<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD: Presiden Jokowi Minta Polri Lanjutkan Penyelidikan Pidana Tragedi Kanjuruhan   </title><description>Mahfud pun mempersilakan Polri untuk menggunakan temuan TGIPF dalam mendalami peristiwa tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/14/337/2687157/mahfud-md-presiden-jokowi-minta-polri-lanjutkan-penyelidikan-pidana-tragedi-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/14/337/2687157/mahfud-md-presiden-jokowi-minta-polri-lanjutkan-penyelidikan-pidana-tragedi-kanjuruhan"/><item><title>Mahfud MD: Presiden Jokowi Minta Polri Lanjutkan Penyelidikan Pidana Tragedi Kanjuruhan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/14/337/2687157/mahfud-md-presiden-jokowi-minta-polri-lanjutkan-penyelidikan-pidana-tragedi-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/14/337/2687157/mahfud-md-presiden-jokowi-minta-polri-lanjutkan-penyelidikan-pidana-tragedi-kanjuruhan</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/337/2687157/mahfud-md-presiden-jokowi-minta-polri-lanjutkan-penyelidikan-pidana-tragedi-kanjuruhan-xhmfUhnNya.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/337/2687157/mahfud-md-presiden-jokowi-minta-polri-lanjutkan-penyelidikan-pidana-tragedi-kanjuruhan-xhmfUhnNya.jpg</image><title>Mahfud MD. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA -  Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi meminta kepada pihak kepolisian untuk kembali melanjutkan penyelidikan terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan seratus lebih Aremania.

Hal ini disampaikan Mahfud usai melaporkan hasil temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kepada Presiden Jokowi pada Jumat (14/10/2022) pukul 13.30 WIB.

&quot;Kami lalu memberi catatan akhir yang tadi digarisbawahi oleh Bapak Presiden, Polri supaya meneruskan penyelidikan tindak pidana terhadap orang-orang lain yang juga diduga kuat terlibat dan harus ikut bertanggung jawab secara pidana di dalam kasus ini,&quot; kata Mahfud MD dalam keterangan pers TGIPF yang disiarkan secara daring, Jumat.

Mahfud pun mempersilakan Polri untuk menggunakan temuan TGIPF dalam mendalami peristiwa tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD: Tragedi Kanjuruhan Lebih Mengerikan daripada yang Beredar
&quot;TGIPF mempunyai banyak temuan-temuan untuk bisa didalami oleh Polri. Adapun tanggung jawab moral dipersilahkan masing-masing melakukan langkah-langkah yang diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia Indonesia yang berkeadaban,&quot; ujar dia.

Sebelumnya, Mahfud menyebut Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu jauh lebih menyeramkan. Bukti itu didapatkan atas pengecekan 32 CCTV milik pihak kepolisian.

&quot;Fakta yang kami temukan, korban yang jatuh itu proses jatuhnya korban itu jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi maupun medsos, karena kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat,&quot; ucap Mahfud.Dalam puluhan CCTV itu memperlihatkan sejumlah tragedi mengerikan mulai dari berdesakan karena terkena semprotan gas air mata hingga orang yang ikut membantu juga ikut terinjak dan meninggal ditempat.

&quot;Itu lebih mengerikan dari sekedar semprot mati semprot mati gitu. Ada yang saling gandengan satu enggak bisa keluar satu tertinggal, ada yang satu balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati. Ada juga yang memberikan bantuan pernapasan karena satunya sudah tidak bisa bernapas, membantu kena semprot juga mati ada di situ lebih mengerikan daripada yang beredar karena ada di CCTV,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA -  Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi meminta kepada pihak kepolisian untuk kembali melanjutkan penyelidikan terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan seratus lebih Aremania.

Hal ini disampaikan Mahfud usai melaporkan hasil temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kepada Presiden Jokowi pada Jumat (14/10/2022) pukul 13.30 WIB.

&quot;Kami lalu memberi catatan akhir yang tadi digarisbawahi oleh Bapak Presiden, Polri supaya meneruskan penyelidikan tindak pidana terhadap orang-orang lain yang juga diduga kuat terlibat dan harus ikut bertanggung jawab secara pidana di dalam kasus ini,&quot; kata Mahfud MD dalam keterangan pers TGIPF yang disiarkan secara daring, Jumat.

Mahfud pun mempersilakan Polri untuk menggunakan temuan TGIPF dalam mendalami peristiwa tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Mahfud MD: Tragedi Kanjuruhan Lebih Mengerikan daripada yang Beredar
&quot;TGIPF mempunyai banyak temuan-temuan untuk bisa didalami oleh Polri. Adapun tanggung jawab moral dipersilahkan masing-masing melakukan langkah-langkah yang diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia Indonesia yang berkeadaban,&quot; ujar dia.

Sebelumnya, Mahfud menyebut Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu jauh lebih menyeramkan. Bukti itu didapatkan atas pengecekan 32 CCTV milik pihak kepolisian.

&quot;Fakta yang kami temukan, korban yang jatuh itu proses jatuhnya korban itu jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi maupun medsos, karena kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat,&quot; ucap Mahfud.Dalam puluhan CCTV itu memperlihatkan sejumlah tragedi mengerikan mulai dari berdesakan karena terkena semprotan gas air mata hingga orang yang ikut membantu juga ikut terinjak dan meninggal ditempat.

&quot;Itu lebih mengerikan dari sekedar semprot mati semprot mati gitu. Ada yang saling gandengan satu enggak bisa keluar satu tertinggal, ada yang satu balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati. Ada juga yang memberikan bantuan pernapasan karena satunya sudah tidak bisa bernapas, membantu kena semprot juga mati ada di situ lebih mengerikan daripada yang beredar karena ada di CCTV,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
