<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementerian PPPA Ungkap 43 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan</title><description>Puluhan korban anak yang tewas tersebut terdiri atas 33 anak laki-laki dan 10 anak perempuan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/17/337/2688532/kementerian-pppa-ungkap-43-anak-meninggal-dalam-tragedi-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/17/337/2688532/kementerian-pppa-ungkap-43-anak-meninggal-dalam-tragedi-kanjuruhan"/><item><title>Kementerian PPPA Ungkap 43 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/17/337/2688532/kementerian-pppa-ungkap-43-anak-meninggal-dalam-tragedi-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/17/337/2688532/kementerian-pppa-ungkap-43-anak-meninggal-dalam-tragedi-kanjuruhan</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2022 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/17/337/2688532/kementerian-pppa-ungkap-43-anak-meninggal-dalam-tragedi-kanjuruhan-vLZYn2BEbH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. (Foto: Avirista M/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/17/337/2688532/kementerian-pppa-ungkap-43-anak-meninggal-dalam-tragedi-kanjuruhan-vLZYn2BEbH.jpg</image><title>Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. (Foto: Avirista M/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah anak yang menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi 43 anak.

&quot;Dari 132 korban meninggal, sebanyak 43 korban di antaranya masih berusia anak,&quot; kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, puluhan korban anak yang tewas tersebut terdiri atas 33 anak laki-laki dan 10 anak perempuan.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Momentum Perbaikan Sepakbola Nasional


BACA JUGA:Senin, Polri Segera Periksa 16 Saksi Tragedi Kanjuruhan

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNi8xLzE1NDk3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kementerian PPPA, kata dia,&amp;nbsp; telah memberikan layanan dukungan psikologis kepada 119 korban, yang 51 di antaranya merupakan anak-anak.

Untuk itu, layanan dukungan psikososial dilaksanakan oleh tim gabungan Kabupaten Malang yang terdiri atas Tim UPTD PPA Dinas PPPA Kabupaten Malang, Dinkes Kabupaten Malang, Polres Malang, dan HIMPSI.


Saat ini, tim Fakultas Psikologi dari Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, UIN Malang, Universitas Merdeka Malang, Yayasan Save The Children, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta organisasi kemanusiaan lainnya.

Di Tragedi Kanjuruhan, Polri telah menetapkan enam tersangka, yaitu Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) AHL, Ketua Panitia Pelaksana AH, Security Officer SS, Kabagops Polres Malang WSS, Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur H, dan Kasat Samapta Polres Malang BSA.

Tersangka disangkakan dengan Pasal 359 dan Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 103 Juncto Pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah anak yang menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi 43 anak.

&quot;Dari 132 korban meninggal, sebanyak 43 korban di antaranya masih berusia anak,&quot; kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, puluhan korban anak yang tewas tersebut terdiri atas 33 anak laki-laki dan 10 anak perempuan.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Momentum Perbaikan Sepakbola Nasional


BACA JUGA:Senin, Polri Segera Periksa 16 Saksi Tragedi Kanjuruhan

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNi8xLzE1NDk3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kementerian PPPA, kata dia,&amp;nbsp; telah memberikan layanan dukungan psikologis kepada 119 korban, yang 51 di antaranya merupakan anak-anak.

Untuk itu, layanan dukungan psikososial dilaksanakan oleh tim gabungan Kabupaten Malang yang terdiri atas Tim UPTD PPA Dinas PPPA Kabupaten Malang, Dinkes Kabupaten Malang, Polres Malang, dan HIMPSI.


Saat ini, tim Fakultas Psikologi dari Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, UIN Malang, Universitas Merdeka Malang, Yayasan Save The Children, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta organisasi kemanusiaan lainnya.

Di Tragedi Kanjuruhan, Polri telah menetapkan enam tersangka, yaitu Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) AHL, Ketua Panitia Pelaksana AH, Security Officer SS, Kabagops Polres Malang WSS, Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur H, dan Kasat Samapta Polres Malang BSA.

Tersangka disangkakan dengan Pasal 359 dan Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 103 Juncto Pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
