<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pergerakan Tanah di Cianjur Semakin Meluas, Puluhan Keluarga Mengungsi   </title><description>Pergerakan tanah yang menerjang Kampung Warungkuda, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/13/525/2685973/pergerakan-tanah-di-cianjur-semakin-meluas-puluhan-keluarga-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/13/525/2685973/pergerakan-tanah-di-cianjur-semakin-meluas-puluhan-keluarga-mengungsi"/><item><title> Pergerakan Tanah di Cianjur Semakin Meluas, Puluhan Keluarga Mengungsi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/13/525/2685973/pergerakan-tanah-di-cianjur-semakin-meluas-puluhan-keluarga-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/13/525/2685973/pergerakan-tanah-di-cianjur-semakin-meluas-puluhan-keluarga-mengungsi</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2022 01:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ricky Susan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/12/525/2685973/pergerakan-tanah-di-cianjur-semakin-meluas-puluhan-keluarga-mengungsi-FjgiFvs2DB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanah bergerak di Cianjur (foto: MPI/Ricky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/12/525/2685973/pergerakan-tanah-di-cianjur-semakin-meluas-puluhan-keluarga-mengungsi-FjgiFvs2DB.jpg</image><title>Tanah bergerak di Cianjur (foto: MPI/Ricky)</title></images><description>
CIANJUR - Pergerakan tanah yang menerjang Kampung Warungkuda, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mengakibatkan sebanyak 30 kepala keluarga (KK) yang terdampak terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Pergerakan tanah di wilayah itu terpantau semakin meluas dan retakan tanah semakin dalam dan lebar hingga mencapai 20 sentimeter.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Warga Terdampak Tanah Bergerak di Bogor Bertambah Jadi 1.020 Jiwa
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Rudi Labis Wibowo mengatakan, retakan dan penurunan tanah di kawasan itu tiap hari meluas.

&quot;Setiap hari pergerakan tanah di kawasan ini menyebabkan retakan dan penurunan tanah hingga 20 sentimeter. Akibatnya, sebanyak 30 KK terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman karena rumah mereka terdampak,&quot; kata Rudi, kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Detik-Detik Kampung Curug Bogor Alami Tanah Bergerak
Rudi menyebutkan, puluhan KK itu sementara diungsikan dengan menempati rumah milik warga dan kerabatnya yang lokasinya lebih aman.

Kata Rudi, pemerintah daerah akan memprioritaskan relokasi terhadap empat rumah warga setempat yang rusak rata dengan tanah akibat terdampak bencana itu.

&quot;Relokasi ini akan dilakukan bertahap, tapi kita prioritaskan ada empat rumah yang harus segera. Lokasinya di tanah milik desa, dan dibangun oleh pemerintah daerah,&quot; jelasnya.

Rudi mengungkapkan, pergerakan tanah yang menerjang kawasan itu diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir.

&quot;Memang kawasan ini merupakan, daerah rawan longsor dan pergerakan tanah. Tentunya kita imbau terus agar lebih meningkatkan kewaspadaan dengan potensi kebencanaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Tenaga kesehatan Puskesmas Cibeber, dr Nina Winarti mengungkapkan sejumlah warga yang terdampak pergerakan tanah sudah mengalami gangguan kesehatan, seperti demam dan batuk.

Bahkan, lanjut Nina, seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, Jihan masih trauma dan belum hilang dalam ingatannya saat tebing setinggi 50 meter ambrol dan menimbun rumahnya.

&quot;Kita terjun ke lokasi, melihat dan melakukan pelayanan bagi warga yang terdampak. Selain itu, kita juga fokus memberikan layanan trauma healing bagi gadis perempuan yang masih shock dengan kejadian bencana tersebut,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
CIANJUR - Pergerakan tanah yang menerjang Kampung Warungkuda, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mengakibatkan sebanyak 30 kepala keluarga (KK) yang terdampak terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Pergerakan tanah di wilayah itu terpantau semakin meluas dan retakan tanah semakin dalam dan lebar hingga mencapai 20 sentimeter.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Warga Terdampak Tanah Bergerak di Bogor Bertambah Jadi 1.020 Jiwa
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Rudi Labis Wibowo mengatakan, retakan dan penurunan tanah di kawasan itu tiap hari meluas.

&quot;Setiap hari pergerakan tanah di kawasan ini menyebabkan retakan dan penurunan tanah hingga 20 sentimeter. Akibatnya, sebanyak 30 KK terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman karena rumah mereka terdampak,&quot; kata Rudi, kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Detik-Detik Kampung Curug Bogor Alami Tanah Bergerak
Rudi menyebutkan, puluhan KK itu sementara diungsikan dengan menempati rumah milik warga dan kerabatnya yang lokasinya lebih aman.

Kata Rudi, pemerintah daerah akan memprioritaskan relokasi terhadap empat rumah warga setempat yang rusak rata dengan tanah akibat terdampak bencana itu.

&quot;Relokasi ini akan dilakukan bertahap, tapi kita prioritaskan ada empat rumah yang harus segera. Lokasinya di tanah milik desa, dan dibangun oleh pemerintah daerah,&quot; jelasnya.

Rudi mengungkapkan, pergerakan tanah yang menerjang kawasan itu diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir.

&quot;Memang kawasan ini merupakan, daerah rawan longsor dan pergerakan tanah. Tentunya kita imbau terus agar lebih meningkatkan kewaspadaan dengan potensi kebencanaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Tenaga kesehatan Puskesmas Cibeber, dr Nina Winarti mengungkapkan sejumlah warga yang terdampak pergerakan tanah sudah mengalami gangguan kesehatan, seperti demam dan batuk.

Bahkan, lanjut Nina, seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, Jihan masih trauma dan belum hilang dalam ingatannya saat tebing setinggi 50 meter ambrol dan menimbun rumahnya.

&quot;Kita terjun ke lokasi, melihat dan melakukan pelayanan bagi warga yang terdampak. Selain itu, kita juga fokus memberikan layanan trauma healing bagi gadis perempuan yang masih shock dengan kejadian bencana tersebut,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
