<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Mahfud Terima Banyak Laporan Banyak Oknum Aparat Peras Masyarakat   </title><description>Oleh karenanya, tak sedikit oknum aparat di masing-masing lembaga yang telah dilakukan penindakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/16/337/2687985/duh-mahfud-terima-banyak-laporan-banyak-oknum-aparat-peras-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/16/337/2687985/duh-mahfud-terima-banyak-laporan-banyak-oknum-aparat-peras-masyarakat"/><item><title>Duh! Mahfud Terima Banyak Laporan Banyak Oknum Aparat Peras Masyarakat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/16/337/2687985/duh-mahfud-terima-banyak-laporan-banyak-oknum-aparat-peras-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/16/337/2687985/duh-mahfud-terima-banyak-laporan-banyak-oknum-aparat-peras-masyarakat</guid><pubDate>Minggu 16 Oktober 2022 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/16/337/2687985/duh-mahfud-terima-banyak-laporan-banyak-oknum-aparat-peras-masyarakat-SeYdHcywQ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/16/337/2687985/duh-mahfud-terima-banyak-laporan-banyak-oknum-aparat-peras-masyarakat-SeYdHcywQ8.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, banyak laporan atau pengaduan masyarakat (Dumas) yang dijadikan alat oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemerasan.
Biasanya kata dia, oknum aparat penegak hukum bekerja sama dengan pihak yang melaporkan untuk memeras yang dilaporkan. Menurutnya, persekongkolan jahat ini merupakan bentuk kolusi antara oknum aparat penegak hukum dengan pihak swasta.
&amp;nbsp;(Baca juga: Apresiasi Penangkapan Bandar Judi Online di Malaysia, Mahfud MD : Butuh Kesungguhan dan Jaringan Kuat)
&quot;Banyak laporan, Dumas (Pengaduan Masyarakat) di aparat penegak hukum (APH) sering dijadikan alat untuk memeras orang yang dilaporkan,&quot; kata Mahfud melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (16/10/2022).

&quot;Bahkan terkadang si pelapor bermain dengan aparat untuk memeras dan berbagi hasil. Ini bentuk kolusi antara oknum APH dan swasta serta (terkadang) LSM jadi-jadian,&quot; imbuhnya.

Dikatakan Mahfud, informasi pemerasan tersebut terjadi di lembaga aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh karenanya, tak sedikit oknum aparat di masing-masing lembaga yang telah dilakukan penindakan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMy8xLzE1NDgyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pimpinan responsif tentang ini. Makanya banyak oknum APH yang ditindak oleh pimpinannya baik dari Polri, kejaksaan bahkan di KPK,&amp;rdquo; kata Mahfud.



&amp;ldquo;Maka itu silahkan jika msh ada yang mengalami pemerasan seperti itu 'laporkan', jangan takut: asal jelas pelaku dan obyeknya. Harus ada keberanian untuk melapor dan menindak,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, banyak laporan atau pengaduan masyarakat (Dumas) yang dijadikan alat oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemerasan.
Biasanya kata dia, oknum aparat penegak hukum bekerja sama dengan pihak yang melaporkan untuk memeras yang dilaporkan. Menurutnya, persekongkolan jahat ini merupakan bentuk kolusi antara oknum aparat penegak hukum dengan pihak swasta.
&amp;nbsp;(Baca juga: Apresiasi Penangkapan Bandar Judi Online di Malaysia, Mahfud MD : Butuh Kesungguhan dan Jaringan Kuat)
&quot;Banyak laporan, Dumas (Pengaduan Masyarakat) di aparat penegak hukum (APH) sering dijadikan alat untuk memeras orang yang dilaporkan,&quot; kata Mahfud melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (16/10/2022).

&quot;Bahkan terkadang si pelapor bermain dengan aparat untuk memeras dan berbagi hasil. Ini bentuk kolusi antara oknum APH dan swasta serta (terkadang) LSM jadi-jadian,&quot; imbuhnya.

Dikatakan Mahfud, informasi pemerasan tersebut terjadi di lembaga aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh karenanya, tak sedikit oknum aparat di masing-masing lembaga yang telah dilakukan penindakan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMy8xLzE1NDgyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pimpinan responsif tentang ini. Makanya banyak oknum APH yang ditindak oleh pimpinannya baik dari Polri, kejaksaan bahkan di KPK,&amp;rdquo; kata Mahfud.



&amp;ldquo;Maka itu silahkan jika msh ada yang mengalami pemerasan seperti itu 'laporkan', jangan takut: asal jelas pelaku dan obyeknya. Harus ada keberanian untuk melapor dan menindak,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
