<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melacak Dampak Perubahan Iklim dengan Menghitung Jumlah Walrus dari Luar Angkasa</title><description>&amp;nbsp;
Walrus sangat bergantung pada lautan es, yang belakangan ini telah berkurang secara tajam.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/12/18/2685099/melacak-dampak-perubahan-iklim-dengan-menghitung-jumlah-walrus-dari-luar-angkasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/12/18/2685099/melacak-dampak-perubahan-iklim-dengan-menghitung-jumlah-walrus-dari-luar-angkasa"/><item><title>Melacak Dampak Perubahan Iklim dengan Menghitung Jumlah Walrus dari Luar Angkasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/12/18/2685099/melacak-dampak-perubahan-iklim-dengan-menghitung-jumlah-walrus-dari-luar-angkasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/12/18/2685099/melacak-dampak-perubahan-iklim-dengan-menghitung-jumlah-walrus-dari-luar-angkasa</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2022 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/18/2685099/melacak-dampak-perubahan-iklim-dengan-menghitung-jumlah-walrus-dari-luar-angkasa-NE9pi1GGjX.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Citra satelit keberadaan walrus/Foto: BBC</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/18/2685099/melacak-dampak-perubahan-iklim-dengan-menghitung-jumlah-walrus-dari-luar-angkasa-NE9pi1GGjX.JPG</image><title>Citra satelit keberadaan walrus/Foto: BBC</title></images><description>JAKARTA - Para ilmuwan terus memperbaiki data populasi walrus untuk mengevaluasi bagaimana spesies kunci di wilayah kutub ini akan terdampak oleh perubahan iklim. Salah satunya dengan menggunakan citra satelit.

Walrus sangat bergantung pada lautan es, yang belakangan ini telah berkurang secara tajam. Mamalia laut ini akan naik ke atas lapisan-lapisan es yang mengambang dan menggunakannya sebagai tempat beristirahat, membesarkan anak-anak mereka, juga menjadikannya pijakan untuk meluncur saat akan mencari makan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ketika Pagoda Berusia 522 Tahun Roboh Akibat Hujan Deras, Kumpulkan Donasi untuk Dibangun Kembali
Seekor walrus akan terjun ke dasar laut untuk mencari makanan di antara lumpur, seperti kerang dan hewan invertebrata lain seperti siput, kepiting cangkang lunak, dan udang.

Semua ini menjadi lebih sulit ketika lautan es musiman berkurang.

&quot;Kami melihat sekitar 13% es laut yang menyusut per dekade,&quot; kata Rod Downie, kepala peneliti kutub dari kelompok lingkungan WWF, dilansir dari BBC, Selasa (11/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tindaklanjuti Keluhan Warga, Satpol PP Temukan 1Kg Ranjau Paku di Ruas Jalan Jakarta Pusat
Salah satu implikasi tidak adanya lapisan es untuk dinaiki adalah, kita semakin sering melihat walrus menghabiskan lebih banyak waktu di atas daratan.

&quot;Dan ini memiliki beberapa dampak, seperti kepadatan yang bisa mengakibatkan anak-anak walrus terinjak-injak. Ini benar-benar terjadi. Juga akan terjadi kekurangan sumber makanan di sekitar mereka,&quot; ujarnya kepada BBC.

WWF meluncurkan proyek &quot;Walrus dari Luar Angkasa&quot; ini bekerja sama dengan British Antarctic Survey (BAS), yang ahli di bidang survei satelit untuk kehidupan alam liar di kutub.

BAS sebelumnya sudah pernah menghitung pinguin dari orbit, dan kini juga mendata jumlah singa laut, albatross, bahkan paus yang hidup di dalam air.



&quot;Baru beberapa waktu lalu satelit memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga kita dapat menghitung walrus dengan akurat,&quot; kata spesialis penginderaan jauh BAS, Peter Fretwell.

&quot;Kami akan menggunakan satelit WorldView milik Maxar yang mempunyai resolusi sehingga setiap piksel melambangkan sekitar 30cm di tempat aslinya. Ini sekitar ukuran kertas A4 dan kami bisa dengan mudah menghitung setiap hewan dengan resolusi itu.&quot;
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tanpa Didampingi Pengacara, Tiga Anggota Polisi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Batal Diperiksa Penyidik
Para relawan akan diarahkan ke sebuah portal daring di mana mereka akan ditunjukkan gambar-gambar dan ditanya, pada awalnya, apakah gambar-gambar ini memiliki satu atau lebih walrus di sana.

