<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Alasan Israel Menyerang Palestina</title><description>Ini alasan Israel menyerang Palestina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686485/4-alasan-israel-menyerang-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686485/4-alasan-israel-menyerang-palestina"/><item><title>4 Alasan Israel Menyerang Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686485/4-alasan-israel-menyerang-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/13/18/2686485/4-alasan-israel-menyerang-palestina</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Nadilla Syabriya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/13/18/2686485/4-alasan-israel-menyerang-palestina-VVqs1kzItY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/13/18/2686485/4-alasan-israel-menyerang-palestina-VVqs1kzItY.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>JAKARTA - Pada abad ke-19 dan ke-20 dunia dipenuhi oleh militer, perang saudara dan penaklukan oleh kekuatan kolonial. Situasi tersebut tentu berdampak pada masyarakat saat itu, terutama Perang Dunia, yang menyebabkan 40 juta orang kehilangan nyawa dan hancurnya tatanan dunia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Uni Eropa Tekan Israel untuk Wujudkan Solusi Dua Negara dengan Palestina

Meskipun perang dunia berakhir, perang Israel-Palestina telah terbukti menjadi salah satu konflik paling abadi di dunia. Sejarah Israel menyerang Palestina bisa dilihat pada 1900-an, saat wilayah yang sebagian besar Arab dan Muslim masih menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.
Setelah Perang Dunia I Inggris mendapat mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk membantu mendirikan negara bagi orang-orang Yahudi di wilayah tersebut. Pada 1947, PBB menyetujui rencana membagi Palestina menjadi dua wilayah yaitu untuk orang Yahudi (Israel) dan untuk orang Arab (Palestina).
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah alasan Israel menyerang Palestina. Yuk simak pembahasannya!
1. Menginginkan Kota Yerusalem
Melansir dari Vox, latar belakang konflik Palestina dan Israel adalah keduanya ingin mendirikan negara di tanah yang sama.
Wilayah geografis yang diperebutkan Palestina dan Israel terletak di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan. Wilayah tersebut kini diberi label Israel di peta.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Nakba dan Sejarah Pengungsi Palestina
Di wilayah tersebut, terdapat kota Yerusalem yang dianggap suci bagi orang Arab Palestina maupun orang Yahudi Israel.
2. Ingin memonopoli Palestina
Melansir dari The Daily Sabah, negara Israel bertujuan untuk memonopoli tanah Palestina dengan menghancurkan rakyat Palestina secara keseluruhan. Bahkan jika birokrat Israel memiliki agenda rahasia seperti itu, tujuan ini tidak praktis dan tidak dapat dicapai.3. Mendapat dukungan dari Amerika Serikat
Dari perspektif internasional, bahwa Amerika Serikat (AS) mendukung Israel sebagai pos terdepan untuk mempertahankan dan memajukan kepentingan negara tersebut. Sebaliknya, negara-negara Muslim mendukung Palestina karena kepentingan regional mereka.
Sejak tahun 2017, Presiden AS saat itu, Donald Trump menunjukkan dirinya pro Israel. Hal ini semakin terlihat ketika kedutaan AS di Tel Aviv dipindahkan ke Yerusalem. Dan diketahui Presiden AS yang sekarang yaitu Joe Biden, diam-diam menjual senjata berupa bom senilai Rp10 triliun kepada Israel.
4. Wilayah Gaza Jadi Rebutan
Konflik kedua negara belum berakhir. Pada 1967, Israel kembali merebut jalur Gaza dan kawasan Sinai hingga Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania.
Perebutan wilayah ini berefek kepada peperangan dan menjadi alasan Israel menyerang kembali Palestina. Israel menawarkan diri untuk mengembalikan wilayah yang sudah mereka rebut itu dengan imbalan, Arab harus mengakui hak Israel untuk hidup dan memberikan jaminan atas serangan di masa depan. Namun, tawaran itu ditolak oleh pimpinan Arab.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pada abad ke-19 dan ke-20 dunia dipenuhi oleh militer, perang saudara dan penaklukan oleh kekuatan kolonial. Situasi tersebut tentu berdampak pada masyarakat saat itu, terutama Perang Dunia, yang menyebabkan 40 juta orang kehilangan nyawa dan hancurnya tatanan dunia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Uni Eropa Tekan Israel untuk Wujudkan Solusi Dua Negara dengan Palestina

Meskipun perang dunia berakhir, perang Israel-Palestina telah terbukti menjadi salah satu konflik paling abadi di dunia. Sejarah Israel menyerang Palestina bisa dilihat pada 1900-an, saat wilayah yang sebagian besar Arab dan Muslim masih menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.
Setelah Perang Dunia I Inggris mendapat mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk membantu mendirikan negara bagi orang-orang Yahudi di wilayah tersebut. Pada 1947, PBB menyetujui rencana membagi Palestina menjadi dua wilayah yaitu untuk orang Yahudi (Israel) dan untuk orang Arab (Palestina).
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah alasan Israel menyerang Palestina. Yuk simak pembahasannya!
1. Menginginkan Kota Yerusalem
Melansir dari Vox, latar belakang konflik Palestina dan Israel adalah keduanya ingin mendirikan negara di tanah yang sama.
Wilayah geografis yang diperebutkan Palestina dan Israel terletak di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan. Wilayah tersebut kini diberi label Israel di peta.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Nakba dan Sejarah Pengungsi Palestina
Di wilayah tersebut, terdapat kota Yerusalem yang dianggap suci bagi orang Arab Palestina maupun orang Yahudi Israel.
2. Ingin memonopoli Palestina
Melansir dari The Daily Sabah, negara Israel bertujuan untuk memonopoli tanah Palestina dengan menghancurkan rakyat Palestina secara keseluruhan. Bahkan jika birokrat Israel memiliki agenda rahasia seperti itu, tujuan ini tidak praktis dan tidak dapat dicapai.3. Mendapat dukungan dari Amerika Serikat
Dari perspektif internasional, bahwa Amerika Serikat (AS) mendukung Israel sebagai pos terdepan untuk mempertahankan dan memajukan kepentingan negara tersebut. Sebaliknya, negara-negara Muslim mendukung Palestina karena kepentingan regional mereka.
Sejak tahun 2017, Presiden AS saat itu, Donald Trump menunjukkan dirinya pro Israel. Hal ini semakin terlihat ketika kedutaan AS di Tel Aviv dipindahkan ke Yerusalem. Dan diketahui Presiden AS yang sekarang yaitu Joe Biden, diam-diam menjual senjata berupa bom senilai Rp10 triliun kepada Israel.
4. Wilayah Gaza Jadi Rebutan
Konflik kedua negara belum berakhir. Pada 1967, Israel kembali merebut jalur Gaza dan kawasan Sinai hingga Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania.
Perebutan wilayah ini berefek kepada peperangan dan menjadi alasan Israel menyerang kembali Palestina. Israel menawarkan diri untuk mengembalikan wilayah yang sudah mereka rebut itu dengan imbalan, Arab harus mengakui hak Israel untuk hidup dan memberikan jaminan atas serangan di masa depan. Namun, tawaran itu ditolak oleh pimpinan Arab.
</content:encoded></item></channel></rss>
