<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China: Mentalitas Perang Dingin Ancaman Terbesar Perdamaian dan Stabilitas Dunia</title><description>Beberapa negara tertentu yang didorong mentalitas Perang Dingin terus-menerus berupaya memicu persaingan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686377/china-mentalitas-perang-dingin-ancaman-terbesar-perdamaian-dan-stabilitas-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686377/china-mentalitas-perang-dingin-ancaman-terbesar-perdamaian-dan-stabilitas-dunia"/><item><title>China: Mentalitas Perang Dingin Ancaman Terbesar Perdamaian dan Stabilitas Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686377/china-mentalitas-perang-dingin-ancaman-terbesar-perdamaian-dan-stabilitas-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686377/china-mentalitas-perang-dingin-ancaman-terbesar-perdamaian-dan-stabilitas-dunia</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/13/18/2686377/china-mentalitas-perang-dingin-ancaman-terbesar-perdamaian-dan-stabilitas-dunia-CcPjf8slK5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Perang Dingin (Foto: Veterans Today)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/13/18/2686377/china-mentalitas-perang-dingin-ancaman-terbesar-perdamaian-dan-stabilitas-dunia-CcPjf8slK5.jpg</image><title>Ilustrasi Perang Dingin (Foto: Veterans Today)</title></images><description>NEW YORK - Duta Besar (Dubes) China untuk Urusan Perlucutan Senjata Li Song, pada Senin (10/10/2022) mengatakan meski era Perang Dingin telah berakhir lebih dari 30 tahun yang lalu, namun mentalitas Perang Dingin tersebut ternyata masih menjadi ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas dunia pada saat ini.
Dalam sebuah pernyataan saat debat umum Komite Pertama Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-77, Li mengatakan struktur keamanan global serta mekanisme kontrol senjata, perlucutan, dan nonproliferasi internasional tengah menghadapi tantangan terberat sejak berakhirnya Perang Dingin.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;NATO Diperkirakan Akan Putuskan Penempatan Tentara Secara Besar-besaran Lawan Rusia sejak Perang Dingin
Beberapa negara tertentu yang didorong mentalitas Perang Dingin terus-menerus berupaya memicu persaingan dan konfrontasi di antara negara-negara besar, memperkuat blok militer mereka, dan dengan sengaja memprovokasi serta memperuncing perselisihan, ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;PM Pakistan Peringatkan Ketegangan AS-China Berpotensi Perang Dingin Baru
&quot;Kebijakan semacam itu telah secara serius merusak rasa saling percaya di antara negara-negara besar, membahayakan keseimbangan dan stabilitas strategis global, serta menghambat proses perlucutan dan kontrol senjata internasional,&quot; ungkapnya, dikutip Antara.

</description><content:encoded>NEW YORK - Duta Besar (Dubes) China untuk Urusan Perlucutan Senjata Li Song, pada Senin (10/10/2022) mengatakan meski era Perang Dingin telah berakhir lebih dari 30 tahun yang lalu, namun mentalitas Perang Dingin tersebut ternyata masih menjadi ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas dunia pada saat ini.
Dalam sebuah pernyataan saat debat umum Komite Pertama Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-77, Li mengatakan struktur keamanan global serta mekanisme kontrol senjata, perlucutan, dan nonproliferasi internasional tengah menghadapi tantangan terberat sejak berakhirnya Perang Dingin.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;NATO Diperkirakan Akan Putuskan Penempatan Tentara Secara Besar-besaran Lawan Rusia sejak Perang Dingin
Beberapa negara tertentu yang didorong mentalitas Perang Dingin terus-menerus berupaya memicu persaingan dan konfrontasi di antara negara-negara besar, memperkuat blok militer mereka, dan dengan sengaja memprovokasi serta memperuncing perselisihan, ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;PM Pakistan Peringatkan Ketegangan AS-China Berpotensi Perang Dingin Baru
&quot;Kebijakan semacam itu telah secara serius merusak rasa saling percaya di antara negara-negara besar, membahayakan keseimbangan dan stabilitas strategis global, serta menghambat proses perlucutan dan kontrol senjata internasional,&quot; ungkapnya, dikutip Antara.

</content:encoded></item></channel></rss>