Di tahap kedua, setelah semua gambar &quot;kosong&quot; sudah disingkirkan, para relawan akan diminta untuk memberi titik pada setiap walrus yang mereka lihat.

Survei ini, yang akan berlangsung selama lima tahun, fokus pada sub-spesies di Atlantik, dan juga sekelompok walrus yang hidup terisolasi di area Laut Laptev.

Hingga saat ini, diperkirakan jumlah mamalia tersebut ada sekitar 30.000 ekor. Proyek ini diharapkan dapat mempersempit angka yang tidak pasti.
</description><content:encoded>JAKARTA - Para ilmuwan terus memperbaiki data populasi walrus untuk mengevaluasi bagaimana spesies kunci di wilayah kutub ini akan terdampak oleh perubahan iklim. Salah satunya dengan menggunakan citra satelit.

Walrus sangat bergantung pada lautan es, yang belakangan ini telah berkurang secara tajam. Mamalia laut ini akan naik ke atas lapisan-lapisan es yang mengambang dan menggunakannya sebagai tempat beristirahat, membesarkan anak-anak mereka, juga menjadikannya pijakan untuk meluncur saat akan mencari makan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ketika Pagoda Berusia 522 Tahun Roboh Akibat Hujan Deras, Kumpulkan Donasi untuk Dibangun Kembali
Seekor walrus akan terjun ke dasar laut untuk mencari makanan di antara lumpur, seperti kerang dan hewan invertebrata lain seperti siput, kepiting cangkang lunak, dan udang.

Semua ini menjadi lebih sulit ketika lautan es musiman berkurang.

&quot;Kami melihat sekitar 13% es laut yang menyusut per dekade,&quot; kata Rod Downie, kepala peneliti kutub dari kelompok lingkungan WWF, dilansir dari BBC, Selasa (11/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tindaklanjuti Keluhan Warga, Satpol PP Temukan 1Kg Ranjau Paku di Ruas Jalan Jakarta Pusat
Salah satu implikasi tidak adanya lapisan es untuk dinaiki adalah, kita semakin sering melihat walrus menghabiskan lebih banyak waktu di atas daratan.

&quot;Dan ini memiliki beberapa dampak, seperti kepadatan yang bisa mengakibatkan anak-anak walrus terinjak-injak. Ini benar-benar terjadi. Juga akan terjadi kekurangan sumber makanan di sekitar mereka,&quot; ujarnya kepada BBC.

WWF meluncurkan proyek &quot;Walrus dari Luar Angkasa&quot; ini bekerja sama dengan British Antarctic Survey (BAS), yang ahli di bidang survei satelit untuk kehidupan alam liar di kutub.

BAS sebelumnya sudah pernah menghitung pinguin dari orbit, dan kini juga mendata jumlah singa laut, albatross, bahkan paus yang hidup di dalam air.



&quot;Baru beberapa waktu lalu satelit memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga kita dapat menghitung walrus dengan akurat,&quot; kata spesialis penginderaan jauh BAS, Peter Fretwell.

&quot;Kami akan menggunakan satelit WorldView milik Maxar yang mempunyai resolusi sehingga setiap piksel melambangkan sekitar 30cm di tempat aslinya. Ini sekitar ukuran kertas A4 dan kami bisa dengan mudah menghitung setiap hewan dengan resolusi itu.&quot;
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tanpa Didampingi Pengacara, Tiga Anggota Polisi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Batal Diperiksa Penyidik
Para relawan akan diarahkan ke sebuah portal daring di mana mereka akan ditunjukkan gambar-gambar dan ditanya, pada awalnya, apakah gambar-gambar ini memiliki satu atau lebih walrus di sana.

Di tahap kedua, setelah semua gambar &quot;kosong&quot; sudah disingkirkan, para relawan akan diminta untuk memberi titik pada setiap walrus yang mereka lihat.

Survei ini, yang akan berlangsung selama lima tahun, fokus pada sub-spesies di Atlantik, dan juga sekelompok walrus yang hidup terisolasi di area Laut Laptev.

Hingga saat ini, diperkirakan jumlah mamalia tersebut ada sekitar 30.000 ekor. Proyek ini diharapkan dapat mempersempit angka yang tidak pasti.
</content:encoded></item></channel></rss>
