama Wali Kota Jakarta Selatan, Camat, dan Lurah yang ada di Kecamatan Pesanggrahan secara aktif melakukan sosialisasi kepada warga. Sosialisasi ditujukan kepada pengurus RT,  RW, pengurus kawasan, lembaga masyarakat, ibu rumah tangga, serta asisten rumah tangga.
&quot;Alhamdulillah, sejauh ini sudah 13% dari rumah tangga yang konsisten memilah sampah. Ini harus kita teruskan, karena ini prosesnya mengubah kebiasaan. Dari kebiasaan tidak memilah, menjadi kebiasaan memilah. Dari kebiasaan untuk tidak mengambil dengan jadwal tertentu, dengan sekarang terjadwal berdasarkan jenis sampahnya,&quot; jelas Anies.
Sampah yang sudah terpilah akan diangkut sesuai jadwal yang ditentukan dan telah disepakati oleh warga. Ada pendampingan dan sosialisasi pada saat pengangkutan, agar warga bisa langsung mempraktikkan pemilahan sampah.
Kolaborator Octopus Indonesia membantu masyarakat Jakarta untuk mendaur ulang sampah, agar lebih mudah dari rumah. &quot;Untuk sampah non-organik itu bisa diambil oleh pihak Octopus, sedangkan sampah organik nantinya bisa dimanfaatkan melalui pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) atau maggot,&quot; tutur CEO Octopus Indonesia, Moehammad Ichsan.
Octopus menawarkan dua jenis layanan utama. Pertama, menjual bahan pasca-konsumen ke industri daur ulang. Kedua, melaporkan pengumpulan data untuk merek FMCG. Misalnya membantu pabrikan untuk mengumpulkan popok bekas dari konsumen, dengan penanganan yang sesuai prosedur operasi standar dari pelestari.
JRC merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah. Dasarnya Pergub 102 Tahun 2021 tentang kewajiban pengelolaan sampah di kawasan dan perusahaan. Kelanjutan program 3R (reuse, reduce, recycle) di Jakarta akan tetap melibatkan masyarakat, baik dengan metode composting maupun biokonversi BSF/maggot.
Untuk Black Soldier Fly (BSF), sudah diberikan 66 paket rumah maggot kepada masyarakat di lima kota dan satu kabupaten di Jakarta. Menurut rencana, tahun depan akan diberikan 84 paket rumah maggot kepada masyarakat  Jakarta.
Ke depannya akan dibentuk badan usaha berupa koperasi untuk menunjang sisi bisnis pengelolaan sampah dengan metode BSF/maggot. Bank Sampah Induk bakal berbadan hukum, dapat berupa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perseroan Terbatas (PT), koperasi, maupun yayasan.
Anies menilai, upaya sadar memilah sampah ini berhasil mereduksi sampah berkisar 60-70% ke TPST Bantargebang. Keberhasilan tersebut akan diperluas ke seluruh Jakarta melalui Pergub Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengolahan Sampah Lingkup Rukun Warga dan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2021 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah.
</description><content:encoded>JAKARTA-Sebagai pusat edukasi sadar sampah, Jakarta Recycle Center (JRC) berhasil mereduksi sampah yang dibawa ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. JRC hadir sebagai pemisah sampah organik dan non-organik, yang kemudian dipindahkan ke ruang penyimpanan materi agar dapat didaur ulang.
Saat ini, sudah ada 10-13% dari rumah tangga di DKI Jakarta yang rutin mendaur ulang sampah. Kehadiran JRC kini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta. &quot;JRC ini sangat bagus, karena kami sebagai warga dididik untuk memilah sampah dari dalam rumah,&quot; kata Hellen, warga Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam  akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.
Hellen berharap, program strategis JRC tetap dijalankan, sehingga daur ulang sampah bisa terus berlanjut. Dengan demikian, warga Jakarta dapat memetik hasil dari pengelolaan sampah rumah tangga, seperti pupuk.
Program JRC dilaksanakan berdasarkan Minutes of Meeting (MoM) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Japan International Cooperation Agency (JICA), yang diturunkan dalam Project Design Matrix (PDM) antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Pemerintah Kota Osaki di Kagoshima Prefecture, Jepang, dan So Recycle Center (SRC) Jepang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Jakarta untuk mengubah paradigma baru mengenai sampah. Sampah kini tidak lagi dipandang sebagai barang tak berguna, tapi bisa dijadikan barang bermanfaat.
Pekan lalu, Gubernur  Anies  berkunjung ke Jakarta Recycling Center (JRC), yang merupakan Pusat Edukasi Jakarta Sadar Sampah di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan,  Rabu (5/10). JRC telah direncanakan sejak 2018 untuk menjalankan pola pemilahan dan pengangkutan sampah terjadwal.
Kehadiran JRC di tengah warga Jakarta diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan sampah, perubahan mekanisme, pengangkutan sampah terpilah dan terjadwal, pemrosesan sampah mudah terurai serta bahan daur ulang. Gubernur Anies mengatakan, JRC yang telah direncanakan sejak 2018, dapat melahirkan sebuah paradigma baru, yakni sisa sampah bisa digunakan menjadi  produk yang bernilai ekonomis.
Anies menjelaskan, pada 2018 jumlah tonase sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 7.700 ton per hari, atau sepanjang 405 bus gandeng Transjakarta. Namun, lambat laun jumlah sampah tersebut kian berkurang akibat ada reduksi.
&amp;ldquo;Ketika mendengar kata sampah, maka asosiasinya adalah tanpa guna. Sekarang kita mengedepankan sebuah model pengolahan sampah terpadu untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Model ini memang paradigma baru, karena ada peran masyarakat  dalam memilah sampah. Kemudian, ada perubahan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah terpilah dan terjadwal. Lalu, ada proses daur ulang sampah,&amp;rdquo; ujar Anies.
&amp;nbsp;
Proyek percontohan JRC dibangun secara bertahap, bermula di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Foto Pemprov DKI Jakarta
Partisipasi Masyarakat dalam Mendaur Ulang Sampah
Proyek percontohan JRC dibangun secara bertahap, bermula di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jumlah penduduk yang ditargetkan mencapai kurang lebih 250.000 jiwa. Program ini berfokus memilah sampah rumah tangga dan transportasi sampah secara terjadwal.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta bersama Wali Kota Jakarta Selatan, Camat, dan Lurah yang ada di Kecamatan Pesanggrahan secara aktif melakukan sosialisasi kepada warga. Sosialisasi ditujukan kepada pengurus RT,  RW, pengurus kawasan, lembaga masyarakat, ibu rumah tangga, serta asisten rumah tangga.
&quot;Alhamdulillah, sejauh ini sudah 13% dari rumah tangga yang konsisten memilah sampah. Ini harus kita teruskan, karena ini prosesnya mengubah kebiasaan. Dari kebiasaan tidak memilah, menjadi kebiasaan memilah. Dari kebiasaan untuk tidak mengambil dengan jadwal tertentu, dengan sekarang terjadwal berdasarkan jenis sampahnya,&quot; jelas Anies.
Sampah yang sudah terpilah akan diangkut sesuai jadwal yang ditentukan dan telah disepakati oleh warga. Ada pendampingan dan sosialisasi pada saat pengangkutan, agar warga bisa langsung mempraktikkan pemilahan sampah.
Kolaborator Octopus Indonesia membantu masyarakat Jakarta untuk mendaur ulang sampah, agar lebih mudah dari rumah. &quot;Untuk sampah non-organik itu bisa diambil oleh pihak Octopus, sedangkan sampah organik nantinya bisa dimanfaatkan melalui pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) atau maggot,&quot; tutur CEO Octopus Indonesia, Moehammad Ichsan.
Octopus menawarkan dua jenis layanan utama. Pertama, menjual bahan pasca-konsumen ke industri daur ulang. Kedua, melaporkan pengumpulan data untuk merek FMCG. Misalnya membantu pabrikan untuk mengumpulkan popok bekas dari konsumen, dengan penanganan yang sesuai prosedur operasi standar dari pelestari.
JRC merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah. Dasarnya Pergub 102 Tahun 2021 tentang kewajiban pengelolaan sampah di kawasan dan perusahaan. Kelanjutan program 3R (reuse, reduce, recycle) di Jakarta akan tetap melibatkan masyarakat, baik dengan metode composting maupun biokonversi BSF/maggot.
Untuk Black Soldier Fly (BSF), sudah diberikan 66 paket rumah maggot kepada masyarakat di lima kota dan satu kabupaten di Jakarta. Menurut rencana, tahun depan akan diberikan 84 paket rumah maggot kepada masyarakat  Jakarta.
Ke depannya akan dibentuk badan usaha berupa koperasi untuk menunjang sisi bisnis pengelolaan sampah dengan metode BSF/maggot. Bank Sampah Induk bakal berbadan hukum, dapat berupa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perseroan Terbatas (PT), koperasi, maupun yayasan.
Anies menilai, upaya sadar memilah sampah ini berhasil mereduksi sampah berkisar 60-70% ke TPST Bantargebang. Keberhasilan tersebut akan diperluas ke seluruh Jakarta melalui Pergub Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengolahan Sampah Lingkup Rukun Warga dan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2021 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah.
</content:encoded></item></channel></rss>
